Terpaksa Menikahi Pria Arogan

Terpaksa Menikahi Pria Arogan
Kedatangan sang kakek


__ADS_3

"Seret dia ke penjara seumur hidupnya jangan biarkan pria ini melihat matahari dan selidiki dalangnya dan habiskan mereka semua."Perintah Zhou Yu Sheng dingin pada para pengawalnya.


Para pengawal pun mengangguk paham.Mereka mulai menjalan perintah Zhou Yu Sheng dan menyeret karyawan pria itu keluar dari ruangan itu.


"Kalian semua jangan seperti pria ini atau...


yang kalian pasti tahukan?"


Para karyawan yang lain hanya terdiam tidak terkutik cara Tuan mereka menghukum pria itu yang melakukan kesalahan fatal,Zhou Yu Sheng mematahkan pergelangan tangan pria itu sampai cacat di dalam ruangan meeting di depan para karyawan yang lain itu sebagai bukti siapa pun yang berani menipu Zhou Yu Sheng akan berakhir seperti karyawan pria itu.Dia tidak akan biarkan kesalahan sedikit pun mempengaruhi reputasi perusahaan dan reputasinya.


"Maaf Tuan,bagaimana mau urus kedua preman itu yang ada di markas?"tanya Michell sambil mengikuti langkah Zhou Yu Sheng memasuki ruangan kerjanya.


"Bunuh saja mereka!"perintah Zhou Yu Sheng tidak terbantahkan.


"Baik Tuan."


"Ambilkan kunci mobilku,aku mau pulang."Ucap Zhou Yu Sheng sambil meraih mantelnya di gantung kepala kursi kebesarannya dan memakainya.


Tok..Tok..Tok


Sebelum mantelnya berhasil melekat tubuhnya dengan sempurna terdengar suara ketukan pintu dari luar membuat Zhou Yu Sheng dan Michell mengalihkan pandangan mereka kearah sana.


"Masuk!"Jawab Zhou Yu Sheng.


"Selamat siang,sayang."Sapa suara seorang wanita di depan pintu yang baru saja terbuka dengan bau parfum yang menyeruak.Ternyata Jona.Wanita itu langsung masuk dan memeluk lengan Zhou Yu Sheng dengan erat.Michell yang melihat tingkah Jona yang antusias dan begitu tidak tahu malu sebagai seorang wanita membuatnya menggeleng kepala seketika.


"Tuan ini kunci mobilnya.Kalau tidak ada hal lain lagi aku permisi dulu."Ucap Michell setelah menyerahkan kunci mobil pada Tuannya.Lalu bergegas keluar dari ruangan itu.Dia merasa kasihan pada nyonya mudanya yang tidak tahu apa-apa kalau suaminya tengah di goda oleh seorang wanita penggoda.


"Kamu kemana saja,sayang.Berkali-kali aku datang menemuimu tapi seketarismu selalu bilang kau tidak ada di kantor atau pun alasannya kau keluar kota.Yu Sheng,kau menghindar dariku?"tanya Jona dengan suara memelas


Zhou Yu Sheng bahkan tidak mau repot untuk mengubriskan pertanyaan Jona.Rasanya muak bertemu dengan Jona.


"Sialan!"sentak Zhou Yu Sheng melepaskan rangkulan Jona.


"Aku tidak akan segan-segan membunuhmu jika kau masih ingin menyentuhku!"


Langkah Jona mundur,senyuman nakal tidak pernah lepas dar bibirnya.Amarah Zhou Yu Sheng tidak membuatnya takut sama sekali,sepertinya wanita itu sudah terbiasa.


Jona dengan malas berjalan duduk kearah sofa.Melihat tampilan kukunya berwarna merah yang tampak cantik beberapa saat lalu baru di manikur di salon.

__ADS_1


"Biarpun berkali-kali kau mengatakan putus denganku selama aku tidak terima,aku anggap itu tidak berlaku,Yu Sheng.Kau harus tahu,aku masih sangat mencintaimu.Asal kau setuju.Aku bahkan rela jadi istri keduamu."Ucap Jona mengeluarkan rayuannya.


Zhou Yu Sheng bahkan mulai menyesal keputusannya yang dulu.Berpura-pura pacaran wanita parasit seperti Jona.


"Diamlah Jona.Keluar dari sini.Aku tidak punya waktu meledanimu."


Wanita itu tersenyum membuat Zhou Yu Sheng semakin marah.Dengan langkah anggun Jona mendekati pria itu.Tangannya terulur hendak meraba dada Zhou Yu Sheng,namun sebelum berhasil tangan pria itu dengan sigap menahan pergelangan Jona dan mencekramnya dengan kuat.


"Kau tidak seharusnya melewati batas kesabaranku,Jona."


"Oh,ayolah.Kenapa kau harus semarah itu padaku.Biar kau tidak mencintaiku.Setidaknya kita masih berteman bukan?"


Jona berusaha bersikap seanggun mungkin biar pun tangannya di cengkram oleh Zhou Yu Sheng terasa sakit.


"Berhentilah berharap!"seru Zhou Yu Sheng setelah mengatakan itu dia pun menghempaskan cengkramannya pada tangan Jona dan berlalu melangkah keluar dari ruangannya meninggalkan Jona sendirian dalam ruangan itu,dengan perasaan penuh kesal dan amarah dengan satu tangan meremas tangannya yang memerah akibat cengkraman Zhou Yu Sheng yang keras.


*******


Ting


Begitu pintu lift terbuka Zhou Yu Sheng langsung masuk kedalam lift,dan mengeluarkan benda pipih yang ada di saku jasnya untuk mengetik nomor yang akan pria itu hubungi.


"Nyonya masih belum mau makan,Tuan."Jawab bibi pelayan di sebelah telepon.


"Sebentar lagi aku sampai, jaga nyonya baik-baik."Perintahnya lalu menutup panggilannya.


Setelah menutup panggilan Zhou Yu Sheng hendak menyimpan ponsel di dalam saku jasnya.Namun sebelum berhasil tersimpan deringan ponsel terdengar.Zhou Yu Sheng berdecak kesal.Dia pun menatap layar ponselnya yang masih berdering tertera tulisan kakek dengan alis terangkat.


"Kamu ini kenapa,Yu Sheng?istri kau sakit di tinggalkan sendirian dirumah.Kamu dimana pulang sekarang juga!"


Celoteh sang kakek terdengar geram di seberang telepon saat Zhou Yu Sheng mengangkat panggilan beliau.


Dia memang sengaja pulang lebih awal karena dirinya merasa khawatir dengan kondisi gadis itu.Namun siapa sangka kakeknya kini berada di apartemennya.Khawatir?apa dirinya baru saja khawatir dengan seseorang selain kakeknya sendiri.Ah,itu terdengar lucu bukan?


"Tapi aku tadi ada urusan penting di kantor,kek."Zhou Yu Sheng berusaha menjelaskan karena dia tahu jika nanti sesampai dirumah sang kakek pasti akan memberikan ceramah panjang lebar yang akan membuat telinganya panas.


"Kakek tidak mau tahu!alasan apa yang kau buat tapi tinggalkan istri saat sedang sakit bahkan hampir di leceh itu semua adalah kesalahan dan tanggung jawabmu."


Beliau kembali melanjutkan ucapannya.Pulang sekarang!disini juga ada kedua mertuamu."Sang kakek kemudian memutuskan panggilan sepihak.

__ADS_1


"Dasar gadis ingusan yang merepotkan."


Gadis itu memang selalu membuatnya sulit.Semalam Mu Qing Yi pulang pulang terlalu malam hingga hampir di lecehkan sebuah gang yang gelap untung dirinya datang tepat waktu,dirinya bahkan kerahkan para pengawalnya untuk mencari gadis itu.Sekarang dirinya harus berhadapan dengan sang kakek tentang gadis itu lagi.


Zhou Yu Sheng berusaha menepiskan bayangan Mu Qing Yi yang semalam di sentuh oleh para bajingan itu sedaritadi.


Ting lift terbuka


Dia mengumpat keras dan keluar dari lift dengan melangkah lebar untuk menuju area parkiran mobilnya.


"Awas kamu,gadis ingusan."


Gadis itu akan mendapat hukuman ketika dia sampai rumah dan sang kakek serta mertuanya pergi nanti.


*****


"Yu Sheng kenapa lama sekali baru sampai."Celoteh sang kakek pada sang cucu.


"Ini sudah paling cepat,kek.Lagi pula dari kantor nyetir pulang keapartemen membutuhkan waktu 30 menit ini baru 25 menit."Jelas Zhou Yu Sheng sambil melihat arloji yang melekat di pergelangan tangannya.


"Kamu ini suami macam apa?istrimu sakit dan masih tampak syok di tinggal sendirian?"celoteh sang kakek yang tengah duduk diruang menunggu kepulangan sang cucu dengan kesal.


Zhou Yu Sheng bergegas masuk kedalam kamarnya.Dia melihat Mu Qing Yi tengah duduk berbicara dengan kedua orang tuanya.


Secepat kilat,pria itu menarik Mu Qing Yi kedalam pelukannya.Gadis itu terbelalak dengan perubahan sikap Zhou Yu Sheng yang terlalu tiba-tiba.


"Bukankah gila brengsek ini tadi baru saja menyiksanya?lalu kenapa sekarang sikapnya berubah tiba-tiba,apa dia lagi rasukan?"batinnya Mu Qing Yi ngeri sendiri membayangkan sikap suami psikopatnya suka berubah-ubah.Dia berubah saja ingin berontak kecil namun Zhou Yu Sheng memeluknya makin erat dan merasa tidak nyaman.


"Jalankan peranmu, jangan membuat kakek dan orang tuamu curiga."Bisik Zhou Yu Sheng tepat di telinga Mu Qing Yi yang membuatnya meremang seketika.


"Sayang,bukankah sebelum aku berangkat kerja menyuruhmu istirahat,dan minum obat.Kalau ada apa-apa yang sakit telepon aku.Kenapa kau malah telepon kakek dan orang tuamu?"tanya Zhou Yu Sheng dengan lembut pada Mu Qing Yi.Mu Qing Yi memenjam mata sebentar sambil menelan saliva dengan susah payah lalu menguras senyum yang terlihat begitu terpaksa.


Sang kakek dan kedua orang tua saling menatap berganti melihat interaksi keduanya.


*****


Hai readers maaf banget lama baru up.Karena kondisi kesehatan author sedikit terganggu.


Jangan lupa dukungannya ya.Jika suka jangan lupa like,saran kritikan,dan vote.Makasih🙏.Salam manis dari author.

__ADS_1


Happy reading....


__ADS_2