Terpaksa Menikahi Pria Arogan

Terpaksa Menikahi Pria Arogan
Jangan memanggilku paman


__ADS_3

Dengar gadis kecil,aku benar-benar tidak mengerti kenapa orang tua kamu atau pun kakekku pikirkan sehingga membiarkan anak gadis yang masih belia menikahkan padaku.Kakekku bahkan selalu menolong keuangan keluargamu.Jika ini bersangkutan utang ataupun bahkan mengincar kekayaan keluarga kami.Maka lupakan saja.Niatmu tidak akan pernah kesampaian.Jika kau pintar kau pasti tahu."Ucapnya sambil tersenyum menghina dan merendahkan terpampang di ekspresi wajahnya.


Pernyataan yang di utarakan dari bibir pria itu membuat hati Mu Qing Yi serasa di remuk hingga tidak terbentuk.


Bibirnya bergetar menahan tangis,dia tidak mau menangis pria dingin di hadapannnya ini.Dia tidak mau di anggap lemah dan cengeng.Dirinya harus kuat.


"Ya,aku memang miskin tapi aku tidak akan pernah mendambakan kekayaan orang lain.Pernikahan ini juga bukan kehendakku." Batinnya.


Dia meremas gaun pengantin yang masih melekat tubuhnya dengan tangan bergetar penuh amarah yang tertahan.Ingin rasanya merobek mulut tajam pria itu,dan memakai alat setrum pemberian Anna menyetrumnya saat ini juga.Lalu badannya di potong menjadi 6 bagian diberi makan ikan hiu.Namun sepertinya dirinya tidak punya tenaga seperti itu,karena saat ini dirinya sangat lelah maka d urung dia lakukan.


Mu Qing Yi mencoba mendongak wajah yang sedari tadi tertunduk menatap manik hitam pria itu dengan tatapan tajam dengan mata sedikit memerah.


"Kenapa menatapku seperti itu apa ucapanku salah?"tanyanya dengan menyipitkan mata.


"Tidak salah,karena kau orang kaya,kau bebas mengatakan apapun jika kau merasa itulah kebenarannya.Ya,termasuk menghinaku."Batinnya.


"Kenapa diam?"


"Tidak.Kau tidak salah,paman."


Wajah Mu Qing Yi tegang nafasnya terasa berat di hembuskan.Kenapa Tuhan mengirimkan jodoh dengan pria kasar sialan itu.


"Paman?aku belum cukup setua itu,untuk kamu panggil paman.Dan aku tidak punya keponakan sebesar kamu."Ucap Zhou Yu Sheng tegas.


"Lalu anda ingin aku memanggilmu apa?"tanya Mu Qing Yi menarik nafas dalam-dalam.


"Panggil aku.."


Zhuo Yu Sheng menggantung ucapannya.Sebenarnya dia juga bingung panggilan apa yang cocok untuk dirinya.


"Terserah kamu mau panggil aku apa yang penting,jangan panggil aku paman."Ucapnya frustasi.

__ADS_1


"Apa si gila itu mau aku memanggilnya dengan sebutan suami?tapi itu akan terdengar menjijikkan."Batinnya.


"Apa anda ingin aku memanggilmumu dengan sebutan suami,paman?"


Kedua bahu Mu Qing Yi mencelos jatuh saat melihat tatapan menyeramkan dari Zhuo Yu Sheng.Tatapan mengintimidasi dari pria ini sangat menyeramkan.


Tadinya Mu Qing Yi pikir bisa mengeluarkan amarah dengan lancar,seharusnya dirinya tidak perlu terlalu takut.Tapi setelah melihat sorot mata yang di keluarkan pria itu.Nyali yang sedari tadi dirinya kumpulkan mencuit begitu saja.Jika keluarkan sepertinya sama saja membunuh diri.Itu akan sangat menyeramkan jika di pikirkan usianya yang sangat muda.


"Sejak kapan aku memperbolehkan kau memanggilku dengan sebutan suami!"Ucap Zhuo Yu Sheng kesal.


"Aku hanya.."


"Pertama,kau tidak boleh memanggilku dengan sebutan suami.Lakukan tugasmu sesuai peranmu sebagai seorang istri dengan benar.Tidak boleh menuntut ataupun menolak.Jangan pernah mengurusi kehidupan pribadiku dan aku juga tidak akan mengurusi kehidupan pribadimu.Tugasmu hanya cukup melayaniku dan segala kebutuhanku sebagai suamimu."


"Kedua jangan sampai pernikahan ini tersebar, terutama temanmu yang satu itu jangan sampai dia menyebarkan keluar,jika tidak maka aku tidak bisa menjamin apa yang akan aku lakukan padanya.Ketiga,besok kita akan kembali keapartemenku,jadi kau harus membersihkannya dari luar sampai dalam.Keempat kita tidur di masing-masing kamar,tanpa seizinku jangan memasuki area kawasanku.Kelima jangan mengundang teman-temanmu datang kerumahku,dan jangan pernah buat bisikan sekecil apapun.Keenam jika ada keperluan mendadak kita harus tidur sekamar tanpa kontak fisik.Apa Kau sudah mengerti gadis kecil?"Ucap Zhuo Yu Sheng panjang lebar dengan peraturannya yang bagaikan rel kereta api.


Masih tenggelam dalam kebingungan,Mu Qing Yi tidak dapat mengatakan apa-apa dia hanya bisa mengangguk kaku.Dengan apa yang baru saja Zhou Yu Sheng utarakan padanya,tidak tahu bagaimana harus merespon.Namun batu besar yang tertimpa di pundaknya akhirnya terangkat sedikit,setidaknya tidak ada malam pertama seperti ucapan sang Ibu.Ya,walaupun dirinya tidak tahu apa itu namanya malam pertama.Anggap saja dirinya bodoh atau pun terlalu naif.Seperti ucapan Anna hidupnya tidak menarik.Membosankan.Rutinitas yang dirinya jalani tidak ada yang istimewa.Setiap hari kerja dan kuliah mengerjakan tugas di berikan profesor hampir menggunung hingga rambut pun rontok sebagian,tidak ada kamus kata pacaran atau pun hal di luar nalar.Tidak seperti Anna hidupnya selalu berwarna, kekasihnya entah ada berapa,seminggu dua minggu Anna selalu mengganti pasangan.Entahlah bisa kadang bingung dengan kelakuan Anna yang cenderung bosan.Pasti akan di ganti yang baru.


Sebenarnya aturan yang di buat dirinya sebenarnya hal yang normal.karena di usia belia ini seharusnya fokus masa depan dan kuliah bukannya soal pacaran dan dirinya juga bukan gadis ekstrovert dengan lawan jenis dan tidak punya waktu untuk itu.Tentu saja di mata Anna di sangat berlawanan,karena dia di luar batas normal.


Setelah lamunannya tersadar,dia juga tidak tahu sudah berapa lama melamun,yang pasti dia tidak tahu pria itu sudah pergi tidak tahu kemana mungkin pergi atau tidur,entahlah.


Mu Qing Yi menatap sunyi di kamar,yang baru saja berstatus suaminya beberapa jam lalu.


Masih berusaha mencerna apa yang di katakan oleh pria itu.Dia sudah mempersiapkan hati untuk semua yang akan terjadi kedepannya,saat dirinya menyutujui pernikahan ini.


Mu Qing Yi beranjak dari duduknya menuju ranjang king size itu,pandangannya refleks menatap kelopak bunga mawar merah bertebaran di atas ranjang berbentuk love memenuhi ranjang serta sepasang bebek mandarin berada di atas tengahnya(bebek mandarin yang mewakili arti cinta dan pengabdian).


"Cantik sekali."Gumamnya memuji keindahan di depannya,memang cantik.Itu adalah impian malam pertama untuk semua perempuan,kamar di dekorasi indah dan menyejukkan mata.Namun tidak untuk dirinya.MU QING YI hanya bisa memuji kagum melalui bibirnya tanpa bisa menikmati bersama dengan orang yang di cintainya.


MU QING YI mendengus keras berulang kali.Kalau saja dia sedang pilek saat ini,pasti leleran ingus muncrat keluar karena dengusan berlebihan itu.

__ADS_1


"Sungguh hari yang panjang dan melelehkan."Gumamnya sambil merebahkan tubuhnya di tempat tidur di penuhi kelopak bunga itu.Tanpa mengganti baju pengantin dan menghapus makeup.Bukannya apa,karena dirinya sudah tidak mampu menyeret tubuhnya lagi masuk ke kamar mandi dan menghapus makeup yang super ribet itu.


Setelah merebahkan Tubuhnya di kamar,MU QING YI bahkan tidak bisa menutup mata,dia beberapa kali mengerjabkan mata dan perlahan menetralkan emosinya yang tertahan.Namun tiba-tiba keheningan terusik oleh suara nontifikasi chat yang datang dari ponselnya.Kemudian dia pun meraih Ponsel dan melihat sang peringirim chat.


Anna :sorry tadi aku buru-buru pergi.Kamu tidak di apa-apa kan?


Mu Qing Menghembus napas kasarnya setelah membaca chat itu dan mengabaikannya tanpa membalas.


Anna:Qing Yi kamu masih hidupkan?


MU QING YI kembali mengabaikan chat dari Anna dia masih kesal dengan sikap Anna yang meninggalkannya begitu saja.


Anna:QING YI jangan buat aku takut dong.Please jawab.


Anna kembali kirim chat berturut-turut.Mau tidak mau MUNG QING YI membalas chat dari Anna meskipun masih lagi marah.


Mu Qing Yi:Sudah mati.


Anna:kenapa sekarang baru balas?


Mu Qing Yi :aku mau istrilahat dulu.


Anna:ck jadi ceritanya ada yang kesal sama aku nih?


Mu Qing Yi,dengan wajah kesal dia kembali mengabaikan chat dari sahabatnya itu.Bukannya minta maaf,tanpa dosa Anna masih menggoda dirinya.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2