
Hari ini adalah hari pernikahan Rian dan Alya. Alya terlihat begitu antusias, dia terus tersenyum sambil memandang pantulan dirinya dicermin yang sudah menggunakan gaun pengantinnya saat ini.
"Bagaimana penampilanku Tan?" Tanya Alya pada Lora.
"Keponakanku cantik sekali, Tante pangling lihatnya" Kata Lora sambil mengusap matanya yang sedikit berair.
"Makasi Tante, Tante kenapa nangis?" Tanya Alya kemudian memegang tangan Lora.
"Tante terharu, sepertinya kemarin Tante mengantarmu ke sekolah, sekarang kamu sudah menikah saja" Kata Lora dengan air mata yang sudah tidak bisa dibendung lagi yang membuat Alya langsung memeluknya.
"Tante jangan menangis begitu. Nanti Alya juga ikut sedih. Alya terima kasih banget sama Tante karena sudah menjadi Mama buat Alya selama ini. Alya sayang banget sama Tante" Kata Alya.
"Sudah-sudah, Nanti make up kamu luntur. Sekarang ayo kita keluar, suamimu pasti sudah menunggumu disana." Kata Lora yang langsung dibalas anggukan oleh Alya.
Disisi lain, Syam sedang berdiri menunggu Kirana dimobilnya. Dia berencana mengajak Kirana ke pernikahan Alya. Dia sengaja menjemput Kirana sehingga mereka akan terlihat datang bersama saat acara pernikahan adeknya. Dia ingin menunjukkan pada Rian dan semua orang bahwa Kirana adalah miliknya.
"Aku harap Kau tidak akan mengganggu Kirana lagi. Bisa-bisanya kau menemui Kirana disaat kau sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan dengan adekku. Kau belum tahu saja kau berurusan dengan siapa" Kata Syam dengan senyum liciknya.
Setelah lama menunggu, akhirnya Kirana keluar bersama dengan Sofi disampingnya. Syam terdiam beberapa saat karena begitu takjub melihat kecantikan Kirana. Kirana saat ini menggunakan gaun berwarna merah muda dengan riasan natural dan rambut yang sedikit terikat kebelakang dengan pita putih.
"Hmmmm" Ucap Kirana karena melihat Syam yang terdiam mematung.
__ADS_1
Syam tersenyum kemudian membukakan pintu mobil untuk Kirana.
"Masuklah" ucap Syam yang langsung dibalas anggukan oleh Kirana.
"Hati-hati nak" ucap Sofi.
"Iya Ma, Kirana berangkat dulu ya" Kata Kirana kemudian mencium tangan Sofi. Saat Syam ingin mencium tangan Sofi juga. Sofi langsung menarik tangannya dan mengalihkan pandangannya.
"Pergilah" Kata Sofi kemudian berlalu pergi masuk ke dalam rumahnya.
Kirana dan Leon yang berada di dalam mobil langsung terkekeh melihat Syam diabaikan oleh Sofi.
"Diamlah kau" Kata Syam sambil menatap Leon kesal kemudian masuk ke mobil dan duduk disebelah Kirana.
Saat diperjalanan, Syam terus memandangi Kirana yang membuat Kirana risih karenanya.
"Jangan memandangiku terus, aku tahu aku cantik" Kata Kirana namun tetap memandang lurus ke depan mengamati jalanan tanpa melihat Syam sedikitpun yang membuat Syam kesal.
Syam langsung menggeser duduknya dan memeluk pinggang Kirana erat yang membuat Kirana mau tidak mau harus melihat ke arah Syam.
"Hey, mau apa?" Tanya Kirana saat Syam tiba-tiba memajukan dan memiringkan kepalanya.
__ADS_1
"Aku ingin menghapus lipstikmu itu. Aku sungguh tidak rela melihat kau tampil cantik di depan orang lain" Ucap Syam yang membuat Kirana sontak mendorong Syam dan menutup mulutnya.
Syam tidak menyerah, dia malah makin menarik tubuh Kirana hingga menempelkan tubuh mereka.
"Hey, kalau kau menghapus lipstikku, aku akan seperti mayat hidup disana. Kau mau berjalan dengan mayat hidup?" Ucap Kirana tanpa melepaskan tangannya dimulutnya sekarang.
"Aku tidak peduli, karena kau seperti apapun, kau tetap cantik dimataku" Kata Syam.
Leon yang melihat perdebatan antara keduanya hanya bisa menggeleng karena tidak habis pikir dengan bosnya yang begitu posesif.
"Aku tetap tidak mau. Jika aku kesana dengan wajah pucat bisa-bisa orang akan berpikir aku telah disiksa olehmu. Selain itu, ini juga pernikahan mantan kekasihku. Jika aku kesana dengan wajah lusuh, dia akan berpikir aku menangisi pernikahannya dan belum bisa move on" Kata Kirana.
"Benar yang dikatakan Nona tuan" kata Leon menimpali.
"Diam kau, jangan ikut campur. Hmmm, baiklah. Kali ini aku akan membiarkannya. Tapi nanti kau jangan jauh-jauh dariku. Jika sampai aku melihat ada laki-laki yang mendekatimu atau kau dekat dengan laki-laki disana. Aku pastikan laki-laki itu akan mati ditempatnya" Kata Leon yang membuat Kirana bergidik ngeri namun langsung mengangguk setuju.
"Posesif sekali" Batin Kirana.
-Bersambung-
Maaf ya semuanya. Kemarin aku nggk Update karena ada beberapa pekerjaan mendesak. Semoga suka ya ceritanya,
__ADS_1
happy reading