
Mu Qing Yi mendengarnya,namun dia mengabaikannnya dan terus berjalan pergi begitu saja.Membiarkan Zhou Yu Sheng melihat tubuh mungilnya menghilang.
ππππ
"Mu Qing Yi...!"teriak Anna lantang.Saat melihat Mu Qing Yi berjalan melewatinya.
Mu Qing Yi menghentikan langkahnya sambil menutup telinga dengan kedua tangannya itu.Karena suara Anna sangat keras hingga membuat gendang telinganya berdengung.
"Astaga, Anna kenapa berteriak-teriak?ini bukan pasar."Ucap Mu Qing Yi sambil mengerucut bibirnya.
"Masih tanya lagi kenapa!"seru Anna sambil berjalan hampiri Mu Qing Yi.
"Kamu sangat menyebalkan tahu tidak!buat aku khawatir,ponsel malah aktif-aktif.Sekarang malah mengabaikaku."
"Apanya tidak aktif.Bukankah kemarin kita baru saja bicara dalam telepon?"tanya Mu Qing Yi heran dengan sahabatnya itu yang suka berbicara berlebihan.
"Itu kemarin.Yang aku bicara itu kemarin-marin.Kamu bahkan tidak jelaskan padaku kenapa ponselmu tidak aktif."
"Iya,maaf Anna ceritanya panjang."
"Ceritanya sepanjang apa?sepanjang rel kereta atau sepanjang kota Beijing ?aku tetep siap dengar."
"Mungkin lain kali.Hari ini aku tidak ada mood."
"Tidak mood.Atau tengah mabok cinta?"
"Cie...."Goda Anna.
"Apa mulai lagi. "Ucap Mu Qing Yi kesal disertai malu kepalang dan meninggal sahabatnya senyum merekeh.
"Cie..diantar suami bermesraan lagi didepan kampus apa kau tidak memikirkan nasib para jomblo?"goda Anna lagi.
"Anna...masuk kelas!nanti diceramah sama profesor baru tahu rasa."
"Iya nyonya bos."
"Tapi,ngomong -ngomong beberapa hari kau tidak masuk kuliah kalian pergi bulan madu atau...."Anna sengaja menjeda kelimatnya.
"Atau apa?"tanya Mu Qing Yi yang masih melangkah menuju kelasnya.
"Ehem..ehem."Ucap Anna penuh arti.
"Apa itu ehem..ehem.Apa tenggorakanmu bermasalah?"tanya Mu Qing Yi polos.
"Hei..Qing Yi kau pura-pura polos atau benar-benar polos?"tanya Anna mulai kesal dengan sikap sahabatnya itu yang masih tidak mengerti maksudnya,dia jadi semakin curiga dengan status pernikahan sahabatnya itu.
"Anna bisa tidak kalau berbicara jangan setengah-tengah."Decak Mu Qing Yi menatap sekilas Anna, sebelum kemudian melangkah masuk dalam kelas dan mendarat pantatnya di kursi.
"Qing Yi... aku mau tanya sesuatu."Ucap Anna tampak serius.
"Iya tanya saja."Ucap Mu Qing Yi sambil sibuk mengeluarkan laptop yang ada dalam tas nya.
"Apa yang kau lakukan selama beberapa hari ini selama tidak masuk kuliah.Kau masih hutang penjelasan denganku?"tanya Anna masih setia menatap lekat sahabatnya yang masih setia sibuk mengeluarkan bukunya yang ada didalam tas tiba-tiba tangannya berhenti diudara.
Pertanyaan Anna membuat Mu Qing Yi kembali mengingat kejadian malam itu dimana hampir saja mahkotanya diregut para preman sialan itu.Meski tentu akan sulit lupa akan kejadian masa kelam malam itu namun dirinya tetap berusaha.Mu Qing Yi bahkan sempat takut ke pergi kuliah karena kejadian di alaminya baru empat hari lalu.Bahkan kedua preman itu entah dimana keberadaannya, polisi pun gagal melacak keberadaan kedua preman itu.Makanya Mu Qing Yi takut masih merasa was-was,bukannya apa.Mu Qing Yi takut para preman itu Mu Aing Yi.
.
__ADS_1
"Hei..aku lagi bicara kenapa kau malah melamun?atau kau belum puas bermesraan dan masih rindu dengan suami tampanmu."Tuding Anna sambil terkekeh.
Ucapan Anna membuat Mu Qing Yi tersadar lamunan dan melotot kesal pada sahabatnya itu yang bicara ceplas ceplos.
"Astaga Anna,kau pikir aku sepertimu selalu saja memikirkan hal seperti itu."
"Iya,makanya aku selalu bilang kau polos sepolos anak lima tahun."Ucap Anna mengeluarkan tawanya.Mu Qing Yi yang melihat itu menahan diri untuk tidak melepas snaker yang dia pakai membungkam mulut sahabatnya itu yang sedari tadi bicara kesana kemari.Masa dirinya disamakan anak lima tahun.Jadi membuat emosi dirinya makin meningkat ?tadi sigila,sekarang Anna pula.Sungguh pagi yang buruk!
Mu Qing Yi lagi-lagi menghembus nafas menahan emosi dan berusaha tidak meledani sahabatnya yang cengar cengir tidak jelas itu.Memang selalu dibuat emosi.
Mu Qing Yi yang terlalu hanyut dalam lamunan,hingga tidak sadar saat profesor masuk dan tiba-tiba memanggil namanya.Sesaat Mu Qing Yi terkejut,dia terlihat tergagap dan sebentar kembali menguasai dirinya kembali.Mu Qing Yi bisa menangkap kilatan bahaya tengah mendukung.
"Bukannya sudah aku bilang terakhir kali,bila kau ingin mengikuti kelasku kau harus mengikuti aturan,Kalau tidak silakan keluar!"peringat profesor dengan nada suara terdengar menyeramkan menurut Mu Qing Yi walaupun tidak keras.
"I..Iya maaf profesor."Ucap Mu Qing Yi gugup.
"Nanti habis pulang buat catatan lima puluh kali untuk intropeksi diri.Paham."
"Pa..paham profesor."Jawab Mu Qing Yi lesu.
"Ah,menyebalkan.Benar-benar hari yang buruk!tampaknya dewi fortuna pun tidak memihakku !"batin Mu Qing Yi.
Mu Qing Yi menatap tajam kearah Anna memasang wajah tidak berdosa sama sekali
Dia bahkan menonton dan menertawakan dirinya yang sial ini.Memang dasar sahabat yang tidak ada setianya.Padahal itu semua salah Anna saat kelas sudah mau mulai malah membicarakan pria menyebalkan itu,sehingga menguras pikiran dirinya.Menyebalkan bukan?
"Nanti pulang salin 500 kata intropeksi diri."Ucap profesor lagi.
"Ah menyebalkan!"umpatan demi umpatan Mu Qing Yi dalam batin.
"Qing Yi jangan jalan begitu cepat.Aku capek mengikuti langkahmu itu seperti di kejar hantu."Rengek Anna yang tampak kesusahan mengejar langkah Mu aing Yi dengan higtheelnya.
"Qing Yi ayolah jangan marah terus nanti cepat tua baru tahu."
Mu Qing Yi tiba-tiba menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang menatap sahabatnya itu dengan tatapan tajam.Anna dengan senyum tanpa dosa menghampiri Mu Qing Yi.
"Oke,aku minta maaf.Gara-gara aku kau di hukum profesor.Jadi tolong jangan abaikan aku begitu."Ucap Anna dengan suara memelas.
"please.."Ucap Anna sambil katup kedua tangannya.
"Qing Yi please katakan sesuatu.Dan kau masih belum cerita yang katamu panjang lebar itu."Ucap Anna yang masih belum mendapat klasifikasi dari Mu Qing Yi kembali mengajukan pertanyaan yang sama.
Mu Qing Yi kembali menghela napas panjangnya.
"Aku tidak ada mood untuk cerita."Ucap Mu Qing Yi memutar tubuhnya dan kembali melanjut langkahnya.
"Qing Yi jika kau tidak mau cerita atau memaafkan aku.Kau tidak diijin pergi."Ucap Anna menahan langkah Mu Qing Yi,smbil memeluk lengannya dengan erat seperti parasit.
"Oke,aku maafkan.Tapi lepaskan dulu lenganku aku pulang dan istirahat."Ucap Mu Qing Yi paling tidak bisa melihat orang memohon padanya apalagi Anna adalah terbaiknya.
Sebenarnya Mu Qing Yi masih sangat kesal dengan sahabatnya yang satu ini,tapi mau bagaimana lagi jika Anna terus menerus memohon dengan ekspresi nyedihkan seperti itu.Siapa suruh hatinya selembut kapas.Ehm..jadi puji diri sendiri...
"Jadi benaran kau sudah maafkan aku?"tanya Anna dengan ekspresi senang.
"Kenapa sepertinya tidak terdengar tulus."Ucap Anna dengan ekspresi sendu .
"Iya,aku benar-benar sudah maafkan."Ucap Mu Qing Yi ringis.
__ADS_1
"Terima kasih sahabatku yang paling cantik sekampus Xinling."Puji Anna senang lalu memeluk Mu Qing Yi sambil tersenyum.
"Sekarang kamu mau makan apa,aku yang traktir?"tanya Anna.
"Aku tidak lapar.Aku hanya ingin pulang dan tidur."Ucap Mu Qing Yi.
"Tidak ada penolakan.Ayo."Ucap Anna sambil menarik tangan Mu Qing Yi kekantin kampus.
"Tapi.."
"Kau kamu tidak mau berarti masih belum memaafkan aku."
"Oke,baiklah.Dasar pemaksa."
"Bukankah aku selalu begitu."Ucap Anna dengan senyum merekeh .
"Apa kau tidak rindu padaku?"tanya Anna setelah dia dan Mu Qing Yi Sampai dikantin dan duduk salah satu kursi disana.
"Tidak."
"Kau tega sama sahabat mu sendiri."Oceh Anna.
"Tapi aku rindu sekali padamu.Aku baru sadar jika kehadiranmu penting sekali dalam hidupku,jika tidak ada kamu aku merasa bosan sendirian dikampus ini."Ucap Anna dramatis.
Mu Qing Yi terkekeh mendengar ocehan Anna yang menurutnya terlalu berlebihan.
"Sepertinya kamu terlalu banyak nonton drama dramatis."
"Hei,apa kaitannya dengan drama?aku hanya mengatakan kebenarannya."
"Kamu masih belum mendengar pertanyaan aku?!"ucap Anna dengan nada serius satu tangan menopang dagunya.
"Aku bingung mau cerita mulai dari mana."Ucap Mu Qing Yi tiba-tiba wajahnya mulai berubah sendu.
"Tunggu-tunggu biar aku tenangkan diri sebentar dulu,aku takut jantungan ."Ucap Anna sambil tarik nafas dan buang nafas setelah melihat ekspresi Mu Qing.
Plak..
Mu Qing Yi memukul lengan Anna dengan kesal.
"Kenapa pukul aku!"Seru Anna sambil mengelus lengannya yang terasa sakit.
"Kamu mau dengar atau tidak kalau tidak mau aku mau pulang dulu."Ucap Mu Qing Yi sambil mengerucut bibirnya.Sebal kesal jangan ditanyakan lagi.Melihat tingkah Anna yang konyol.
"Salah aku apa pagi ini,ya tuhan....?kenapa tidak ada satu pun yang bisa bersikap normal.
******
"Terus ikuti gadis itu dan laporkan apa saja yang dia lakukan tanpa lewatkan sedikit pun."Perintah Zhou Yu Sheng di ujung telepon sana.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Hei readers jangan lupa komen dan likenya ya.Biar author tambah semangat updatenya..
.
.
__ADS_1
.