
"Qing Yi sabar -sabar orang sabar itu di sayang tuhan dan tambah cantik."Batin Mu Qing Yi sambil mengembus dan membuang napas berkali-kali.
🧚🧚🧚🧚
"Mengapa kau ada disini?!"suara dingin familiar mengintrubsi tiba-tiba.
Zhou Yu Sheng melangkah mendekat wajah datar dan dingin.
Mu Qing Yi mematung di tempat.Dia bertanya-tanya sejak kapan pria itu masuk kenapa dirinya tidak menyadari?ah dia lupa sedari tadi dirinya terlalu sibuk mendengar Jona melantur hingga tidak sadar pria itu masuk.
"Apa pria itu mendengar ucapannya tadi?sejak kapan dia masuk?apa dia mendengar ucapanku?moga saja tidak.Jika dia mendengarnya maka bisa-bisa rasa percaya diri Zhou Yu Sheng melambung tinggi diatas awan."Gumamnya sambil menepuk bibirnya pelan dengan kesal.Mu Qing Yi menepis pertanyaan yang menjalar dibenaknya.
"Yu Sheng?akhirnya ketemu juga kau disini."Ucap Jona dengan tersenyum saat melihat pria itu.
"Kenapa kau ada disini?!"tanya Zhou Yu Sheng sekali lagi sambil mengetatkan rahangnya.
"Sayang apa kau tidak senang aku menemui?bahkan ketemu denganmu saja serasa lebih sulit ketemu dengan bapak presiden."tanya Jona dengan suara manja.
Disana Mu Qing Yi masih terdiam,tidak tahu harus berbuat apa selain menonton drama du depannya itu dengan malas dan kesal.
"Cih! sayang katanya sungguh menjijikkan.Apa wanita itu tidak sadar aku yang sebagai istrinya masih ada disini?oh,aku lupa wanita ini memang sudah putus urat malunya."Batin Mu Qing Yi kesal sambil memandang sinis kelakuan Jona.
"Aku memang presiden."Ucap Zhou Yu Sheng datar.
"Sejak kapan?kenapa aku tidak tahu kau mencalonkan dirimu sebagai presiden?"tanya Jona tampak bingung.
"Aku memang presiden diperusahaan ini."
"Ah,sayang sejak kapan kau pandai lelucon seperti ini?"ucap Jona sambil tertawa.
"Sejak kapan aku kelihatan bercanda?aku hanya mengatakan fakta."
Tawa Jona seketika berhenti sambil menatap mode dingin Zhou Yu Sheng.Datar bin angkuh.
"Masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan sila keluar pintu ada didepan sana."Ucap Zhou Yu Sheng sambil menghembus napas dengan kasar lalu melangkah kearah Mu Qing Yi yang masih berdiri terdiam ditempat.
"Kenapa malah main usirku.Aku bahkan kosongkan jadwalku hanya untuk bertemu denganmu."Ucap Jona geram.
Namun Zhou Yu Sheng bahkan tidak memperhatikan dan peduli dengan amarah Jona.
__ADS_1
"Sayang,apa kau lelah menungguku?"tanya Zhou Yu Sheng tersenyum lembut lalu merangkul pinggang Mu Qing Yi dengan mesra.
Mu Qing Yi yang tampak terkejut dan heran dengan perubahan Zhou Yu Sheng yang tanpa aba-aba dia pun hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya.Bulu kuduknya tiba-tiba meremang.
"Sejak kapan dia berubah jadi begitu manis?dasar bunglon."Batin Mu Qing Yi.
"Yu Sheng aku masih disini apa perlu kau menunjukkan kemesraan didepanku?!"seru Jona dengan kilatan kemarahan.
"Bukankah aku sudah menyuruhmu pergi."Ucap Zhou Yu Sheng ketus.
Detik berikutnya kali ini Zhou Yu Sheng mengangkat dagu Mu Qing Yi dan beralih pada bibir cerry mungil gadis itu membuatnya hilang akal belum kejadian tadi dikampus dia akan memberi pelajaran pada gadis pembangkang ini.Dan tentu saja tidak butuh waktu lama,ciuman lembut membuat Jona yang berada diruangan itu melogo.
Mu Qing Yi menegang tidak terkutik.Ruangan itu kini menjadi terasa panas bagi yang melihat pemandangan itu.Seolah gunung merapi yang mengeluarkan larva.
Jantung Mu Qing Yi terus sah berdebar kencang.Walaupun bukan cuma pertama,sikap Zhou Yu Sheng yang mencium dirinya di depan orang lain membuat wajah Mu Qing Yi memerah seakan ingin menghilang saja dari ruangan itu.Dia malu.
Bahkan Zhou Yu Sheng tersenyum manis yang bahkan sangat jarang diperlihatkan oleh siapa pun termasuk Jona.Kemudian mengusap lembut bibir Mu Qing Yi.Lagi-lagi Mu Qing Yi tidak terkutik.
"Bagaimana suka?"tanya Zhou Yu Sheng mendekatkan bibir di telinga Mu Qing Yi sambil berbisik.
Deg
Tindakan Zhou Yu Sheng membuat Jona terbakar karena selama menjadi kekasih palsu pria itu Zhou Yu Sheng bahkan tidak pernah mau repot-repot menyentuhnya bahkan sejengkal rambut pun.Bahkan Jona mengeluarkan jurusan andalannya saja pria itu terkutik.Dia juga wanita yang cantik selalu dikagumi kaum hawa.Bagaimana bisa Zhou Yu Sheng tidak pernah tertarik sedikit pun terhadap dirinya.Apa kelebihan gadis ingusan di bandingkan dia.
Amarah Jona kini makin menguasai dirinya tangannya berkepal erat saat ini melihat Zhou Yu Sheng dengan terang terangan menunjukkan kemesraan dihadapannya.Tentu saja hal itu melukai harga diri Jona yang tinggi.Apa lagi didepan Mu Qing Yi yang dianggap rendah olehnya.Bukannya langsung keluar,dengan jijik Jona melangkah lebar kearah Zhou Yu Sheng.
Karena emosi sudah menyelimuti Jona,tanpa pikir panjang Jona bahkan menabrak bahu mungil Mu Qing Yi agar menjauh dari Zhou Yu Sheng hingga membuat gadis itu huyung kesamping hampir terjatuh untung saja Mu Qing Yi tidak terjatuh.
"Apa yang kau lakukan!"seru Zhou Yu Sheng dengan rahang mengeras.
"Apa yang aku lakukan?aku tidak melakukan apa-apa."Ucap Jona pura-pura bodoh.
Sedangkan Mu Qing Yi mendengus kesal sambil memegang bahunya yang terasa sakit akibat ulah Jona.Dia tidak habis pikir kenapa Jona bisa bersikap tidak malu seperti ini hanya untuk seorang pria,perilaku yang benar-benar menurun harga diri sebagai seorang perempuan.
"Ayolah sayang,aku tahu kau tidak mencintai gadis kampung ini kau tidak perlu berpura-pura bersikap mesra didepanku, aku tahu semuanya."Ucap Jona menyinggung senyum menggodanya.Dia mencoba bersikap setenang mungkin.Dia hendak meraih tangan Zhou Yu Sheng bergelayut manja namun sebelum kesampaian segera ditepis oleh pria itu.
Zhou Yu Sheng menggeram.
"Kalau kau tidak mau pergi,kami yang pergi."Ucap Zhou Yu Sheng dingin lalu membawa Mu Qing Yi pergi dari ruangan itu tanpa dosa.
__ADS_1
"Yu Sheng!kau tidak bisa begini padaku!"seru Jona menatap kepergian Zhou Yu Sheng dan Mu Qing Yi sambil menghentakkan kakinya penuh amarah
Sepanjang jalan Mu Qing Yi terus menerus menepis tangan itu dan memberontak.Mengingat ini adalah kantor karena dia takut para karyawan pria itu melihatnya.Kira-kira apa pikiran mereka?
Dan benar saja,lagi-lagi para karyawan pria itu benar-benar menatapnya dengan tatapan sulit diartikan saat ingin memasuki lift.
Entah apa yang ada benak suaminya psikopat itu.Memang sulit ditebak.Ayolah dirinya memang bukan cenayang.Katanya tidak boleh ada yang tahu hubungan mereka.Lihatlah,sekarang apa yang pria itu lakukan.Dia bahkan tidak mau melepaskan tangannya dan bahkan dia tepis tidak bergeming tapi makin di pegang erat.
******
Di Club
"Hei,ada apa,sayang?"tanya seorang pria begitu penasaran yang baru saja datang sambil mengambil tempat duduk di samping Jona.
Tanpa menjawab Jona mengguna memainkan jari telunjuknya memutar gelas whisky.
"Please satu gelas whisky."Ucap pria itu saat melihat bartender mendekat.
"Baik.Tunggu sebentar tuan."Jawab bartender itu.
"Alex,menurutmu apa aku cantik?"tanya Jona sedikit mabuk sambil mengangkat gelas whisky lalu menegaknya sampai tidak tersisa.
"Ayolah,sayang.Bukankah kau wanita yang paling percaya diri?"tanya Alex memincing matanya.
"Kau belum menjawabnya."Ucap Jona dengan wajah memelas.
"Kau tahu jawabnya."Jawab Pria itu tersenyum.
Pria itu menyondorkan gelasnya pada Jona tanda bersulang dan Jona menyambut dengan senang hati.
"Lalu apa kau masih mencintaiku?"tanya Jona lagi kembali menegak alkohol yang ada di hadapannya kali ini dia kelihatan sudah mabuk berat.
"Kau tahu jawabanku selalu sama."
.
.
.
__ADS_1
.