Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif

Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif
Wedding Alya dan Rian 2


__ADS_3

Syam terlihat menggandeng Kirana saat akan masuk ke acara pernikahan Alya yang membuat perhatian semua orang seketika teralihkan ke mereka. Alya dan Rian yang saat itu tengah duduk untuk melangsungkan ijab kabul juga langsung melihat mereka. Alya begitu kesal saat melihat Kirana datang bahkan menjadi pusat perhatian sekarang. Berbeda dengan Rian yang sekarang menatap Kirana dengan tatapan datar yang tidak bisa diartikan. Ada perasaan bersalah, sedih dan marah terpampang jelas diwajahnya.


"Ayo kita mulai acaranya" Kata penghulu yang menyadarkan semua orang dan mulai memusatkan perhatian mereka pada ijab kabul yang segera akan dilaksanakan.


Kirana memegang tangan Syam erat saat melewati beberapa kerumunan wanita yang tengah membicarakannya.


"Kau tidak apa?" Tanya Syam yang langsung dibalas anggukan oleh Kirana. Mereka duduk dibelakang Surya yang sedang menikahkan anaknya.


"Saya terima nikah dan kawinnya Alya Karisma Wijaya dengan maskawin tersebut tunai" Kata Rian yang langsung disambut kata 'Sah' dari semua orang yang ada disana.


"Alhamdulillah" ucap panghulu dan yang lainnya. Alya tersenyum bahagia, kemudian mencium tangan Rian. Berbeda sekali dengan Rian. Dia hanya menatap datar Alya kemudian mencium dahinya.


Setelah acara ijab kabul, kemudian acara resepsi. Alya dan Rian pergi berganti pakaian, semua tamu undanganpun beralih untuk mencicipi hidangan yang tersedia.


"Kau tidak makan?" Tanya Syam pada Kirana.


"Nanti saja, sekarang aku sudah kenyang" Kata Kirana.


"Baiklah, tunggu sebentar disini. Aku ingin menyapa beberapa rekan Bisnisku sebentar ya. Jangan kemana-mana" Kata Syam kemudian pergi meninggalkan Kirana.


"Dia tadi memintaku untuk tidak jauh2 darinya, sekarang dia yang malah pergi. Terserahlah" Kata Kirana kemudian mengambil tempat duduk tidak jauh dari tempat Syam berdiri. Menikmati alunan lagu yang sedang dinyanyikan wedding singer sembari menunggu kedua pengantin.


"Aku tidak menyangka jika akhirnya akan seperti ini" Batin Kirana sambil mengamati sekeliling. Dia bisa melihat beberapa wanita tengah berbincang dan melihat ke arahnya. Dan bisa dia simpulkan sendiri siapa yang sedang mereka bicarakan. Namun, Kirana yang memang memiliki sikap sedikit cuek dan sudah terbiasa tidak mempunyai teman dan diasingkan bersikap masa bodoh dengan mereka.

__ADS_1


"Hai" ucap seorang wanita yang tiba-tiba datang menghampirinya.


"Hai" ucap Kirana dengan raut wajah bingung karena dia merasa asing dengan wanita yang di depannya sekarang.


"Apa boleh aku duduk di sini?" Tanya Wanita itu yang langsung diiyakan oleh Kirana. Setelah wanita itu duduk, Kirana langsung menatap lurus kedepan lagi. Menikmati alunan lagu, hingga lagu tiba-tiba beralih ke lagu Percayalah by Afgan dan Raisa


Aku yang tak akan melepaskan


Kamu yang menggenggam hatiku


kita tak akan mungkin terpisahkan


biarlah terjadi, apapun yang terjadi🎶


"Gaunmu cantik" Kata wanita disamping Kirana.


"Terima kasih" Kata Kirana kemudian kembali menatap ke arah wedding singer yang membuat wanita itu menggeram kesal.


"Perkenalkan namaku Jenny, nama kamu siapa?" ucapnya sambil mengulurkan tangannya. Kirana menatap tangan Jenny lama kemudian membalasnya.


"Aku Kirana Tante" Kata Kirana yang membuat raut wajah Jenny langsung berubah menahan marah namun dia berusaha tahan.


"Sial, dia memanggilku Tante? Benar-benar kurang ajar" Kata Jenny sambil mengepalkan tangannya karena tidak terima dipanggil Tante. Ingin sekali dia menjambak rambut Kirana dan mengacak-ngacak wajahnya. Dia memang sudah terbawa emosi sejak melihat Syam datang bersama Kirana tadi. Dan sekarang ditambah sikap buruk Kirana padanya.

__ADS_1


Hingga alunan lagu tiba-tiba berhenti yang membuat fokus beberapa tamu undangan teralihkan ke podium.


"Hallo semua, sembari menunggu kedua pengantin. Adakah yang ingin menyumbangkan sebuah lagu atau duet dengan saya?" Tanya wedding singer itu. Namun tidak satupun dari para tamu undangan yang merespon hingga tiba-tiba Kirana berdiri dari tempat duduknya yang membuat wedding singer tadi langsung menotice keberadaannya.


"Yah, akhirnya ada, nona yang menggunakan gaun pink, bisa langsung naik ke atas podium ya" Kata wedding singer tersebut yang membuat Kirana kelabakan, karena memang dia tidak menginginkannya. Jenny tersenyum licik sambil menahan tawa. Namun, akhirnya Kirana naik ke atas podium


"Haha, aku yakin dia hanya akan mempermalukan dirinya sendiri" batin Jenny.


Iyah, Jenny sengaja menjebak Kirana dan mengatakan jika ada sesuatu di gaun Kirana yang membuat Kirana mau tidak mau langsung berdiri untuk mengeceknya. Namun ternyata itu hanya akal-akal an Jenny untuk membuat Kirana maju ke atas podium.


"Baiklah, nona cantik, kalau boleh tahu namanya siapa?" Tanyanya.


"Kirana" Kata Kirana cepat yang membuat Syam yang sedang berbicara dengan rekan bisnisnya langsung menatap kearah podium. Dia begitu terkejut melihat Kirana tengah berdiri diatas podium.


"Nama yang sangat cantik, sama seperti wajah nona. hehe. Oke, Nona Kirana mau menyanyikan lagu apa?" Tanyanya. Kirana terdiam sebentar memikirkan sebuah lagu untuk dinyanyikan.


"You are the reason dari Calum scott" Kata Kirana.


Tepat saat itu juga, Rian dan Alya terlihat masuk ke tempat acara untuk naik ke podium


"Baiklah semuanya, sebelum nona Kirana mempersembahkan sebuah lagu untuk kita. Marilah kita sambut terlebih dulu kedua mempelai baru kita pada pagi menjelang siang ini yaitu Nona Alya Karisma Wijaya dan Rian Sukardi, Mei kita berikan tepuk tangan yang meriah untuk pasangan baru kita ini" Kata pengisi suara itu yang kemudian disambut tepuk tangan meriah dari para tamu undangan. Rian dan Alya yang baru masuk begitu terkejut melihat keberadaan Kirana di atas podium. Sedangkan Kirana hanya diam dan bersikap biasa saja sambil melihat mereka berjalan pelan ke atas podium. Hingga pandangan mata Kirana tertuju pada Syam yang tengah memandang ke arahnya tanpa ekspresi sekarang.


"Astaga, aku sampai melupakan keberadaannya" Batin Kirana.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2