
Kemaren aku udah up tapi review agak lama ya. Btw jangan lupa bagi-bagi vote
♥️♥️♥️
Abizar melarang Annisa bekerja setelah kejadian yang menyebabkan dia keguguran. Annisa merasa bosan. Kini dia keluar dari apartemennya untuk sekedar berjalan-jalan. Dia memutuskan untuk berbelanja di mini market yang ada di lantai dasar gedung apartemen itu.
Saat Annisa sedang asyik memilih sayuran, tiba-tiba seseorang mengejutkannya. "Long time no see honey." Annisa menggelengkan kepala ketika melihat laki-laki di depannya itu.
Pemuda itu adalah mantan pacar sahabatnya. Tapi Annisa ketakutan setiap kali melihat Arka. Annisa mengetahui rahasia yang tidak bisa dia ungkapkan. Annisa masih menyimpan rapat rahasia itu karena Arka pernah mengancamnya.
Annisa berbalik badan. Tapi dengan cepat Arka menarik tangannya. "Kenapa terburu-buru? Aku hampir tidak mengenalimu dengan penampilan seperti ini," bisik Arka di telinga Annisa. Annisa merasa risih pada Arka.
"Lepaskan aku atau aku akan teriak!" ancam Annisa.
Arka melepas tangannya. "Apa kamu tinggal di gedung ini?" tanya Arka.
"Bukan urusan kamu," jawab Annisa dengan ketus.
Annisa berusaha menghindar tapi Arka membuntuti dirinya. Karena merasa tidak nyaman, Annisa mencari petugas keamanan. "Pak, tolong saya. Pria itu menguntit saya," tunjuk Annisa ke arah Arka.
"Sial," umpat Arka. Arka pun memilih pergi. Annisa merasa lega karena laki-laki itu tidak terlihat lagi.
Annisa buru-buru mengambil barang belanjaannya lalu membayar ke kasir. Setelah itu dia memantau ke sekeliling. Saat dirasa aman, Annisa masuk ke dalam lift. Dia segera menuju ke unit apartemen miliknya. Namun, tanpa disadari Arka membuntuti Annisa diam-diam.
Arka tersenyum miring. Dia berniat mencari moment yang pas agar bisa menangkap Annisa.
Sementara itu, Annisa yang sudah memasuki unit apartemen miliknya, kini merasa aman. "Kenapa laki-laki itu ada di sini?" gumam Annisa yang merasa ketakutan. Dadanya naik turun karena jantungnya berdegup kencang. Sesaat kemudian Annisa mengambil air minum.
Tiba-tiba kejadian di masa lalu terlintas di pikirannya. Saat itu Annisa mendengar Sarah yang tak lain adalah pacar Arka sekaligus sahabatnya membicarakan sesuatu di belakang sekolah.
__ADS_1
"Arka aku hamil," kata Sarah memberi tahu Arka. Annisa membuka mulut tak percaya dengan pengakuan gadis yang dia anggap lugu selama ini.
"Apa kamu yakin anak itu adalah anakku?" Arka meragukan ucapan Sarah.
"Aku hanya berhubungan badan denganmu, mana mungkin aku bisa hamil anak laki-laki lain?" Sarah benar-benar tidak mengerti tentang pemikiran Arka. Bisa-bisanya dia mengelak.
Arka tersenyum miring. "Aku tidak percaya." Arka berbalik badan lalu meninggalkan Sarah.
"Arka berhenti! Jika kamu tidak mau bertanggung jawab aku akan bunuh diri. Aku akan menghantui hidupmu," ancam Sarah. Annisa bingung apa yang harus dia perbuat untuk menolong Sarah.
"Kalau begitu lakukan! Kenapa ragu?" perintah Arka. Sarah membenturkan kepalanya ke tembok. Sarah langsung jatuh pingsan. Arka menjadi cemas. Dia melihat banyak darah yang keluar dari kepalanya. Arka panik tapi dia berniat menolong Sarah.
Tak lama kemudian Annisa keluar dari persembunyiannya. "Breng*sek kamu Arka! Kamu membuat Sarah bunuh diri seperti ini," teriak Annisa memarahi Arka.
Arka bangun lalu mencekik leher Annisa. "Kalau lo berani aduin kejadian ini ke siapapun? Gue pastiin lo akan bernasib sama dengan Sarah. Gue akan per*kosa lo sampai hamil," ancam Arka.
"Gue nggak takut!" tantang Annisa.
Ancaman Arka itu tidak main-main. Dia selalu mengawasi Annisa. Ketika Annisa berniat masuk ke dalam ruang kepala sekolah, Arka menarik tangannya lalu membawa Annisa ke toilet.
"Mau ngapain lo?" tanya Annisa ketakutan.
"Ancaman gue nggak main-main, Annisa. Kalau lo mau adukan gue maka gue akan lakukan ini." Arka mendekati Annisa lalu ingin menciumnya secara paksa. Annisa hendak berteriak tapi tangan Arka membungkam mulutnya. Arka mencium bibir dan leher Annisa. Tapi dia hanya melakukannya sebatas itu.
"Ini sebagai peringatan untuk kamu. Awas! Kalau sampai aku lihat kamu masuk ke ruang guru atau kepala sekolah lagi gue akan melakukan lebih dari ini," bisik Arka di telinga Annisa.
Annisa terduduk lemas dan menangis. Bisa-bisanya ciuman pertamanya diambil oleh laki-laki be*jat seperti Arka. Annisa mengusap bibirnya hingga berulang kali. Setelah bel sekolah berbunyi dia baru keluar dari toilet. Semenjak saat itu Annisa tidak ingin berhubungan dengan laki-laki.
Namun, pandangannya berubah ketika bertemu dengan Abizar. Abizar yang mengaku punya masa lalu kelam nyatanya sangat bertanggung jawab. Apalagi saat Annisa melihat kerja keras Abizar demi mendapatkan uang, Annisa seolah lupa kalau dirinya benci pada laki-laki.
__ADS_1
Tak lama kemudian Annisa mendengar seseorang masuk ke dalam rumahnya. Annisa yang merasa was-was pun mengambil sapu sebagai senjata kalau-kalau dibutuhkan.
Annisa berjalan ke ruang tamu untuk melihat siapa yang datang. "Annisa kenapa kamu bawa sapu segala?" tanya Abizar. Annisa merasa lega ketika dia mengetahui yang datang adalah suaminya.
"Owh, mau ambil sarang laba-laba Mas," jawab Annisa berbohong.
"Hah? Di mana?" tanya Abizar heran.
"Ah, sebaiknya nanti saja aku bersihkan. Mas Abi mau aku buatkan kopi?" tanya Annisa.
"Boleh," jawab Abi singkat sambil membuka pesan di handphonenya. Abi duduk di meja bar yang ada di dapur bersih miliknya.
"Mas, pakai susu apa nggak?" tanya Annisa dari dapur.
Abizar yang mendengar kata susu pun tersenyum menyeringai. Dia menghampiri istrinya. Tiba-tiba Abi memeluk Annisa dari belakang. Annisa tersentak kaget.
Abi menciumi leher Annisa. Mendadak Annisa menghindar. Dia teringat ketika Arka menciumi lehernya. Abizar merasa aneh. "Kenapa?" tanya Abizar.
Annisa berpikir sejenak. "Badanku bau, Mas. Aku habis bersih-bersih belum mandi," jawab Annisa berbohong.
Abizar tersenyum kemudian dia mengangkat Annisa. "Mas turunin!"
"Katanya belum mandi. Ayo mandi bareng. Badanku juga lengket setelah dari kafe," kata Abizar. Annisa menggeleng cepat. Dia tahu kalau tidak hanya mandi yang akan dilakukan bersama.
"Mas, aku harus masak. Mas Abi lapar kan?" Annisa mencari-cari alasan.
"Kita bisa makan di luar atau delivery. Kamu tidak usah capek-capek. Semakin banyak kamu beristirahat semakin cepat kamu hamil lagi."
"Istirahat tuh tidur, Mas. Bukannya mandi bareng. Aku kalau mandi tuh cepet lama-lama nanti bikin masuk angin."
__ADS_1
"Langsung tidur ya? Oke, kita tidur sekarang." Abi membawa Annisa memasuki kamar.
Oh no! Jangan Mas Abi masih terang 🤣