
Setelah meninggalkan rumah Kirana, Syam terlihat frustasi. Beberapa kali dia marah-marah tidak jelas bahkan ketika ditanya oleh Leon tentang kemana tujuan mereka setelah ini, dia langsung memarahi Leon dan mengatai Leon bodoh sekali.
"Tuan menjadi lebih sensitif" Batin Luna yang saat ini duduk disamping kemudi.
"Kita pulang saja. Aku sangat lelah" Kata Syam.
"Baik tuan" ucap Leon sambil terus menatap kedepan.
"Dan kau Luna. Mulai hari ini aku tugaskan kau untuk mengawasi Kirana. Aku tidak ingin mendengar kabar Kirana bersama laki-laki lain. Mengerti" Kata Syam yang langsung dibalas anggukan oleh Luna.
"Mengerti tidak!" ucap Syam kesal.
"Mengerti tuan" Kata Luna sambil memegang dadanya.
"Belum sejam ditinggal nona, aku sudah sangat merindukannya" batin Luna.
Disisi lain, Kirana tengah duduk sendiri di kamarnya sambil memandang foto Syam kecil di Hp nya yang sengaja dia ambil saat mengunjungi Panti asuhan beberapa hari yang lalu. Setelah kepergian Syam, Kirana langsung berlari ke kamarnya dan mengunci dirinya disana. Menangis sejadi-jadinya sebagai bentuk pelampiasan terhadap perasaannya saat ini.
__ADS_1
"Kenapa seperti ini. hiks. Kak Syam. hiks" ucap Kirana sesegukan sambil terus menghapus air matanya.
Sofi yang mendengar tangis Kirana memegang dadanya menahan rasa sakit karena merasa bersalah. Dia juga merasa sedih melihat Kirana sedih seperti itu. Namun, dia juga ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya.
"Maafkan Mama Na. Mama melakukan ini karena mama sayang banget sama kamu. Mama tidak ingin kamu berakhir seperti Mama karena terlalu percaya dengan laki-laki namun pada akhirnya dikhianati" Batin Sofi dengan air mata yang sudah menetes membasahi pipinya.
***
Syam tengah duduk di meja kerjanya sambil memandangi foto-foto Kirana. Belum sehari berpisah dengan Kirana, dia sudah sangat merindukannya. Dipandangi foto itu satu persatu hingga dia mengingat kotak kecil yang diberikan pak Surya padanya sebelumnya. Dia pun langsung mengambil kotak kecil yang sudah dipindahkan ke lemari kerjanya.
"Aku bahkan lupa membuka kado ini" batin Syam kemudian langsung membuka kotak tersebut. Saat membukanya dia langsung melihat amplop kecil yang dia yakini berisi surat ucapan selamat ulang tahun. Dia langsung mengambil dan menyisihkannya untuk melihat isi dari kotak itu lagi. Dia menemukan sebuah foto masa kecilnya bersama perempuan yang dia pajang di kamar ruangannya.
"Jadi aku mengenal Kirana sejak kecil? Tapi kenapa aku tidak ingat sama sekali tentang gadis ini. Bukannya papa mengatakan jika dia sepupuku yang sudah meninggal. Apa maksud semua ini?" kata Syam kemudian berpikir keras mencoba mengingat kembali masa lalunya. Namun dia sama sekali tidak mengingatnya.
Dia melihat amplop yang tadi bersama foto itu kemudian membukanya.
To : My strongest Child
__ADS_1
Happy birthday anak terkuat papa. Jika kamu membaca surat ini berarti kamu sudah melihat foto-foto masa kecilmu bersama Kirana. Maafkan aku karena membohongimu dulu dan menyimpan semua ini darimu. Aku pikir ini waktu yang tepat untuk memberitahumu.
15 tahun yang lalu. Kalian mengalami kecelakaan akibat tabrak lari dan mengalami benturan keras di kepala kalian sehingga menyebabkan kalian berdua amnesia. Papa sangat marah saat itu. Papa mencoba menyelidiki siapa yang telah mencoba menabrak kalian. Ternyata dia adalah suruhan mamamu. Tanpa pikir panjang Papa langsung mencari mamamu. Tapi dia menghilang tanpa jejak dan sampai sekarang papa belum berhasil menemukannya. Dari informasi yang papa dapatkan, mamamu masih hidup dan sedang menyusun rencana untuk menyakitimu lagi. Mamamu melakukan itu karena ingin membalas dendam pada papa.
Papa takut jika mamamu tiba-tiba datang dan menyakitimu lagi. Papa pun memutuskan untuk pindah ke luar negeri dan memisahkan kalian berdua. Namun, Papa tahu kalian tidak bisa dipisahkan. Kamu terus merengek untuk kembali ke Indonesia tanpa alasan jadi saat umurmu 17 tahun, kita kembali lagi ke Indonesia.
Papa mencoba mencari Kirana lagi karena setiap melihatmu Papa selalu mengingat Kirana. Papa juga merasa bersalah padanya, karena mamamu dia juga ikut mengalami kecelakaan itu. Setelah lama mencari, akhirnya papa menemukannya dan dia diadopsi oleh seorang wanita penggoda bernama Sofi. Papa langsung meminta seseorang mengawasi Kirana hingga bersama denganmu lagi seperti sekarang.
Papa harap kamu memaafkan papa. Papa sudah menganggap Kirana sebagai anak papa sendiri. Papa berharap kamu tidak menyakitinya. Ini hadiah dari Papa dan maafkan Papa karena membohongimu selama ini. I love You.
Salam hangat
Your Handsome Dad
Setelah membaca surat itu. Syam langsung memegang kepalanya karena tiba-tiba merasakan nyeri hebat dikepalanya.
"Aaaa" teriak Syam sambil menarik rambutnya.
__ADS_1
Sekelabat kenangan masa kecil nya mulai muncul seiring dengan kepalanya yang semakin sakit.
-Bersambung-