
Kirana berusaha memejamkan matanya dipelukan Syam. Namun pikirannya masih melayang kemana-mana. Dia belum bisa melupakan apa yang dia dengar tadi.
"Alya benar-benar hamil dan Rian akan segera menikahinya" batin Kirana.
Kalimat itu terus terngiang-ngiang di kepalanya. Dia tidak mempermasalahkan Rian menikah, tapi dia memikirkan mamanya Rian yang saat ini sedang sakit. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi mamanya Rian jika tahu Rian menghamili Alya.
Disisi lain, Syam juga tidak bisa tertidur. Masalah tadi masih terngiang-ngiang dibenaknya. Dia memikirkan bagaimana cara memberitahu Papanya tentang masalah ini. Dia memang belum yakin tentang kehamilan Alya. Namun jika benar Alya sedang hamil pasti Papanya akan sangat sedih.
"Syam" panggil Kirana
"Hey, Kau belum tidur?" Tanya Syam sambil melihat Kirana dipelukannya.
"Iya, aku tidak bisa tidur" Kata Kirana
"Kenapa?" Tanya Syam sambil memperbaiki posisi mereka sehingga Syam bisa leluasa melihat Kirana.
Kirana terdiam sebentar. Dia terlihat ragu karena takut salah bicara dan malah bisa membuat Syam kesal dan marah.
"Se-sebenarnya tadi aku mendengar pembicaraan kalian" ucap Kirana.
__ADS_1
"Kau menguping?" Tanya Syam sambil mengangkat alisnya satu.
"Maaf" ucap Kirana sambil tertunduk. Syam langsung mengelus rambut Kirana sebagai tanda dia tidak mempermasalahkan itu.
"Iya, tidak apa-apa, jadi apa yang menganggu pikiranmu?" Tanya Syam kembali. Kirana menatap Syam dalam.
"Aku masih tidak menyangka jika Rian menghamili Alya" Kata Kirana yang membuat raut wajah Syam langsung berubah.
"Jadi kau memikirkan laki-laki brengsek itu?" Tanya Syam.
"Aduh, sepertinya aku salah bicara" Batin Kirana. Dia melihat Syam kemudian tersenyum.
"Sama saja, aku tidak ingin ada laki-laki lain di pikiranmu selain aku" ucap Syam.
"Iya-iya, aku tidak akan memikirkannya. Sekarang ayo tidur" Ucap Kirana kemudian kembali memeluk Syam. Dia sedang malas berdebat dengan Syam, karena pasti akan berakhir panjang.
"Baiklah, tidurlah" Ucap Syam sambil tersenyum.
"Kenapa dia posesif sekali. Seingatku dia dulu tidak seperti ini" Batin Kirana.
__ADS_1
Sedangkan Syam terus-terusan tersenyum. Entah mengapa dia begitu bahagia melihat Kirana yang begitu patuh padanya sekarang.
"Entah apa yang kau alami saat kabur kemarin. Tapi aku sungguh bahagia melihatmu seperti ini sekarang" Ucap Syam kemudian mempererat pelukannya.
***
Hari ini adalah hari terakhir Kirana masuk sekolah. Karena hari ini adalah hari pengumuman kelulusan. Dia terlihat begitu gemetar saat akan turun dari mobil. Hari ini Syam sendiri yang mengantar Kirana. Dia sungguh tidak sabar untuk menunggu kelulusan Kirana.
"Hey, kenapa kau senyum-senyum" Tanya Kirana saat akan berpamitan pada Syam untuk masuk ke sekolahnya.
"Tidak ada" Kata Syam sambil berusaha menetralkan dirinya
"Ya sudah, aku masuk dulu ya Om Syam, terima kasih sudah mengantarku" Ucap Kirana kemudian berlari masuk.
"Hey, anak kurang ajar, aku sudah bilang untuk memanggilku dengan cara yang benar" Ucap Syam dengan wajah yang terlihat kesal. Sedangkan di depan kemudi, Leon terlihat menahan senyum melihat tingkah majikannya.
"Hey, jangan ketawa kau juga" Ucap Syam sambil melihat Leon kesal.
Leon langsung membungkam mulutnya sendiri. Dia mulai yakin bahwa Tuannya memang memiliki Indra ke 6. Sedangkan Syam terus mengoceh sendiri sebagai bentuk pelampiasan kekesalannya.
__ADS_1
Seharian ini, Kirana memang sengaja menggoda Syam dengan memanggilnya Om. Dia tahu bahwa hari ini adalah ulang tahun Syam. Dia akan memberikan kejutan padanya nanti setelah pengumuman kelulusannya. Dia akan membuat Syam kesal seharian ini sehingga dia berharap rencananya akan berhasil.