
Hari ini Syam terlihat pulang ke rumahnya lebih awal. Dia langsung menemui Kirana yang sedang bersiap-siap di kamarnya. Syam tersenyum saat melihat Kirana tengah merapikan rambutnya. Melihat pantulan Syam dibelakangnya membuat Kirana langsung menoleh.
"Kak Syam sudah pulang?" Tanya Kirana dengan senyuman yang mengembang. Syam mengangguk kemudian mendekati Kirana dan memeluknya dari belakang.
"Kau cantik sekali, tapi aku tidak suka jika kau secantik ini dan dilihat orang lain" Kata Syam sambil mencubit pipi Kirana kemudian menghapus lipstik tipis yang baru di oleh Kirana di bibirnya.
"Hey, kenapa kamu menghapusnya?" protes Kirana karena dia terlihat lebih pucat sekarang.
"Aku tidak suka kecantikanmu dilihat orang lain. Kau milikku, jadi hanya aku yang boleh menikmati kecantikanmu" Kata Syam sambil menempelkan dagunya pada bahu Kirana.
"Ish, Kau egois sekali. Sejak kapan aku milikmu? aku milik diriku sendiri. Kau saja masih menggantung hubungan kita" Kata Kirana kemudian mencoba melepaskan pelukan Syam. Namun Syam tidak mau melepaskannya, malah semakin memepererat pelukannya.
"Maksudmu menggantung hubungan apa?" Tanya Syam pura-pura tidak mengerti.
"Sudahlah, kau mandi sana. Kau bau sekali. Bukannya kau berjanji untuk mengantarku menemui mana" Kata Kirana dengan wajah kesal.
"Kau mengusirku?" Tanya Syam dengan raut wajah dibuat sedih.
"Ish, menyebalkan sekali" Batin Kirana karena dia mulai merasa bersalah.
"Aku tidak mengusirmu kak Syam. Aku hanya memintamu untuk mandi. Jadi lepaskan tanganmu di pinggangku. Kalau tidak, kita tidak akan berangkat-berangkat nanti" kata Kirana dengan nada selembut mungkin.
Syam tersenyum kemudian mencium pucuk kepala Kirana.
__ADS_1
"Baiklah, aku mandi dulu ya. Jadi tunggu aku. Ingat jangan menggunakan lipstik itu lagi" ucap Syam yang langsung dibalas anggukan oleh Kirana
"Bertindak semaunya saja" batin Kirana.
***
Saat ini, Kirana tengah berdiri di gerbang depan rumahnya. Memencet bel beberapa kali hingga sebuah suara sautan dari dalam membuatnya langsung tersenyum.
"Siapa?" Teriak Sofi sambil berjalan ke gerbang rumahnya. Dia belum menyadari siapa yang datang karena dia bergegas untuk membukakan gerbang.
"Mama" ucap Kirana lirih yang membuat Sofi langsung melihat siapa tamunya. Dia begitu terkejut ketika melihat anak yang begitu dirindukannya sedang berdiri di depannya. Tanpa basa-basi dia langsung memeluk Kirana erat dan menumpahkan segala kerinduannya selama ini, begitu pun Kirana. Dia memeluk mama nya erat, hingga air matanya tidak terbendung llagi dan membasahi baju Sofi.
"Sayang, Mama sangat merindukanmu" Kata Sofi sambil mencium pipi kiri dan kanan Kirana bergantian kemudian memeluk Kirana lagi.
Luna dan Leon terlihat mengusap mata mereka yang mulai berair karena terharu melihat kedekatan ibu dan anak di depannya. Sedangkan Syam hanya diam tanpa ekspresi. Dia pun kemudian mendekati Kirana.
"Hmmm" dehem Syam yang membuat Ibu dan anak itu melepaskan pelukannya
"Dia siapa?" Tanya Sofi pada Kirana.
"Dia kak Syam Ma. Yang bersamaku selama ini" Kata Kirana yang membuat Sofi langsung menatap tajam pada Syam.
"Owh dia pengusaha muda terkenal itu. Anak dari pak Surya yang menculikmu itu?" Kata Sofi sambil menatap Syam kesal.
__ADS_1
"Mau apa kau kemari? Kau pikir aku takut padamu. Aku sudah tidak takut lagi padamu. Mulai sekarang, aku akan berusaha melindungi anakku" Kata Sofi sambil menarik Kirana untuk berada dibelakangnya. Syam terlihat bingung harus merespon apa, karena ini diluar dari ekspektasinya. Dia lupa jika dulu pernah mengancam Sofi melalui Leon.
Kirana hanya tersenyum melihat ekspresi Syam dan tingkah Mamanya.
"Kau pergilah, jangan injakkan kakimu di rumahku" Bentak Sofi yang membuat raut wajah Syam langsung terlihat sedih. Karena tujuannya datang ke rumah Sofi untuk melamar Kirana. Namun, ternyata yang terjadi diluar ekspektasinya. Hubungan malah tidak direstui.
"Ma" Panggil Kirana sambil memegang tangan Sofi lembut. Sofi langsung melihat Kirana.
"Iya sayang" kata Sofi sambil tersenyum lembut. Berbeda sekali dengan saat menghadapi Syam tadi.
"Kak Syam orang baik Ma. Dia tidak jahat sama Kirana. Sekarang Kita masuk dulu ya. Kirana akan ceritakan di dalam. Masak mama biarkan tamu berdiri di luar seperti ini. Bukannya mama bilang tamu adalah raja" Kata Kirana yang membuat Sofi langsung terdiam memikirkan perkataan Kirana dan kemudian membenarkan perkataan anaknya.
"Baiklah, Ayo masuk" Kata Sofi namun tetap dengan tatapan sinis melihat Syam dan Leon.
Sofi langsung mengajak Kirana masuk dan diikuti Syam, Leon dan Luna di belakangnya.
"Kak Syam, Kak Luna dan Kak Leon duduk lah dulu disini. Kirana mau berbicara sama mama dulu ya" Kata Kirana yang kemudian dibalasnya anggukan oleh ketiganya.
Setelah kepergian Kirana dan mamanya Syam langsung menghempaskan tubuhnya di sandaran Sofa sambil memijat dahinya.
"Mamanya nona ternyata galak sekali ya? Baru pertama kali aku melihat tuan kena marah seperti itu tapi tetap diam" bisik Luna pada Leon.
"Diam. Nanti Tuan muda dengar. Kau tau kan apa yang akan terjadi jika tuan muda marah" Kata Leon yang membuat Luna langsung menutup mulutnya.
__ADS_1
-Bersambung-