
"Kenapa kau melihat cucu menantuku seperti itu,apa kau tidak senang kakek bicara seperti itu.Sepertinya kau harus mengoreksi diri.Jangan hanya tahu mengoreksi perusahaan saja."Cibir sang kakek,lagi-lagi membuat Zhou Yu Sheng menahan amarahnya.
🍀🍀🍀🍀
Paginya Zhou Yu Sheng berangkat ke kantor dari sang kakek begitu pun dengan sang istri berangkat kuliah dihantar oleh Zhou Yu Sheng meskipun sudah melarang dan usulkan belajar online saja dirumah tapi Mu Qing Yi tetap bersikeras mau pergi kuliah dengan alasan bosan belajar online sendirian dirumah tidak konsentrasi belajar dan gadis itu bahkan minta pendapat dan izin kakek Zhou.Begitu beliau sudah angkat bicara,Zhou Yu Sheng sudah tidak punya alasan untuk melarang istrinya lagi.Alhasil,Zhou Yu Sheng mengizinkan dengan syarat diantara ponsel harus nyala terus selama kuliah,tidak boleh baikan telepo atau pun chatnya dimana pun berada.Mau tidak mau Mu Qing Yi hanya bisa setuju pasrah daripada tidak di izinkan kuliah.
Dia bukannya tidak punya alasan melarang istrinya pergi kuliah.Itu semua karena pria ingusan itu.Apa karena dirinya cemburu?ah,tentu saja tidak.Tidak mungkin dia cemburu.Dia melakukannya murni ingin melindungi gadis itu dari penipuan dari pria diluar sana.Itulah logika yang tanamkan pemikiran untuk dirinya.Cemburu gengsi mau ngaku.Giliran miliknya disentuh tidak segan-segan pria itu mengeluarkan taringnya itu.
Sebenarnya semalam Zhou Yu Sheng ingin pulang keapartemen mereka namun An Yu sang bibi terus menerus memaksanya menginap di mansion karena tidak mau mengecewakan sang bibi akhirnya Zhou Yu Sheng pun terpaksa mengiyakan nginap di mansion sang kakek.Kemarin mereka tetap tidur terpisah Zhou Yu Sheng tidur di sofa sementara Mu Qing Yi tidur di ranjang setelah perdebatan mereka yang panjang.Karena keduanya tidak mau kalah berbagi tempat tidur.Mu Qing Yi takut pria itu melancarkan aksi gilanya seperti memciumnya tiba-tiba atau bahkan melakukan melebih.Ah,jangan tanya melakukan hal lebih itu apa?pikirkan saja sendiri,sesuai imajinasi masing-masing hehe..
Sementara Zhou Yu Sheng sebenarnya bukannya tidak mau berbagi ranjang dengan istrinya itu.Hanya saja Mu Qing Yi menolak berbagi ranjang dengannya,maka dengan itu dia pun ikut menolak dengan alasan tidak mau orang lain tidur diranjangnya itu.Gengsi dong, jika gadis itu menolak sementara dirinya bilang mau berbagi ranjang.Sementara banyak wanita diluar sana ingin menghangatkan ranjangnya.Mau taruh dimana muka tampannya itu nanti.
Kedua bagaimana pasangan romantis saat turun didepan kampus.
Anna dan Shi Zhen yang kebetulan juga baru datang melihat keduanya.
Zhou Yu Sheng yang menyadari sorot mata ShiZhen yang memandang kearahnya dia pun melangkah menghampiri Mu Qing Yi.Zhou Yu Sheng melingkarkan tangannya di pinggang ramping Mu Qing Yi.Pria itu sengaja untuk memanas-manaskan pria itu hingga membuat Mu Qing Yi terbelalak mandang Zhou Yu Sheng dengan tatapan tidak suka dan berusaha menepis tangan yang melingkar pinggangnya namun tetap saja gagal.
"Kak!apa yang kakak lakukan?ini masih pagi malu kalau dilihat orang."Ucap Mu Qing Yi dengan nada suara serendah mungkin supaya tidak mengundang perhatian orang lain.Bisa-bisa dirinya jadi bulanan para mahasiswa nanti.
"Malu?apa yang mau kau malukan,hem?kau istriku dan aku suamimu.Bagian mana yang menurutmu malu selain itu aku juga tampan."Ucapnya tanpa dosa sambil tersenyum miring.Zhou Yu Sheng bahkan dengan sengaja menganggukkan kepalanya menyapa ShiZhen yang sedang menatapnya dengan tatapan kesal.
"Dasar pria narsis!"
Shi Zhen tahu pria yang mengaku sebagai kakak dari Mu Qing Yi hubungan mereka pasti bukan sekedar adik dan kakak.Jika dilihat dari sudut manapun pria itu terang-terangan mengibarkan bendera perang pada dirinya.Dia semakin kesal melihat pemandangan yang menusuk matanya itu.Ingin rasanya dia menyingkirkan tangan Zhou Yu Sheng yang melingkar pinggang gadis itu.Namun sepertinya dirinya tidak punya hak itu.Siapa dirinya?Di bilang teman bahkan tidak dekat.Hubungan fia dan gadis bus itu hanya sekedar sapa menyapa saja.
"Aku harus menyelidiki hubungan mereka."Batinnya dengan tangan berkepal erat melampiaskan amarahnya.
__ADS_1
"Nanti sudah selesai kuliah langsung telepon aku ya,sayang."
"S..sayang?kau kenapa?"tanya Mu Qing Yi dengan mata melebar saat Zhou Yu Sheng tiba-tiba melontarkan kata sayang,perasaan sebelum berangkat sikap pria itu masih sedingin es.Ini tiba-tiba memanggilnya sayang dan bahkan sok bersikap mesra didepan kampus memang dasar pria psikopat membuat pertunjukkan tidak kenal tempat.Entah kali ini dia membuat pertunjukan untuk dilihat siapa pula?sepertinya suaminya itu punya sifat ganda yang bisa berubah kapan saja.
"Kau sakit??"tanya Mu Qing Yi mengernyit sambil meletakkan punggung tangan pada kening suaminya itu untuk memastikan suhu tubuh Zhou Yu Sheng kemudian meletakan punggung tangannya pada kening dirinya.
"Kau tidak demam.Kemungkinan kau salah minum obat pagi ini."Sinis Mu Qing Yi dengan nada kesal.Jika pria itu kesal dengan ucapannya dia sudah tidak peduli.Masa bodoh.Toh,pria itu saja tidak peduli dengannya dan suka seenak jidatnya perlakuan dirinya.
Ucapan Mu Qing Yi membuat Zhou Yu Sheng menatap tajam gadis depannya itu.namun dia berusaha menepis rasa kesalnya karena dia tidak mau rasa kesalnya mengambil alih lalu menggagalkan rencananya memanaskan hati seseorang yang sedang menatap kearahnya.
"Apa yang kau katakan,sayang?"tanyanya lalu mengangkat tangannya dan meraih Mu Qing Yi dan menurunkan tangan itu yang masih setia menempel pada keningnnya detik berikutnya tiba-tiba wajah dingin Zhou Yu Sheng datar digantikan dengan senyum teramat manis bahkan Michell bersahabat dan bekerja dengan pria itu tidak pernah melihat senyuman itu meski senyum manis dipaksakan.
Deg
Jantung Mu Qing Yi berdetak kencang dengan sikap manis Zhou Yu Sheng.Jika begini terus, lama-lama dirinya bisa jantungan.
"Kakak!"
"Apa?"
"Bisa lepaskan tanganmu itu tidak?"
"Lalu apa masalahnya."Ucapnya tanpa dosa.
"Apa kakak tidak lihat kita ini berada dimana?"tanya Mu Qing Yi kesal setengah mati,pasalnya pria itu sedari tadi tidak ada peka-pekanya di sekeliling menatap kemesraan mereka.
"Dikampuslah."Jawabnya enteng.
__ADS_1
Mu Qing Yi mengembus napas kasar.
"Kakak tahu ini kampus?"
"Pertanyaan apa itu.Kau pikir aku amnesia."
"Kalau tidak,kenapa kakak pegang-pegang tidak lihat tempat.Ini bukan kamar kakak."
"Jadi dalam kamarku boleh,ya?"goda Zhou Yu Sheng tersenyum puas setelah menggoda gadis polos yang berstatus istrinya itu.
Deg
Mata Mu Qing Yi terbelalak tidak percaya dengan pertanyaan pria psikopat itu.Mu Qing Yi segera bungkam bibir dengan kedua tangannya sambil menahan malu ketika tanpa sadar sudah kelepasan dalam kalimat yang dilontarkannya .Dia terjebak dengan ucapan sendiri.Gadis itu mulai mengutuki mulutnya.
Dia segera berpaling dan enyah dari sana melangkahkan kaki masuk kedalam kampus daripada terus meledani pria yang tidak waras itu.Bisa-bisa orang normal seperti dirinya tertular kegilaannya.
"Mau pergi kemana kau?aku belum selesai bicara!"
Mu Qing Yi mendengarnya,namun dia mengabaikannnya dan terus berjalan pergi begitu saja.Membiarkan Zhou Yu Sheng melihat tubuh mungilnya menghilang.
🍀🍀🍀🍀
.
.
.
__ADS_1