
Syam terlihat diam saja sambil mengepal tangannya keras di samping Kirana. Dia sedang mencoba menetralkan amarahnya agar tidak menyakiti Kirana. Sudah menjadi sifat Syam sejak kecil yang memang mudah sekali terbakar emosi. Apalagi jika menyangkut hal yang dia suka. Mungkin karena sejak kecil dia tidak mendapatkan kasih sayang seorang ibu. Dia selalu cemburu melihat anak-anak yang tertawa bersama ibu mereka. Tidak jarang dia akan menangis sendirian jika hal itu terjadi.
Hingga dia bertekad untuk membenci sosok wanita. Namun Kirana hadir ditengah-tengah hidupnya dulu. Tangis dan kepedihan itu hilang seketika. Digantikan senyum dan tawa bersama. Nasib berkata lain, sebuah kecelakaan mobil memisahkan mereka hingga membuat kenangan masa kecil mereka berdua hilang. Anehnya Syam masih mengingat perlakuan buruk ibunya, namun melupakan kenangan manisnya.
Tapi itu dulu, sekarang Syam sudah mengingatnya kembali. Dia mengingat beberapa bagian kecil bersama Kirana dulu. Hal itulah yang membuat rasa ingin memiliki Kirana begitu besar sekarang.
Perasaan itu juga yang membuatnya begitu cemburu saat laki-laki lain memandang Kirana seperti tadi. Menurutnya, hanya dia laki-laki yang boleh melihat Kirana. Kirana miliknya, dan tidak ada yang bisa menentang itu.
Disisi lain, Kirana memandang kosong ke jalanan yang sedang dilaluinya. Pikirannya entah kemana. Dia merasa bersalah pada apa yang terjadi tadi. Bukan merasa bersalah pada pemilik acara, tapi lebih kepada Syam saat ini.
Dia bahkan melupakan jika memang Syam memiliki sikap posesif ini padanya sejak dulu. Dan dia tahu, itu semua karena ibunya. Dia pernah bercerita bahwa dia tidak pernah mendapatkan apa yang dia mau atau pun kasih sayang dari seorang wanita sejak kecil. Jadi dia cukup memahami sikapnya ini.
"Bagaimana caraku meminta maaf padanya"
"Sangat canggung"
__ADS_1
"Apa dia akan memarahiku atau berlaku kasar padaku nanti"
"Jika seperti itu, sepertinya tidak apa-apa, asalkan dia memaafkanku"
"Sebentar, jika dia cemburu, berarti dia mencintaiku" batin Kirana kemudian menoleh melihat Syam yang sekarang tengah duduk disampingnya seperti menahan amarah.
"Dia imut sekali jika sedang cemburu" batin Kirana tanpa mengalihkan pandangannya.
"Jangan melihatku seperti itu, aku sedang marah padamu" Kata Syam, yang membuat Kirana malah tersenyum.
"Jangan melihatku, kalau tidak, aku akan menerkam mu saat ini juga" Kata Syam yang membuat Kirana langsung mengalihkan pandangannya.
***
"Benar-benar, aku tidak habis pikir dengan anak jalang itu. Kenapa dia bisa mengambil hati Syam. Kalau sudah seperti ini. Aku tidak akan susah menghabisinya" Kata Lora dengan wajah merah menahan amarah.
__ADS_1
"Menghabisi siapa?" Tanya Andre yang tiba-tiba berdiri disamping Lora.
"Ehh, Mas. Ka-kapan Kau disini?" Tanya Lora yang terlihat mulai kelabakan.
"Jangan mengalihkan pembicaraan. Kau mau menghabisi siapa?" Tanya Andre.
"Aku ingin menghabisi. Hmmm. Menghabisi semua makanan yang disini" ucap Lora asal yang membuat Andre semakin curiga.
"Kau yakin? bukannya kau sedang diet?" Tanya Andre.
"Yakin mas, Aku ambil makanan dulu ya" Kata Lora Kemudian berlalu meninggalkan Andre yang terdiam tanpa sepatah katapun.
"Aku tahu, kau sedang menyembunyikan sesuatu. Aku sudah menasehatimu. Tapi jika itu yang kau mau, aku akan mengikuti permainanmu. Kita lihat saja, siapa yang akan menang" batin Andre kemudian meminum air ditangannya.
-Bersambung-
__ADS_1