
Setelah rapat selesai, Syam langsung menuju ke ruangannya. Dia mengecheck Hp nya beberapa kali berharap mendapatkan notifikasi disana. Namun tidak kunjung ada.
"Sepertinya Hp ku rusak Leon" Kata Syam kemudian membuang Hp nya sembarang.
"Sebentar saya lihat tuan" Kata Leon kemudian mengecheck Hp Syam. Dia bisa langsung melihat foto Kirana sedang tertidur disana.
"Tuan pasti mengambil ini saat nona tertidur" ucap Leon tanpa sengaja.
"Hey, aku cuma memintamu mengecheck nya, bukan melihat foto Kirana" ucap Syam kemudian merebut Hp nya dari Leon karena tidak terima ada laki-laki lain yang memandang wajah Kirana saat tertidur.
"Posesif sekali" batin Leon. Syam hanya mendengus kesal karena tahu isi hati Leon. Namun kali ini dia memilih mengabaikannya karena sedang malas berdebat lagi, dia pun mengecheck lagi Hp nya. Namun tidak kunjung ada. Hingga sebuah pesan masuk, dia pun langsung antusias membukanya.
"Menyebalkan" kata Syam kemudian meletakkan Hpnya di meja lagi dan menyandarkan kepalanya di sofa.
"Kenapa tuan?" Tanya Leon.
"Aku menunggu pesan dari Kirana, aku begitu penasaran apakah dia lulus atau tidak" Kata Syam sambil memejamkan matanya.
"Kenapa tuan tidak ke sekolah nona saja" kata Leon.
"Tidak, aku sedang menghukumnya karena memanggilku om terus-terusan hari ini" Kata Syam yang membuat Leon mengulum senyum menahan tawa.
"Hey, jangan menertawakanku" ucap Syam.
__ADS_1
"Maaf tuan. Tuan aku ingin bertanya" kata Leon namun terlihat ragu.
"Bertanya saja" Kata Syam. Leon terdiam sebentar memastikan keadaan. Namun dia merasa ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya.
"Tidak jadi tuan" ucap Leon yang membuat Syam mendengus kesal.
"Kau labil sekali" Kata Syam.
"Drrrtttt" sebuah panggilan masuk ke Hp Syam. Tanpa aba-aba dia langsung menyambar Hp nya. Dia tersenyum saat melihat nama "Kucing nakal" muncul disana.
"Hallo" Kata Syam dengan nada malas setelah menekan tombol hijau, berpura-pura sedang marah.
"Kau masih marah padaku, ya sudah aku matikan saja" Kata Kirana dari seberang telpon.
"Haha, aku mau minta izin pulang terlambat. Aku ingin jalan-jalan sama kak Luna, bye" Kata Kirana dan sambut telponpun langsung diputus sepihak.
"Sial, sepertinya dia mengerjai ku" kata Syam sambil menatap Hp nya kesal. Dia langsung mencari nomor Luna disana dan menelponnya.
"Hallo Tuan" ucap Luna saat panggilan tersambung.
"Kalian mau kemana?" Tanya Syam. Luna yang saat itu sedang bersama Kirana langsung memberikan kode pada Kirana. Kirana pun meminta Luna untuk berbohong.
"Jalan-jalan tuan" ucap Luna. Karena hanya itu yang ada dikepalanya sekarang. Sebenarnya dia takut sekali berbohong pada Syam. Bisa-bisa kepalanya dipenggal namun karena dia juga tidak tega melihat Kirana memohon padanya.
__ADS_1
"Kemana?" Tanya Syam lagi. Luna melihat Kirana lagi, Kirana memberikan kode lagi pada Luna untuk mengatakan tujuan mereka
"Ke mall tuan" kata Luna.
"Ya sudah. Jaga dia baik-baik. Jangan biarkan dia dekat dengan laki-laki manapun" Ucap Syam dan dia pun langsung memutuskan sambungan telpon.
Setelah panggilan terputus. Syam langsung membanting Hp nya kesal. Dia tidak terima jika Kirana mengabaikannya seperti ini. Padahal dia sedang marah dan kesal. Bahkan Kirana lebih memilih jalan-jalan dengan Luna daripada dirinya.
Leon yang berada di depan Syam hanya diam saja karena tidak mau menjadi pelampiasan kemarahan tuannya. Dia sengaja fokus melihat laptop dan mengerjakan sesuatu.
"Leon, apa agenda kita setelah ini?" Tanya Syam.
"Pergi ke rumah pak Surya tuan" kata Leon. Syam langsung berdiri dan mengajak Leon langsung ke rumah papanya karena jika berlama-lama di kantornya, dia bisa makin kesal.
Disisi lain, Kirana tengah tertawa membayangkan wajah kesal Syam saat ini. Dia sungguh tidak sabar untuk segera melihat Syam. Namun, dia juga tidak ingin rencananya memberikan kejutan pada Syam gagal.
"Nona, apa tidak apa-apa kita berbohong pada tuan?" Tanya Luna yang terlihat khawatir.
"Tenang saja, aku yakin nanti malam dia akan tersenyum bahagia karena mendapat kejutan dariku" kata Kirana dengan senyum mengembang diwajahnya.
Luna mengangguk, dan berharap rencana Kirana berhasil dan dia tidak akan mendengar kemarahan Syam nanti malam. Karena jika dia sudah marah, bernafas pun akan salah di depannya.
-Bersambung-
__ADS_1