
"Ma" ucap Kirana yang saat ini melihat Sofi hanya terdiam melihat Syam.
"Apa kau serius dengan apa yang kau ucapkan tadi?" Tanya Sofi yang langsung di balas anggukan mantap oleh Syam.
"Kau tau anakku baru lulus SMA, kau tahu dia masih bertingkah kekanakan? dan kau tahu siapa dirimu? dan kau tahu bahwa kau pernah menculik anakku bukan?" Tanya Sofi dengan suara yang meninggi.
"Untuk bagian itu, aku benar-benar minta maaf" ucap Syam.
"Kau sudah tahu kesalahanmu, tapi kau tanpa tahu malu datang kesini untuk melamar anakku?" Ucap Sofi yang membuat Syam langsung terdiam.
"Ma" ucap Kirana sambil memegang tangan mamanya.
"Masuklah" Ucap Sofi yang membuat Kirana langsung menggeleng.
"Tidak ma, aku mencintainya, tolonglah restui kami" ucap Kirana yang kemudian berjongkok di depan mamanya.
"Masuk Kirana" ucap Sofi sambil menghapus air matanya.
"Tidak Ma" ucap Kirana kemudian bangkit dan memeluk Syam.
Sofi menghembuskan nafasnya berat sambil menurup matanya. Mencoba menetralkan emosinya.
"Baiklah, demi kamu, mama akan menyetujui pernikahan kalian. Tapi, ada syaratnya" Kata Sofi yang membuat Kirana langsung melihat Sofi dan melepaskan pelukannya dari Syam.
"Mama serius?" Tanya Kirana dengan wajah yang berseri-seri.
Sofi mengangguk. Kirana pun langsung mendekati Sofi dan memeluknya erat.
__ADS_1
"Terima kasih Ma, i love you" ucap Kirana dengan antusias.
"I love you too" ucap Sofi sambil memeluk Kirana dengan air mata yang sudah menetes.
"Terima kasih" ucap Syam sambil melihat Sofi. Namun Sofi hanya diam saja. Syam sangat mengerti apa yang dirasakan Sofi, untuk itulah dia hanya membalas dengan senyuman.
***
1 bulan berlalu
hari ini adalah hari pernikahan Kirana dan Syam. Kirana terlihat begitu cantik dengan balutan baju pengantin putih. saat ini dia ditemani dengan Sofi di ruang make up.
"Ma, kenapa menangis?" Tanya Kirana.
"Mama tidak menyangka kamu akan menikah secepat ini, mama belum siap pisah denganmu" ucap Sofi yang membuat Kirana langsung membelai tangan mamanya lembut.
"Tidak sayang. Mama tidak bisa meninggalkan rumah Mama. Karena terlalu banyak kenangan mama disana. Tapi, kamu harus berjanji ya untuk selalu datang mengunjungi mama" ucap Sofi sambil menghapus air matanya.
"Iya Ma, pasti. Kirana sayang mama" ucap Kirana kemudian memeluk Sofi erat.
Beberapa saat setelah lama berpelukan, tiba-tiba seseorang meminta pengantin untuk bersiap, karena acara sudah akan dimulai.
Kirana langsung berdiri dari tempat duduknya dan memegang dadanya.
"Ma, Kirana kenapa gemeteran begini" ucap Kirana. Sofi hanya tersenyum kemudian memegang tangan Kirana sambil mengusapnya pelan.
"Bukan kamu yang membaca ijab kabul, kenapa malah kamu Yaang gemeteran" ucap Sofi sambil mengusap tangan Kirana. Karena sejak kecil, itu cara Sofi untuk menenangkan Kirana.
__ADS_1
"Aku juga tidak tahu Ma. hehe" ucap Kirana.
"Ya sudah. Bagaimana sekarang. sudah baikan?" tanya Sofi.
"Iya Ma. sudah lumayan tenang" ucap Kirana.
"Ya sudah ayo. calon suamimu pasti sedang menunggu" ucap Sofi yang langsung dituruti oleh Kirana.
Setelah itu mereka keluar menuju tempat ijab kabul. Beberapa tamu undangan terlihat terpesona melihat Kirana. Tak terkecuali Syam yang saat ini menatap Kirana dengan senyum mengembang di wajahnya.
"Kamu cantik sekali" ucap Syam saat Kirana duduk di sampingnya.
"Kau baru tahu?" Ucap Kirana yang membuat Syam ingin tertawa. Namun di sadar kalau itu bukan tempat yang tepat.
"Bagiamana? apa kita sudah bisa mulai?" ucap penghulu yang diiyakan oleh Syam dengan mantap.
"Saya nikahkan dan kawinkan......." ucap penghulu.
"Saya terima nikah dan kawinnya......" ucap Syam mantap.
setelah itu terdengar kata Sah dari semua tamu undangan yang membuat Syam dan Kirana langsung bernafas lega.
-Tamat-
Untuk kelanjutannya, bagaimana Kirana dan Syam nanti setelah menikah. Dan apa saja yang akan mereka hadapi, termasuk tantangan dari Jenny dan Lora yang pastinya akan seru banget. Akan aku buat versi novel lainnya ya.
Terima kasih karena sudah membaca novel ini. Author sedang istirahat nulis dulu ya, karena sedang banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Jadi, daripada ditunggu-tunggu, yang malah nanti membuat kalian berharap😿. Jadi aku tamatin saja novel ini ya. Sekali lagi, Terima kasih semuanya❤️.
__ADS_1