Terpaksa Menikahi Pria Arogan

Terpaksa Menikahi Pria Arogan
Pria dalam Bus


__ADS_3

Pagi ini Mu Qing Yi sudah bersiap dengan pakaian miliknya,hari ini dia kembali memasuki kuliah setelah tiga hari lamanya ijin.Dengan polesan bedak tabur tipis dan lipbalm rasa strawberry kesukaannya pada bibir,membuat wajahnya terlihat begitu natural.Serta oles sedikit vitamin di rambut agar lebih lembut.


Sedangkan Zhou Yu Sheng sedari pagi dia sudah berangkat kerja bersama sekertarisnya Michell.Tidak lupa Zhou Yu Sheng memberinya sebuah kartu bank pada Mu Qing Yi.Tetapi juga memberinya nomor sandi kartu bank pada Mu Qing Yi sudah berusaha menolaknya tapi pria itu tidak mengubriskan penolakannya katanya itu merupakan tanggung jawabnya walaupun dia tidak menginginkan pernikahan dan dia tidak mau nanti di pertanyakan sang kakek.


Mu Qing Yi menghela nafas berat sambil berpikir mengenai ucapan yang di lontarkan Zhou Yu Sheng.Memang terdengar sangat menusuk tapi itulah kenyataan dari pernikahan tanpa ada rasanya cinta.Tapi apa yang bisa dia lakukan olehnya jika nasi sudah jadi bubur.Menyedihkan.


Tetapi bagaimana pun juga Mu Qing Yi tidak akan memakai uang saku yang di berikan Zhou Yu Sheng,karena dirinya ada kerja sampingan jadi dia tidak perlu mengandalkan orang lain.Dia akan cari waktu yang tepat mengembalikannya.


Kini Mu Qing Yi berjalan keluar dari apartemen menuju helta bus,setelah berjalan 20 menit Mu Qing Yi pun duduk di kursi


menunggu bus datang.


"Dasar pria kejam menyebalkan,memberikan uang saja padaku harus terpaksa.Memangnya aku meminta padamu."Gumam Mu Qing Yi kesal sambil melirik jam di pergelangan tangannya.Jam sudah menunjukkan pukul 7,tinggal 20 menit lagi kelas kuliah akan di mulai.


Ia terus gumam penuh kesal tanpa bosan.Padahal dia sudah bangun awal tapi tetap saja akan terlambat.


Mu Qing Yi makin merasa kesal,entah pria brengsek itu atau bus yang di tunggu-tunggu.Semua itu membuatnya kesal pagi ini.Dia kembali melirik jam di pergelangan tangan,tapi masih tidak menampakkan bus yang di tunggu.


Setelah beberapa menit akhirnya menunggu bus yang di tunggu akhirnya datang dengan membukakan pintu otomatis tanpa menunggu lama Mu Qing Yi langsung menaikinya dan mencari tempat duduk yang kosong.Setelah itu dia duduk di tempat duduk paling belakang tepat dekat jendela.Mu Qing Yi mengernyit heran saat melihat beberapa gadis muda terus menoleh kebelakang dengan tangan memegang ponsel seperti memotret seseorang,ia refleks menoleh samping yang ia duduk ternyata terduduk seorang pria bertubuh tinggi berwajah tampan berotot duduk sebelahnya yang mengundang perhatian gadis-gadis muda itu.Pria itu terlihat sangat serius dengan satu tangan memegang buku,tangan lainnya sibuk membuka halaman buku itu selembar demi selembar untuk membaca.


Sejenak Mu Qing Yi terus memperhatikan pria itu yang terus sibuk dengan bukunya itu.Apa dia tidak tahu gadis-gadis muda di depannya terus cengar cengir memoretnya atau dia memang sengaja mengabaikannya.Entahlah mungkin bukunya itu lebih menarik dari pada gadis itu.Bukankah semua pria sangat senang bila banyak pengagum?


"Ah,ambil contoh saja pria psikopat itu.Dia tidak tertarik pada perempuan.Astaga,bagaimana bisa aku bandingkan pria di sebelahku dengan pria psikopat itu."Batin Mu Qing Yi secepat mungkin menepiskan pikiran tentang Zhuo Yu Sheng.


"Nona."Seru pria itu.


Mu Qing Yi sepertinya terhanyut lamunan sehingga tidak menyadari pria itu memanggilnya.Sesaat pandangannya dengan pria itu bertemu,dia terburu-buru menundukan kepalanya saat pria itu kembali memanggil dia sambil menatap kearah dirinya.


"Astaga,bukan hanya wajahnya tampan tapi suaranya yang seksi bikin meleleh."Batin Mu Qing Yi yang masih menundukkan kepalanya.


"Permisi."Seru pria itu lagi.


Setelah terdengar suara pria itu kembali memanggil dirinya.Tanpa terasa ternyata bus yang dia tumpangi sudah berhenti,tandanya dia sudah sampai di kampus.


"M..maaf."Ucap Mu Qing Yi dengan wajah kikuk lalu mulai berdiri lalu dengan langkah terburu-buru keluar dari bus itu tanpa melihat pria itu lagi.


Siapa yang tidak kikuk jika seorang pria berwajah tampan menatap kita bahkan kadang bahkan bisa salahkan tingkah.Ya,termasuk Mu Qing Yi.

__ADS_1


Sedangkan pria itu yang sudah turun dari bus menarik sudut bibir sambil memperhatikan di balik punggung Mu Qing Yi yang sudah mulai berjalan menjauh.


******


"Qing Yi!"Panggil Anna yang berdiri tidak jauh dari pintu gerbang.Lalu Mu Qing Yi melirik kearahnya.Tak lama Anna berjalan menghampiri dengan wajah tampak kesal


"Kenapa kamu tidak mengangkat telefon dariku?kirim pesan kamu juga tidak balas.Apa kamu masih kesal padaku?"tanya Anna.


"Tahu masih tanya."Jawab Mu Qing Yi kesal.


"Iya maaf.Habis suamimu masuk kamar masak aku masih berada di sana,apa kamu mau aku jadi obat nyamuk di sana?"


"Tapi dia tidak buat apa-apa sama kamu kan?"tanya Anna tampak khawatir.


"Tidak."


"Lalu kenapa kamu masih marah padaku?"tanya tanpa dosa.


"gara-gara benda yang kamu kasih ke aku.Ketahuan oleh pria itu."Ucap Mu Qing Yi sambil melempar pandangan horor pada Anna.


"What!!"


"Iya maaf.Aku hanya berniat lindungi kamu dengan benda itu,siapa tahu akan ketahuan."


"Tolong jangan marah lagi,ya.Ya,ya,ya.Please."Mohon Anna.


Mu Qing Yi tidak langsung menanggapi permohonan maaf dari Anna.Karena dia terburu-buru ingin menuju keruangan kelas kuliahnya yang sebentar lagi akan mulai.Karena Mu Qing Yi juga berniat buat pelajaran untuk Anna.Saat Mu Qing Yi akan melangkah masuk menuju kelas anna menahan tangannya.


"Jika kamu maafkan aku,aku akan menebus kesalahanku termasuk lakukan apa saja,termasuk jajan kamu selama satu bulan."Ucap Anna.


"Ok,deal."Ucap Mu Qing Yi sambil tersenyum dengan mata berbinar.Lalu melangkah menuju masuk ruangan kelas.


"Tapi,apa kamu tidak kasihan pada sahabatmu yang satu ini.Itu uang hasil hemat dari bulan lalu."Ucap Anna dengan nada sedih sambil mengikuti Mu Qing Yi dari belakang menuju ruang kelas.


"Jadi,rencananya tidak berniat untuk menebus kesalahan begitu?"Tanya Mu Qing Yi sambil menyeringai.


"Tentu saja tidak."Jawab Anna sambil tersenyum.

__ADS_1


"Jadi jangan banyak mengoceh."Ucap Mu Qing Yi sambil duduk di salah satu kursi di kelas.


"Qing Yi apa kamu sudah dengar kabar?"tanya Anna.


"Dengar kabar apa?"tanya Mu Qing Yi bingung.


"Astaga..apa yang kamu lakukan selama ini,bagaimana Mungkin kamu tidak tahu tentang ini, bahkan seluruh kampus sudah membicarakannya..?"


"Bahkan para gadis yang duduk di belakang kita daritadi membicarakan tentang itu."


"Memangnya ada apa..?bisa tidak kalau bicara jangan belat belit?aku sudah pusing ditambah lagi tambah pusing."Ucap Mu Qing Yi.


"Aku dengar kampus kita ini,akan kedatangan murid baru,tapi aku tidak tahu dia akan masuk kelas mana."Ucap Anna dengan mata berbinar.


Sedang Mu Qing Yi hanya memutar bola matanya dengan malas setelah mendengar pernyataan sahabatnya itu.Anna selalu saja seperti itu jika menyangkut soal pria tidak luput dari genggamannya.


"Qing Yi ,kenapa kamu tidak jawabku.apakah kamu mendengar apa yang aku katakan."


"Iya."Ucap Mu Qing Yi sambil sibuk mengeluarkan beberapa buku dari tasnya.


"Lalu kenapa kamu tidak menjawabku?"


"Memangnya apa yang ingin aku jawab."


"Ya,apa saja."


"Malas."Jawab Mu Qing Yi sambil membuka halaman buku ingin dia baca.


"Kau selalu saja seperti ini.Pantas saja kamu tidak pernah dapat pacar."Guman Anna berdecak kesal dengan sikap Mu Qing Yi.


"Kenapa kamu menghinaku?apa kamu sudah bosan hidup."Ucap Mu Qing Yi dengan bibir cemberut.


💓💓💓💓💓


Hai,readers ketemu lagi.Maaf baru up kesibukan didunia nyata banyak banget jadi gk sempat up di tambah lagi cari inspirasi.


Bagi yang udah baca babnya,jangan lupa komen kritikan,like,vote jika berkenan.

__ADS_1


HAPPY READING...


__ADS_2