Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif

Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif
Aku akan menjemputmu


__ADS_3

Kirana dan Sofi terlihat sedang duduk berhadapan di kamarnya. Sofi menggenggam tangan Kirana dan mulai berbicara.


"Sekarang ceritakan pada Mama, apa saja yang terjadi padamu saat diculik oleh laki-laki itu?" Tanya Sofi.


"Tidak terjadi hal buruk Ma. Kak Syam memperlakukan Kirana dengan baik dirumahnya. Bahkan dia memberikan Kirana kamar yang bagus" Kata Kirana sambil tersenyum.


"Apa? kau tinggal dirumahnya, dan kau diberikan kamar? jangan bilang kalian pernah tidur berdua?" Tanya Sofi yang dibalas anggukan oleh Kirana.


Wajah sofi langsung memerah, dia kemudian berdiri berniat ingin keluar memarahi Syam namun tangannya langsung ditarik Kirana.


"Ma, dengarkan Kirana dulu" pinta Kirana sambil menatap Sofi dengan tatapan penuh harap yang membuat Sofi kemudian duduk kembali.


"Sekarang jelaskan pada Mama, apa saja yang dilakukan pria brengsek itu padamu" Kata Sofi dengan tangan yang sudah dikepal menahan marah. Kirana menarik nafasnya perlahan kemudian menghembuskannya, mencoba mencari kekuatan agar tidak salah berbicara lagi.


"Ma, dengarkan Kirana sekali ini saja ya. Percaya pada Kirana juga bahwa Kak Syam orang baik. Oke. Sebelumnya Kirana memang dipaksa dan diperlakukan kurang baik oleh Kak Syam. Tapi itu karena kejadian waktu itu. Aku dan Kak Syam dijebak di sebuah hotel. Kak Syam berpikir aku menggodanya sehingga dia marah besar padaku dan mungkin karena itu dia menculikku. Tapi itu sudah berlalu Ma. Aku sudah memaafkannya. Kak Syam sekarang sudah melakukan ku dengan sangat baik Ma. Dan berkaitan perihal aku tidur dengan kak Syam, aku akui benar Ma. Tapi kami tidak melakukan apapun Ma. Hanya tidur saja karena kak Syam sudah berjanji untuk tidak melakukannya sampai aku mengizinkannya. Dan aku sudah berjanji bukan pada Mama untuk tidak melakukan hal diluar batas kecuali dengan suamiku nanti. Jadi, Aku berharap Mama juga memaafkan Kak Syam ya." Kata Kirana sambil menggenggam tangan Sofi.


Sofi terdiam sebentar kemudian menggeleng yang membuat wajah Kirana berubah sedih.

__ADS_1


"Mama mungkin memaafkannya Na. Tapi Mama belum bisa mempercayai jika dia bisa terus bersikap baik padamu. Mama sangat menyayangimu Nak. Mama tidak mau kau berakhir dengan orang yang tidak tepat" Kata Sofi sambil mengusap pipi Kirana.


"Ma" rengek Kirana namun Sofi tetap menggeleng.


"Sekarang, kamu temui dia. Suruh dia untuk pergi. Kamu tinggal dengan Mama lagi ya. Jika dia memang benar-benar sudah berubah, dia akan menghormati pilihanmu" Kata Sofi.


Kirana terdiam sebentar kemudian mengangguk walaupun dalam hati nya dia sangat sedih jika harus berjauhan dengan Syam. Tapi dia juga harus menghormati Mamanya yang membesarkan sejak kecil.


Kirana pun langsung pergi menemui Syam dengan berat hati. Syam yang melihat kedatangan Kirana langsung berdiri dan tersenyum.


"Kak Syam, aku sudah berbicara pada Mama" Kata Kirana.


"Iya, Mama sudah memaafkan kakak, tapi Mama suruh Kirana untuk tinggal disini saja. Mama tidak memperbolehkan Kirana untuk ikut dengan Kak Syam. Maafin Kirana kak" Kata Kirana sambil tertunduk.


Syam terdiam sebentar, menghela nafasnya berat kemudian mengangguk. Dia memegang pipi Kirana yang membuat Kirana langsung mendongak.


"Tidak apa-apa. Aku mengerti perasaan Mamamu. Kamu diam disini saja dulu untuk sementara waktu. Nanti saat waktunya, aku pasti akan membawamu kerumahku lagi" Kata Syam dengan senyuman diwajahnya.

__ADS_1


"Ta-tapi, aku ingin ikut dengan kak Syam" rengek Kirana sambil memegang tangan Syam.


"Aku juga ingin kau ikut denganku. Tapi, aku tidak mungkin kan menculikku secara paksa lagi seperti sebelumnya. Bisa-bisa Mamamu semakin menbanciku. Walaupun aku bukan orang baik, tapi aku ingin kita bersama secara baik-baik" Kata Syam yang membuat Kirana langsung terdiam dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Dengarkan aku. Aku tidak tahu apa itu mencintai atau dicintai karena aku tidak merasakannya sejak kecil. Tapi yang aku tahu, aku ingin bersamamu. Jadi, aku pasti akan kembali untuk menjemputmu. Sekarang aku pergi dulu ya. Kamu baik-baik disini. Ingat jangan dekat dengan laki-laki manapun selama aku tidak bersamamu. Aku kan mengirim seseorang untuk mengawasimu" Kata Syam yang langsung dibalas anggukan oleh Kirana.


"Siap tuan posesif" Kata Kirana sambil tersenyum namun dengan mata berkaca-kaca.


"Aku pergi ya, mama mu sedang melihat kita" bisik Syam kemudian mencium kening Kirana yang membuat Sofi yang berdiri di kejauhan langsung melotot. Syam tersenyum melihat Sofi kemudian menundukkan kepalanya sebagai tanda berpamitan pulang. Namun Sofi langsung mengalihkan wajahnya yang membuat Syam tersenyum miris.


"Aku pulang ya" Kata Syam.


"Hati-hati kak" Kata Kirana. Syam tersenyum dan berniat hendak pergi namun balik lagi kemudian memeluk Kirana erat seakan tidak mau melepas Kirana untuk tinggal disini. Kirana pun membalas pelukan Syam dengan lebih erat. Lama mereka pada posisi itu, hingga Sofi berdehem yang membuat Syam langsung melepaskan pelukannya.


"Kamu baik-baik disini. Ingat jangan nakal" Kata Syam sambil mengacak rambut Kirana lembut dan dibalas anggukan oleh Kirana kemudian benar-benar pergi meninggalkan Kirana bersama Leon dan Luna yang mengikutinya dari belakang.


"Aku tidak pernah melihat drama ini sepanjang sejarah aku bekerja. Sepertinya tuan muda benar-benar sedang jatuh cinta" Batin Leon.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2