
"Pak saya sudah kumpulkan semua tugas-tugas teman saya. Kalau begitu saya permisi," pamit Annisa.
"Siapa yang suruh kamu pergi?" tanya Raka. Annisa mengerucutkan bibirnya.
"Periksa kembali sesuai urutan mereka! Apa ada yang belum mengumpulkan tugas saya hari ini? Kalau ada laporkan pada saya! Oh iya, tolong input data ini!" Raka menyerahkan sejumlah berkas pada Annisa.
"Pak, saya harus pergi."
"Semakin cepat kamu melakukan apa yang saya perintahkan semakin cepat pula kamu pergi." Annisa menghembuskan nafasnya berat.
'Kenapa sih harus aku yang selalu menderita kalau ketemu dosen menyebalkan ini,' batin Annisa sambil menatap kesal pada Raka. Raka tersenyum tipis.
"Kamu nyumpahin saya ya? Mau saya beri nilai F di mata kuliah kamu?" ancam Raka setelah itu dia pergi. Annisa membulatkan matanya.
Ingin sekali Annisa menggigit hijab yang sedang dia kenakan. Namun, jika menuruti emosinya maka pekerjaan tidak akan selesai. Annisa memilih mengerjakan apa yang Raka suruh sementara Raka sendiri pergi ke kantin.
"Bungkus dua porsi selat solonya ya, Bu!" perintah Raka pada pemilik warung.
"Baik, Pak Dosen." Wanita itu memang sudah kenal dengan Raka sejak lama. Jadi mereka lumayan akrab.
Raka menunggu sambil memainkan handphonenya. "Ngomong-ngomong yang satu lagi buat siapa, Pak? Kenapa selalu beli dua porsi?" tanya Bu Ida.
"Saya menghabiskannya sendiri, Bu," jawab Raka dengan berbohong.
Setelah kembali dari kantin, Raka memberikan satu bungkus selat solo itu pada Annisa.
"Selat solo lagi?" tanya Annisa. Raka mengangguk.
"Tidak mau?" tanya Raka.
__ADS_1
"Mau, Pak," jawab Annisa dengan cepat. Dia memang menyukai selat solo. "Terima kasih banyak. Oh iya, Pak. Semua data sudah saya input. Bapak bisa cek di sini." Annisa menggeser laptop yang ada di hadapannya.
"Baik, terima kasih," ucap Raka.
"Sama-sama, Pak," jawab Annisa lalu pergi. Raka tidak punya alasan lagi untuk menahannya.
Ketika Annisa menuju ke parkiran, dia mendapatkan telepon dari tempat usahanya yang dibangun dulu. "Mbak Annisa apa kabar?" tanya Rosmala.
"Baik, Mbak Ros. Ada apa?" tanya Rosmala.
"Mbak, sudah lama mbak Annisa tidak berkunjung. Kafe membutuhkan Mbak Annisa. Keuangan kita sedang kacau, Mbak."
Annisa menghela nafas. "Aku akan ke sana setelah selesai mengajar, Mbak. Jangan tutup kafe sebelum jam tujuh malam!" perintah Annisa pada salha satu pegawainya.
"Baik, Mbak. Saya tunggu kedatangannya."
"Assalamualaikum, Dennis sayang." Annisa ingin menggendong anaknya tapi sang ibu melarang.
"Waalaikumsalam. Annisa jangan sentuh Dennis sebelum kamu cuci tangan. Banyak kuman yang menempel di tubuh kamu, nanti Dennis bisa sakit."
"Baik, Bu," jawab Annisa. Sesaat kemudian menoleh ke arah Dennis kecil. "Bunda mau mandi dulu ya," pamit Annisa pada sang anak.
"Annisa, bapak mau bicara sebentar," seru ayah Annisa.
Annisa melihat jam yang ada di pergelangan tangannya. "Sebentar saja ya, Pak. Aku mau berangkat kerja soalnya."
Pak Hanafi mengangguk. "Bukankah kamu sudah lewat masa iddah? Tidakkah kamu punya keinginan untuk mencari pasangan lagi?" tanya Pak Hanafi.
"Pak, apa yang bapak bicarakan? Mas Abi belum lama meninggal bagaimana bisa aku menggantikan dia dengan laki-laki lain?"
__ADS_1
"Abi pasti paham kalau kamu butuh pendamping Annisa. Jangan sia-siakan masa mudamu! Carilah suami agar kamu bisa dinafkahi!"
Annisa menghembuskan nafas berat. "Annisa punya usaha yabg dibangun ketika Mas Abi masih hidup. Lalu Annisa juga mengajar di tempat les. Saat ini Annisa belum membutuhkan seorang pendamping, Pak," tolak Annisa.
"Lusa temuilah calon suamimu! Bapak telah sepakat agar kalian bisa taaruf." Annisa terkejut bukan main ketika ayahnya memutuskan masa depannya secara sepihak.
Apakah Annisa akan mendapatkan suami yang sama seperti almarhum Abizar dulu?
...***...
Sambil nunggu aku up kalian bisa mampir ke novel temanku ya
Rekomendasi Novel Keren
Judul Karya : Terjebak Cinta Anak Ustadz
Nama Pena : AdindaRa
Facebook : Adinda Ra
Instagram : @e_dindara
Akibat kalah taruhan dalam balapan liar, Kaisar harus kehilangan motor sport kesayangannya dan dihabisi oleh teman genk motornya karena meraup kerugian yang besar. Mereka pun membiarkan Kaisar Tergeletak di pinggir jalan dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Untungnya Kaisar ditemukan oleh Syahla kemudian dibawa pulang ke rumah dan dirawat sampai pulih. Sayangnya, keberadaan Kaisar di rumah Syahla membuat Gus Faris (tunangan Syahla) naik pitam dan langsung memutuskan pertunangan mereka.
Untuk menghindari fitnah yang menyebar, akhirnya Syahla pun dinikahkan oleh Kaisar. Bagaimana kehidupan Syahla dengan Kaisar setelah menikah?
__ADS_1