Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif

Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif
Drama Alya


__ADS_3

"Na" Panggil Rian saat Kirana sudah turun dari mobil. Kirana langsung balik badan dan melihat Rian yang saat ini di dalam mobil.


"Oya, aku lupa bilang makasi ya, ya udh, makasi" Kata Kirana sambil tersenyum masam.


"Hati-hati ya, kalau butuh bantuan, kamu bisa telpon aku" Kata Rian sambil tersenyum manis. Kirana tersenyum masam kemudian balik badan lagi.


"Kamu urus saja pacar baru mu. Dan tenang saja, aku bisa menjaga diriku baik-baik, bye" kata Kirana kemudian berlalu pergi meninggalkan Rian yang menatap kepergiannya dengan sendu.


"Aku tidak tahu apa yang sedang kamu rencanakan Na, tapi apapun itu, aku harap kamu selalu bahagia" Kata Rian kemudian melajukan mobilnya meninggalkan panti asuhan.


***


Syam membanting semua yang ada di depannya, dia terlihat begitu marah, apalagi saat bayang-bayang Kirana sedang tersenyum dengan laki-laki lain mulai muncul di kepalanya.


"Bagaimana? apa kau sudah menemukannya?" Tanya Syam saat melihat Leon muncul dihadapannya.


"Belum tuan, kami tidak menemukan nona bersama laki-laki itu, tapi laki-laki yang bersama nona tadi sudah kami tangkap" Kata Leon.


"Bawa dia kehadapanku segera" Kata Syam dengan tangan yang sudah dikepal kuat. Dia sudah tidak sabar untuk menghabisi laki-laki itu.


Beberapa menit kemudian, Rian terlihat diseret paksa dengan tangan terikat. Bibirnya terlihat berdarah seperti habis dipukuli.


"Brukk" Rian tersungkur di depan Syam karena dorongan keras dari bodyguardnya.


"Bangun" Teriak Syam sambil menendang Rian. Rian pun kemudian bangun dengan susah payah karena tangannya masih terikat.


"Kak Syam" ucap Rian pelan saat melihat dengan jelas laki-laki di depannya itu.


"Jangan panggil aku kakak, sekarang cepat katakan dimana Kirana?" Tanya Syam. Namun Rian diam saja tanpa berniat membalas, dia mulai mengerti bahwa ternyata yang mereka cari ternyata Kirana.

__ADS_1


"Jangan-jangan mereka ingin berbuat jahat pada Kirana" Pikir Rian kembali karena mengingat dirinya yang dipukuli dan yang mereka cari Kirana. Dirinya saja dipukuli seperti itu, padahal dia merasa tidak melakukan apapun, apalagi Kirana nanti. Pikirnya yang membuatnya tiba-tiba berniat bungkam dan tidak akan memberitahukan keberadaan Kirana.


"Hey, kenapa kau diam saja, cepat jawab pertanyaanku" Kata Syam kemudian memukul wajah Rian hingga membuatnya tersungkur di lantai.


Rian tetap pada pendiriannya. Dia tetap diam tanpa berniat menjawab pertanyaan Syam. Setidaknya hanya ini yang bisa dia lakukan untuk wanita yang dicintainya. Walaupun pada akhirnya dia akan mati nanti karena pilihannya. Dia tidak akan pernah menyesal.


"Jawab!!! kalau tidak!?" Kata Syam dengan mata berapi-api kemudian memberi kode kepada Leon untuk mengambil sesuatu dibelakang.


Beberapa saat kemudian, Leon datang dengan besi yang sudah memerah beserta bara apinya.


"Cepat Jawab, atau kau ingin ku buat tidak bisa berbicara selamanya?" Bentak Syam.


"Aku tidak akan memberitahumu. Lakukan apapun yang ingin kau lakukan padaku. Dan aku akan menjamin kau tidak akan bertemu dengan Kirana lagi" Kata Rian mulai berbicara dengan penuh keberanian, walaupun jauh di dalam lubuk hatinya dia sedang mengutuk tindakan bodohnya saat ini.


"Haha, kau pikir aku tidak bisa menemukan gadis itu sendiri?" Kata Syam dengan tawa yang membuat siapapun takut mendengarnya.


"Jika kau bisa, kenapa kau repot-repot membawaku kesini?" Kata Rian dengan seringai diwajahnya. Cari mati kau memang Rian. kalimat itu terngiang-ngiang setiap membalas ucapan Syam.


"Lakukan apa yang ingin kau lakukan" Kata Rian.


"Baiklah" Kata Syam kemudian menyuruh kedua pengawalnya untuk memegang kepala Rian. Dia mulai memanaskan besi itu kembali, sambil sesekali menyeringai menatap wajah Rian yang terlihat mulai takut saat ini.


"Buka mulutnya" Kata Syam. Namun Rian berusaha sekuat tenaga agar mulutnya tidak terbuka.


"Stopppp" Teriak seorang wanita yang tidak lain adalah Alya. Syam langsung menghentikan kegiatannya dan beralih melihat Alya.


"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Syam.


"Aku yang seharusnya bertanya, apa yang kakak lakukan pada Rian?" Tanya Alya dengan wajah yang sudah bercucuran air mata. Di perjalanan kesini dia memang sudah menangis. Apalagi saat mengetahui bahwa pengawal kakak nya menculik paksa Rian. Dia mengetahui itu dari salah satu temannya yang tidak sengaja melihat kejadian itu. Dia sudah membayangkan sendiri apa yang dilakukan kakaknya itu, dan benar saja apa yang dipikirkannya, sekarang dia melihat orang yang sangat dicintainya dalam keadaan tidak berdaya dengan tangan dan kaki terikat.

__ADS_1


"Ini bukan urusanmu. Pulanglah. Leon bawa dia pulang kerumahnya. Cepat" Kata Syam dengan tangan yang masih memegang besi yang mulai mendingin.


"Aku tidak mau, Kak!!!! kalau KK ingin menyakiti Rian, sakiti aku juga! Hiks" Kata Alya dengan air mata yang sudah membasahi seluruh pipinya.


"Leon!!" Teriak Syam. Leon pun dengan sigap langsung menyeret Alya paksa.


"Dia ayah dari anakku Kak" Kata Alya yang membuat Syam langsung terdiam beberapa saat kemudian membuang besi yang dipegangnya tadi.


Rian tidak kalah stoknya, dia begitu kaget akan pengakuan Alya. Dia ingat betul bahwa terakhir kali dia hanya menyentuh dada Alya. Tidak mungkin kan Alya hamil hanya gara-gara itu.


"Apa yang kau katakan!!!!!!!" teriak Syam dengan penuh kemarahan. Kemarahannya menjadi double sekarang. Dia mendekati Alya untuk meminta penjelasan.


"Cepat ulangi, apa yang kau katakan tadi!!!!" Teriak Syam yang membuat Alya menggigit bibirnya karena takut melihat kakaknya.


"A-aku hamil anaknya" Kata Alya sambil memejamkan matanya.


"Plaakkkkkk" Satu tamparan keras mendarat dipipi Alya.


"Siapa yang mengajarimu seperti ini Huh? Sejak kapan kau menjadi murahan seperti ini. Apa kau ingin mengikuti jejak Wanita jalang itu?" Tanya Syam, namun Alya memilih diam. Dia masih memegang pipinya yang terasa begitu sakit akibat tamparan tadi.


"Jawab aku!!!" Teriak Syam. Bukannya menjawab Kirana malah makin menangis sejadi-jadinya.


Syam tampak frustasi. Hati dan pikirannya kacau sekali. Dia lebih memilih mengalah dan meninggalkan mereka.


"Kurung mereka berdua ke penjara bawah tanah" Kata Syam kemudian berlalu pergi meninggalkan tempat itu.


-Bersambung-


Maaf ya semuanya, aku lagi kurang sehat dan ada beberapa pekerjaan juga, jadi up nya lama.

__ADS_1


Semoga suka sama ceritanya kali ini ya, "happy reading" guys.


__ADS_2