Ternyata Kaulah Jodohku

Ternyata Kaulah Jodohku
Berdamai


__ADS_3

Hari ini Annisa datang ke rumah orang tua almarhum Abizar bersama Dennis, anaknya yang sebentar lagi menginjak usia satu tahun.


"Assalamualaikum." Annisa memberi salam.


"Waalaikumsalam," jawab Safa. Dia terkejut sekaligus terharu ketika menantu dan cucunya datang.


"MasyaAllah Annisa." Safa langsung memeluk menantu kesayangannya itu. Jika dia melihat Annisa dia ingat pada putranya yang telah meninggal.


"Ma, aku datang bersama Dennis." Annisa memberikan anaknya pada ibu mertuanya itu. Safa menggendong bayi gembul itu. Untung saja Dennis tipe anak yang mau diajak siapa saja.


Safa menciumi wajah cucunya. "Kamu mirip sekali dengan ayahmu ketika masih bayi," ucap Safa sambil meneteskan air mata.


"Annisa, ayo kita masuk ke dalam!" Annisa mengangguk.


"Apa kabar, Ma?" tanya Annisa.


"Baik, Sayang. Kamu apa kabar?" tanya Safa balik.


"Baik, Ma. Maaf aku baru bisa mengunjungi mama."


"Tidak apa, Sayang. Mama dengar kamu meneruskan kuliahmu? Bagaimana bisnis kafe yang dulu kamu kelola dengan Abi?" tanya Mama Safa.

__ADS_1


"Iya, Ma. Aku meneruskan S2, setelah pulang kuliah aku bekerja sebagai pengajar di lembaga bimbingan belajar. Kalau kafe aku serahkan pada bawahanku untuk dikelola."


"Kamu sibuk sekali Annisa. Pantas badanmu kurusan."


"Mau bagaimana lagi, Ma. Aku harus menjadi ibu sekaligus ayah untuk Dennis." Annisa tidak dapat membendung air matanya lagi.


"Kenapa kamu tidak meminta bantuan kami? Jangan bekerja terlalu keras. Anakmu juga masih butuh banyak perhatian dari kamu." Annisa mengangguk.


"Annisa, kalau kamu kesulitan keuangan mintalah pada kami. Dennis juga cucu kami. Kami tidak akan membiarkan dia menderita. Jika kamu butuh tempat bekerja. Kamu bisa melamar di sekolah sepupunya Abi. Dia membangun sekolah elit kamu bisa bekerja di sana. Mama akan bantu untuk bicara pada April nanti."


"Tidak perlu, Ma. Alhamdulillah semua kebutuhan tercukupi. Hanya saja aku masih kesulitan untuk menjaga Dennis. Ibu sedang dirawat di rumah sakit karena stroke jadi apa boleh aku minta bantuan mama sementara waktu. Jika aku selesai mengajar aku akan jemput Dennis."


"Kenapa kamu tidak sewa baby sitter, Sayang? Bukannya mama keberatan, tapi jika kamu bayar jasa baby sitter kamu bisa lebih leluasa untuk bekerja dan kuliah. Kalau malam kamu juga tidak perlu capek-capek menjaganya karena ada baby sitter."


"Ya sudah biar mama yang bayar baby sitter untukmu." Annisa lagi-lagi menolak.


"Tidak, Ma. Biar Annisa bawa Dennis saja kalau mengajar. Ma, Annisa pamit ya." Annisa buru-buru menyalami tangan ibu mertuanya.


Setelah dari rumah orang tua Abi, Annisa pulang ke rumah orang tuanya. Rupanya Raka menunggu dari tadi di depan rumah. "Kamu dari mana?" tanya Raka.


"Saya ada urusan," jawab Annisa singkat.

__ADS_1


"Kenapa membawa Dennis segala? Oh iya, rumah sepi sekali? Apa paman ada di rumah? Jangan salah paham aku hanya ingin menyampaikan titipan dari papa." Raka menunjukkan paper bag yang dia bawa.


"Ibu dirawat di rumah sakit sejak kemaren. Bapak menunggui ibu di sana. Sementara ini tidak ada yang menjaga Dennis. Jadi aku membawanya ke mana-mana," jawab Annisa.


Raka terkejut. "Kenapa kamu tidak memberi kabar padaku?" tanya Raka. Annisa mengerutkan keningnya.


"Kita tidak sedekat itu," jawabnya ketus.


"Setidaknya aku masih menghargai perjodohan ini. Terserah kamu ingin melanjutkan atau tidak aku hanya tidak ingin menyakiti hati orang tuamu." Annisa merasa terharu dengan ucapan Raka.


"Apa Anda mau masuk?" tanya Annisa. Raka menggeleng.


"Apa besok kamu akan kuliah?" tanya Raka.


"Mungkin saya akan cuti sementara waktu hingga ibu kembali pulih. Dennis tidak ada yang menjaga," jawab Annisa.


"Bawa saja ke rumahku. Aku akan bilang pada ibu untuk menjaganya. Kamu bisa kembali kuliah seperti biasa." Annisa terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Raka.


Annisa berpikir sejenak. "Apa Anda serius?" tanya Annisa dengan ragu.


Raka mengangguk. "Ibuku pasti akan senang menjaga calon cucunya." Wajah Annisa langsung memerah ketika Raka berkata demikian.

__ADS_1


Bagaimana netizen kalian mendukung Annisa dengan Raka atau tidak? Yuk komen yang banyak


__ADS_2