Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif

Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif
Dendam yang masih ada


__ADS_3

"Terima kasih kak" ucap Kirana pada Luna setelah mengantarnya ke rumah.


"Sama-sama nona" Kata Luna kemudian pergi meninggalkan rumah Kirana.


Setelah kepergian Luna, Kirana langsung masuk ke rumahnya. Namun langkahnya terhenti saat mendengar suara mobil berhenti saat suara langkah seseorang terdengar dibelakangnya.


"Rian" ucap Kirana sesaat setelah melihat siapa yang datang. Rian tersenyum kemudian mendekati Kirana. Kirana yang merasa pergerakan aneh dari Rian langsung bergerak mundur.


"A-apa yang kau lakukan disini?" Tanya Kirana. Namun Rian hanya diam dan terus berjalan mendekat. Kirana mulai ketakutan karena Rian terus mendekat dengan wajah datar.


"Ri-rian, a-apa yang mau kau lakukan?" Tanya Kirana dengan tangan yang sudah bergetar. Hingga sebuah suara mengalihkan pandangan mereka.


"Kau sudah pulang Na" Ucap Sofi saat melihat Kirana di depannya.


"Mama" ucap Kirana kemudian berlari memeluk Sofi dengan tangan yang bergetar.


"Hey, ada apa?" Tanya Sofi dengan wajah bingung.


"Aku takut Ma" Ucap Kirana sambil menunjuk ke arah tempat Rian berada tadi tanpa melihatnya.

__ADS_1


"Hey ada apa? tidak ada siapapun disini" ucap Sofi yang membuat Kirana langsung melihat ke arah tangannya menunjuk. Kirana begitu terkejut karena memang tidak ada siapa-siapa disana.


"Lalu siapa yang aku lihat tadi" batin Kirana.


"Sudahlah, mungkin itu halusinasimu saja. Oya, bagaimana dengan temanmu, apa sudah baikan?" Tanya Sofi.


"Sudah Ma. Ma aku lapar" Kata Kirana mencoba mengalihkan pembicaraan karena tidak mau berbohong lebih jauh.


"Ya sudah, sana makanlah. Mama sudah masak lauk kesukaanmu" Kata Sofi yang membuat Kirana bersorak gembira dan berlari ke dapur. Sedangkan Sofi hanya menggeleng melihat kelakuan anaknya. Sebenarnya dia terganggu dengan ucapan Kirana tadi karena memang tadi dia melihat ada sedikit bayangan di balik pohon. Namun dia berusaha berpikir positif kemudian menutup pintu rumahnya.


***


Lora tersenyum saat mengetahui Kirana kembali lagi ke rumahnya dalam keadaan baik-baik. Bahkan yang membuat sangat marah sekarang karena mengetahui keponakannya memiliki perasaan pada Kirana.


"Jika sudah seperti ini, akan sangat sulit untuk ku mencelakai mereka" Kata Lora lagi sambil menendang barang-barang yang berserakan.


Mendengar keributan dari kamarnya, Andre yang baru pulang dari kantor langsung berlari ke kamarnya. Dia takut terjadi apa-apa disana.


"Ada apa ini?" Tanya Andre karena melihat kamarnya seperti kapal pecah. Melihat Andre yang baru datang membuat Lora kelabakan, pasalnya jika Andre tahu apa yang dilakukannya selama ini bisa-bisa dia akan diceraikan.

__ADS_1


"K-kau sudah pulang?" Tanya Lora yang terllihat mulai panik.


"Tentu, jawab aku, kenapa kamar berantakan seperti ini?" Tanya Andre dengan sedikit meninggikan suaranya.


"Aku sedang mencari sesuatu" ucap Lora berkilah. Namun sepertinya Andre tidak mempercayainya. Dia yakin sekali ini bukan akibat dari mencari sesuatu barang, tapi memang sengaja dilempar karena barang-barang bertebaran kemana-mana.


"Kau mencari apa?" Tanya Andre kemudian mendekati Lora.


"Eeehhh, a-aku mencari.... mencari anting keyanganku" ucap Lora asal.


"Bukannya kau sedang memakainya sekarang?" ucap Andre sambil menaikkan satu alisnya yang membuat Lora terdiam beberapa saat.


"Astaga, benarkah? aku sepertinya sudah semakin tua. Aku bahkan lupa jika aku sedang memakinya. Kalau begitu aku akan meminta bubuk membersihkan ini" Kata Lora berniat untuk pergi namun tangannya langsung dicegat oleh Andre.


"Apa yang sedang kau rencanakan? apa rencanamu gagal lagi?" Tanya Andre karena sudah tahu watak istrinya.


"Apa yang kau katakan? aku tidak mengerti" kata Lora yang membuat Andre kesal.


"Baiklah, jika kau tidak ingin memberitahuku, tapi jika ini menyangkut Sofi, aku tidak segan-segan akan menceraikan dan meninggalkanmu. Bukannya kita sudah membuat perjanjian. Jika kau melanggarnya, aku pastikan kau tidak akan bisa bertemu denganku lagi" Kata Andre kemudian melepaskan tangan Lora dan berlalu pergi.

__ADS_1


"Sial, aku tidak akan melepaskanmu Sofi" kata Lora dengan amarah yang semakin membara.


-Bersambung-


__ADS_2