
Sesampainya di rumah utama. Syam langsung turun dan masuk ke rumah. Meninggalkan Kirana yang masih memandangnya bingung.
"Bukannya dia bilang ingin menghukum ku. Ada apa dengannya?" batin Kirana.
" Sepertinya tuan marah sekali nona" kata Leon yang saat ini sudah membukakan pintu mobil untuk Kirana.
"Terima kasih kak Leon" kata Kirana kemudian menyusul Syam tanpa berniat membalas ucapan Leon tadi.
Saat sampai di dalam rumah. Dia langsung mencari keberadaan Syam. Namun dia tidak menemukannya sama sekali.
"Mungkin dia berada di ruang kerjanya" kata Kirana sambil menghembuskan nafas nya berat kemudian pergi ke kamarnya untuk beristirahat.
Dia langsung ke kamar mandi untuk berendam. Berharap bisa melupakan masalah ini segera. Walaupun memang tidak dipungkiri dia sedang dipenuhi rasa bersalah.
Selesai mengisi air di bathtub, dia langsung masuk dan berendam disana. Kemudian memejamkan matanya. Namun bukannya tenang. Bayangan Syam yang menatapnya kesal bahkan sampai mendiaminya tadi terus muncul dikepalanya.
"Lebih baik dia memakiku dari pada dia diam seperti ini" ucap Kirana kemudian menghentakkan kakinya di sisi bathtub yang membuat air di bathtub tumpah.
__ADS_1
Disisi lain, Syam juga sedang melakukan hal yang sama. Dia sedang berendam di kamarnya. Ini pertama kalinya setelah Kirana muncul karena dia selalu memilih mandi dan berdiam lama di kamar Kirana.
"Aku harus berendam sebentar" ucap Syam dan kemudian memejamkan matanya.
Bukannya tenang, bayangan kita malah muncul lebih jelas. Hal ini pun membuat Syam langsung berdiri dan memasang handuknya.
"Aku tidak bisa seperti ini" ucap Syam kemudian berjalan keluar meninggalkan kamarnya. Dia berjalan ke arah kamar Kirana. Langsung membuka pintu dan keras untuk mencari Kirana.
Namun di tidak menemukan Kirana disana. Dia hanya melihat pintu kamar mandi sedikit terbuka dan tanpa menunggu lama dia langsung masuk ke kamar mandi.
Kirana yang sadar siapa yang sedang di depannya langsung berteriak.
"Haaaaaaa" teriak Kirana memecah ruangan. Namun Syam respect langsung membungkam mulut Kirana dengan tangannya. Hingga membuat Kirana terdiam seketika.
Jantung mereka berdetak lebih cepat dari biasanya. Beberapa kali Syam mencoba menelan ludahnya namun terasa sangat sulit. Tatapannya tidak beralih dari wajah Kirana dan bagian dada Kirana yang tengah ditutup Kirana saat ini. Hingga dia tersadar dan langsung berpaling.
"pakailah handukmu" ucap Syam kemudian berlalu meninggalkan Kirana yang masih mematung.
__ADS_1
Kirana langsung berlari mengambil handuk dan melilitkannya ke tubuhnya.
"Aku harus menahannya, tolonglah jangan bereaksi seperti ini" ucap Syam sambil terus meminum air di meja berharap tubuhnya tenang.
Selang beberapa lama, Kirana terlihat keluar dengan handuk yang melilit di tubuhnya.
Syam yang melihat Kirana keluar seperti itu kembali bereaksi. Dia memalingkaan wajahnya dan kembali meminum air putih di depannya.
"Pakai bajumu" kata Syam.
"Bajuku di lemari pakaian. Kau keluarlah dulu. Kau juga hanya memakai handuk masuk kesini. Apa kau tidak kedinginan?" ucap Kirana sinis yang membuat Syam langsung menatap dirinya yang memang bertelanjang dada.
Tanpa berbicara, dia langsung berjalan keluar meninggalkan Kirana.
Setelah Syam keluar, Kirana langsung berlari menutup dan mengunci pintu. Kemudian memegang dadanya, mencoba menetralkan jantungnya.
"Bisa-bisanya dia masuk tanpa mengetuk pintu. Hampir saja terjadi hal yang tidak diinginkan tadi" ucap Kirana.
__ADS_1