
There goes My Heart beating....🎶
Kirana mulai melantunkan lagu tersebut dihadapan semua tamu undangan. Rian yang saat ini tengah duduk tidak jauh dari Kirana langsung memusatkan matanya pada Kirana. Bahkan dia mengabaikan seorang tamu yang sedang mengucapkan selamat padanya.
Dilain sisi, Lora dan Jenny yang berada tidak jauh dari podium tengah mengepal tangannya kesal. Jenny yang berniat menjebak Kirana tapi gagal dan Lora yang begitu kesal karena melihat Kirana datang ke acara pernikahan keponakannya. Berbeda sekali dengan Surya dan Gladis yang terlihat tersenyum melihat Kirana yang tengah bernyanyi dan tampil cantik di atas podium. Sedangkan Alya sedang sibuk menerima ucapan selamat dari beberapa tamu undangan.
"Kenapa aku harus bernyanyi di pernikahan mantan seperti ini, tapi ya sudahlah, aku bernyanyi juga bukan untuk dia" batin Kirana kemudian melanjutkan lagunya.
Cause you're the reason🎶
Ucap Kirana dengan mata yang langsung mengarah ke Syam. Syam hanya terdiam di tempatnya karena sedang menahan jantung yang terus berdetak kencang seiring dengan lantunan lagu 'You're the reason' yang dinyanyikan oleh Kirana. Apalagi tatapan Kirana sekarang terus mengarah kepadanya. Entah iitu karena perasaan kagum atau kesal dengan tatapan semua laki-laki yang mengarah pada Kirana sekarang. Semua terasa campur aduk. Ingin sekali dia menarik tangan Kirana sekarang turun dari tempat itu, tapi dia masih memikirkan perasaan adik dan papanya.
"Siapa dia? cantik sekali? suaranya apalagi, benar-benar bikin meleleh" Kata Aldo yang baru saja datang sambil menyenggol tangan Syam. Hal itu semakin menyulutkan emosi dan perasaan cemburu Syam saat ini.
__ADS_1
"Jika dia turun nanti, aku akan langsung mengajaknya berkenalan dan meminta nomornya" Kata Aldo.
"Diamlah, dia milikku" ucap Syam sambil menatap Aldo kesal. Sebenarnya dia ingin menarik kerah Aldo dan menghajarnya sampai habis sekarang. Tapi sekali lagi dia mencoba menahan emosinya demi keluarganya.
"Hahaha, sejak kapan kau menyukai wanita? palingan sebentar lagi kau akan menerlantarkannya, kenapa kau tidak berikan saja dia padaku?" kata Aldo, yang membuat rahang Syam mengeras karena amarah yang semakin memunca. Dia mengepal tangannya keras mencoba mengendalikan emosinya. Hingga dia sudah tidak tahan lagi.
"Jangan bermimpi" Kata Syam kemudian berjalan ke atas podium dan meraih tangan Kirana kemudian menariknya turun dari atas panggung secara paksa yang membuat perhatian semua orang langsung tertuju pada mereka berdua.
"Drama apa lagi ini" ucap Alya yang melihat tingkah kakaknya.
"Jalang" ucap Jenny dan Lora serempak.
"Hey, jangan tarik-tarik aku seperti ini. Orang-orang sedang melihat kita" ucap Kirana yang membuat Syam langsung berhenti. Kirana bernafas lega karena Syam menuruti perkataannya. Namun belum sedetik dia berpikir seperti itu, Syam langsung beralih menggendongnya yang membuat sorak riuh dari tamu undangan.
__ADS_1
"Astaga" ucap Kirana kemudian menutup wajahnya karena malu.
"Haha, sepertinya anakku sudah menemukan cintanya" ucap Surya pada rekan bisnisnya tanpa berniat menghentikan anaknya.
Syam kemudian langsung membawa Kirana masuk ke mobilnya dan menghempaskan tubuh Kirana disana.
"Aw" rintih Kirana saat tangannya terbentur lagi di besi sabuk pengaman.
Syam langsung masuk ke mobil dan diikuti oleh Leon. Kemudian menutup pintu kasar. Dia sudah tidak memperdulikan orang-orang yang sedang melihat dan membicarakannya sekarang.
"Kita mau kemana tuan?" Tanya Leon.
"Ke rumah utama" Kata Syam yang membuat mata Kirana membulat seketika.
__ADS_1
-Bersambung-