Ternyata Kaulah Jodohku

Ternyata Kaulah Jodohku
Salah duga


__ADS_3

Abizar kembali bekerja hari ini. "Do, progresnya sudah berapa persen?" tanya Abizar pada asistennya.


"Sudah hampir selesai, Bos," jawab Edo.


"Bagus, buat lebih cepet. Aku mau dalam beberapa hari ini proyek kita sudah selesai."


"Siap laksanakan!"


Beberapa hari meninggalkan istrinya Abi tetap menyempatkan diri membalas pesan dan telepon Annisa. Dia tidak mau istrinya salah paham lagi.


Sementara itu Annisa sedang berbelanja bersama ibu mertuanya. "Ma, papa sukanya apa sih? Misalnya makanan dia sukanya apa?" tanya Annisa penasaran.


"Kenapa emangnya?" tanya Mama Safa.


"Aku pengen masak sesuatu yang spesial buat papa," jawab Annisa.


"Boleh juga, siapa tahu hati papa luluh sama masakan kamu," balas Mama Safa.


Di saat yang bersamaan mereka tak sengaja melihat papa Zidan sedang makan bersama dengan seseorang. "Itu papa bukan sih?" tanya Mama Safa yang tak bisa melihat suaminya dengan jelas sebab saat itu restoran ramai pengunjung.


Annisa juga melihatnya. Tapi dia menyangkal agar Mama Safa tidak cemburu. "Ma, katanya mau beli bahan makanan buat aku masak nanti?"

__ADS_1


"Ah iya, kamu jago masak ya?" tanya Mama Safa.


"Sedikit," jawab Annisa. Setelah mereka menyelesaikan belanja Mama Safa dan Annisa pulang diantar sopir.


"Eh kamu tadi lihat papa kan? Mama yakin kalau itu papa," ucap Mama Safa.


"Bukan, Ma. Masa jam segini papa ada di luar. Bukankah masih jam kerja?" Annisa mencoba menyanggah perkataan mama mertuanya.


"Iya kamu bener juga." Setelah itu mama Safa pun tak bertanya lagi.


Di tempat lain, Zidan sedang mengajak keponakannya makan di sebuah restoran. "Jadi gimana om? Ada nggak lowongan buat aku?" rengek Lovely.


"Kenapa kamu nggak nerusin kuliah kamu dulu?" tanya Zidan.


Lovely adalah keponakannya. Anak kedua dari pasangan David dan Sofia.


"Kenapa? Bukannya semua keluargamu berprofesi dokter?" tanya Zidan.


"Ck, aku tuh kuliah cuma nurutin kemauannya papa. Aku pengennya kuliah bisnis. Jadi please ajarin aku berbisnis om," pinta Lovely.


"Minta izin dulu sama orang tua kamu. Lagian mereka sudah bayar kuliah kamu mahal-mahal tapi kamunya malah mengecewakan mereka. Apa kamu nggak kasian sama mama papa kamu?"

__ADS_1


"Itu bisa diatur. Yang penting aku mau belajar bisnis. Nanti cariin lowongan ya, Om. Aku mau kuliah sambil kerja jadi nggak ada yang dikecewakan."


"Terserah kamu saja," jawab Zidan.


Kemudian mereka berpisah. Ketika Zidan sampai di rumah, Annisa telah menyiapkan makanan untuk ayah mertuanya itu. "Pa, jangan naik dulu. Sini makan bareng. Annisa sudah masak makanan kesukaan kamu," ucap Mama Safa.


"Papa sudah makan di luar," jawab Papa Zidan.


'Berarti benar dia yang aku lihat di restoran tadi,' gumam Mama Safa dalam hati.


Zidan menaiki anak tangga kemudian masuk ke dalam kamar. Setelah itu Mama Safa menyusul suaminya. Annisa hanya bisa menghela nafas. Padahal niatnya ingin membujuk ayah mertuanya itu agar dia menyuruh suaminya kembali.


"Papa makan sama siapa tadi?" tanya Mama Safa ketika masuk ke dalam kamarnya. Papa Zidan sedang melonggarkan dasinya. Dia belum sempat menjawab tapi Mama Safa yang tidak sabaran malah sembarangan menuduh.


"Mama tadi lihat papa sewaktu di restoran bersama seorang wanita. Jujur saja apa papa selingkuh?" tuduh Mama Safa.


Zidan melirik sang istri. Dia tidak terima baru pulang kerja malah dituduh sembarangan.


"Mama tadi nggak lihat siapa wanita yang bersama papa?" tanya Zidan. Mama Safa menggeleng.


Papa Zidan menghela nafas. "Dia itu Lovely," jawab Papa Zidan.

__ADS_1


Apakah Mama Safa akan percaya?


__ADS_2