Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif

Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif
Fakta


__ADS_3

Rian terlihat sedang berdebat dengan Alya. Suara mereka berdua memenuhi ruangan bawah tanah itu.


"Apa yang kau lakukan, aku bahkan tidak pernah menyentuhmu" Kata Rian setengah berteriak. Ingin sekali dia menampar dan memukul Alya saat ini. Tapi dia pria sejati. Pantang baginya untuk melakukan itu.


"Kau pernah menyentuhku, apa kau lupa ha?" Teriak Alya tidak mau kalah.


"Apa kau pikir aku bodoh. Tidak mungkin kau hamil karena itu. Cepat katakan kau benar hamil atau tidak?" Tanya Rian.


Alya diam sejenak kemudian mengiyakan perkataan Rian.


"Jangan berbohong! aku tau kamu Alya" Bentak Rian yang membuat Alya langsung menangis lagi.


"Iya! aku tidak hamil! aku hanya berbohong untuk menyelamatkanmu, hiks" Kata Alya yang membuat Rian terdiam seketika.


Dia mendekati Alya kemudian memegang tangannya. Rian menarik nafas dalam-dalam kemudian menghapus air mata Alya.


"Terima kasih karena kamu sudah membantuku. Tapi apa yang kamu lakukan ini salah. Sekarang ayo kita jelaskan pada kakak mu bahwa apa yang kamu katakan tadi hanya kebohongan" Kata Rian sambil menatap wajah Alya. Alya langsung menggeleng


"Tidak, jika aku mengatakan aku berbohong, kau akan dalam masalah lagi. Aku mencintaimu Rian, aku tidak mau terjadi sesuatu padamu. Kau tidak tahu saja kakakku seperti apa. Hiks" kata Alya.


"Tapi aku tidak memiliki perasaan apapun padamu. Lagipula, kau tahu kan penyakit mamaku. Jika dia tahu aku menghamili seorang wanita di luar pernikahan. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi. Jadi tolonglah Alya, jangan egois. Aku lebih baik mati, daripada melihat Mama kenapa-kenapa" kata Rian.


"Biar aku yang mengurus itu. Ayo kita menikah Rian. Jadi nanti kita bisa membuat anak dan kak Syam tidak akan curiga dengan kebohonganku ini. Dan untuk perasaanmu, aku yakin aku bisa membuatmu mencintaiku setelah kita menikah" Kata Alya sambil memegang tangan Rian.


"Aku tidak bisa Alya. Aku yang akan memberitahu kakakmu dengan kebohongan ini" Kata Rian. Alya langsung meletakkan tangannya dan bersujud di depan Rian.


"Aku mohon Rian. Jangan katakan kebohongan ini pada kakakku. Dia pasti akan membunuhku jika mengatakan ini. Aku mohon beri aku waktu 1 bulan saja. Jika kau tidak mencintaiku dalam waktu 1 bulan. Kau bisa menceraikan ku" Kata Alya.

__ADS_1


Rian terdiam sesaat. Dia benar-benar tidak bisa melihat wanita memohon seperti ini di depannya. Tapi dia juga harus tegas, karena ini menyangkut masa depannya.


"Maafkan aku Alya" Kata Rian sambil tertunduk. Alya pun hanya bisa menangis saat ini.


"Haha, terserah kau saja. Tapi aku yakin, kakak ku akan lebih percaya padaku daripada kamu" Kata Alya. Rian diam saja tanpa berniat membalas ucapan Alya. Setidaknya dia pernah berusaha mengungkapkan kebenaran. Terserah jika memang tidak ada yang mempercayainya nanti.


***


Sesampainya di rumah. Syam langsung turun dan menarik tangan Kirana dengan kasar. Kirana hanya diam dan meringis. Karena dia merasa memang salah dan pantas mendapatkan ini. Mengingat perlakuan dan perhatian yang telah Syam berikan saat dia sakit beberapa hari yang lalu, namun dia malah kabur tanpa izin terlebih dahulu.


Syam mengajak Kirana menuruni anak tangga yang gelap tanpa sepatah katapun.


"Kita mau kemana?" Tanya Kirana. Namun Syam hanya dia saja dia terus menarik tangan Kirana kasar menyusuri tangga itu. Kirana meringis kesakitin seiring dengan tarikan tangan Syam yang semakin kuat pada pergelangannya.


"Bruukk" Kirana di dorong kuat oleh Syam saat mereka sampai di sebuah tempat dengan jeruji besi melintang disana. Kirana memegang pergelangan tangannya yang memerah karena cekalan Syam tadi. Hingga sebuah suara mengalihkan perhatiannya.


"Kirana" Suara seorang laki-laki yang sangat Kirana kenal tengah duduk memandangnya dengan beberapa lebam diwajahnya.


"Syam, tolong lepaskan dia. Dia tidak salah. Aku yang telah memintanya untuk mengantarku ke Panti. Tolong lepaskan dia" Mohon Kirana yang membuat Kirana langsung tertawa keras. Dia menunduk kemudian memegang pipi Kirana kuat.


"Aku disini bukan untuk membuatmu memohon seperti ini. Tapi aku ingin kau memberitahumu bahwa laki-laki yang kau sukai itu tengah mengandung anak dari adikku" Kata Syam sambil menekan tangannya di pipi Kirana yang membuat Kirana meringis kesakitan.


"Itu tidak benar Na, Aku berani bersumpah aku tidak pernah menyentuh Alya" Kata Rian.


"Diam kau bajingan!!" Teriak Syam memenuhi ruangan itu. Kirana hanya diam saja. Sungguh, dia tidak sakit hati sama sekali saat mengetahui Rian menghamili Alya. Mungkin rasa kecewa nya pada Rian sudah sangat besar. Jadi dia tidak memperdulikan itu sama sekali. Tadi dia entah mengapa dia lebih sakit hati akan perlakuan Syam padanya sekarang. Dia berpikir bahwa dirinya menyukai Rian dan menariknya kesini hanya untuk membuatnya sakit hati. Hingga setetes air mata keluar membasahi pipinya yang membuat Syam tersenyum sinis.


"Na, Tolong percaya padaku" Kata Rian sambil melihat Kirana.

__ADS_1


"Diam! aku tidak peduli kau mau menghamili siapapun. Kita sudah tidak memiliki hubungan apapun lagi. Aku harap kau bertanggung jawab atas apa yang kau perbuat Rian" Kata Kirana yang membuat Rian dan Syam terdiam.


Syam berpikir sejenak. Mencoba mengerti keadaan sekarang.


"Apa yang tadi aku dengar, apa mereka sudah tidak mempunyai hubungan apapun lagi" Pikir Syam.


"Dan kau Syam, apa maksudmu menyeret ku kesini? hanya untuk memberitahu dia menghamili adikmu? buat apa ha? apa kau berniat membuatku menderita? apa tidak cukup kau mengurungku selama ini? aku beberapa hari ini sudah berpikir untuk menerimamu. Tapi ternyata, haha. Aku terlalu berharap lebih padamu" Kata Kirana kemudian menghapus air matanya kasar yang membuat Syam langsung merasa bersalah.


"Sebentar, aku ingin meluruskan ini dulu. Kalian tidak mempunyai hubungan apa-apa? tapi kenapa kau kabur dengan pria brengsek ini waktu itu?" Kata Syam mencoba menahan Kirana yang ingin pergi.


"Haha, jadi kau cemburu? Kalau ku penasaran sekali, tanyakan saja pada dia. Kenapa aku bisa sampai bersamanya" Kata Kirana kemudian menepis tangan Syam yang sedang memegang tangannya dan berlari sekuat tenaga meninggalkan mereka semua.


Syam terdiam mematung. Dia melihat Rian yang saat ini menatapnya dengan perasaan sedih.


"Iya, aku dan dia memang sudah putus karena adikmu. Waktu itu aku tidak sengaja bertemu dengannya saat kerumah sakit karena ibuku dirawat disana. Aku hanya mengantarnya ke pantai kemudian pulang dan kalian mencegatku di jalan dan berakhir seperti ini" Kata Rian.


Syam yang mendengar penjelasan Rian kemudian berlari mengejar Kirana. Rian menghembuskan nafasnya kasar. Dia sudah tidak mempunyai peluang untuk memperbaiki hubungannya dengan Kirana lagi.


Syam mengejar Kirana, namun Kirana berlari lebih cepat dari yang dia bayangkan. Dia berlari mencari Kirana ke kamarnya, namun dia tidak menemukan Kirana disana.


"Leon!!! apa kau melihat Kirana?" Tanya Syam pada Leon saat melihatnya baru datang bersama Luna.


"Tidak tuan, kami baru pulang mencari tuan muda. Tapi tuan muda sudah ada disini. Ada apa?" Tanya Leon.


"Kirana menghilang lagi, cepat cari dia" Kata Syam.


Leon dan Luna mendengus pelan, "Nona, menghilang terus, dia kembali saja kami tidak tahu" Batin Leon.

__ADS_1


"Aku mendengarnya Leon, cepat temukan dia, aku tidak mau tahu" Kata Syam. Leon dan Luna pun pergi lagi untuk mencari Kirana. Sedangkan Syam saat ini tengah duduk sambil meremas rambutnya mencoba berpikir keras kira-kira kemana Kirana pergi. Dia harus meminta maaf karena kebodohannya. Dia pun mengingat sebuah cctv di rumahnya. Tanpa basa basi dia berlari menuju ruang monitor CCTV.


-Bersambung-


__ADS_2