
"Aku tidak akan lupakan pernah lupakan penghinaan yang aku terima hari ini..!"batin Jona menggeram sambil melangkah lebar untuk keluar dari ruang sialan itu.
"Hei,mau kemana kamu?bukankah kau itu pacar sekaligus calon istri tuan Zhou kenapa malah tiba-tiba pergi,apa kau sudah tidak butuh gelar mulia itu untuk menaikan populalitasmu lagi.."Ketiga wanita itu menghadang langkah kaki Jona saling tertawa lebar mengejek keangkuhan Jona yang berakhir mengenaskan didepan umum.Mereka merasa sangat puas hati melihat wajah pias Jona.Lihatlah wajah angkuh betapa menyebalkan,yang selalu mengganggu mereka.Kini mendapatkan malu.
"Apa urusan kalian kalau aku pergi..!gelar adanya tidak gelar aku tetap bisa menaklukkan Yu Sheng."Jona berkata dengan lantang dan percaya diri sambil kedua tangannya berkepal dengan erat hingga kuku panjangnya menusuk dagingnya hingga mengeluarkan darah segar bersembunyi di balik punggung tanpa ada yang menyadari itu.Dia mencoba menetralkan emosinya yang sudah berapi-api,reputasinya sudah cukup hancur dan malu akibat perdebatan tadi serta perkenalan perempuan miskin itu didepan publik secara tiba-tiba,kali ini dia tidak mau kecolongan lagi berakhir buruk dimuka umum.
"Astaga,dia percaya diri sekali.Apa kita sebaiknya memberinya piala oscar.."Seru Ruyi kembali tertawa berbahak,dasarnya pelakor memang tidak pernah mau turun reputasi hanya karena gelar yang dicap tetap saja berbangga diri.
Ucapan Ruyi yang pedas membuat emosi Jona yang sedari tahan kembali naik pitam.
"KAU...!"
"Jona ayo kita pergi dari sini...."Seru Erlin entah kapan tiba disamping Jona langsung menarik tangan Jona dengan susah payah pergi dari tempat itu.Karena melihat suasana kembali memanas akan semakin sulit dikendalikan.
"Kalian tunggu saja pembalasanku..!"seru Jona dengan mata berkilat sebelum menghilang dibalik pintu.Matanya memanas. dadanya bergemuruh.
🌷🌷🌷🌷
"AH...AH...BERENGSEK.. !KALIAN SEMUA BERENGSEK SIALAN..!"seru Jona menggila sambil meraih dan menghancurjan semua barang yang terlihat dalam kamarnya untuk melampiaskan semua amarah yang telah memuncak sedari tadi.Kenyataan yang tunjukkan pria tua itu,seolah memang di tujukan padanya.Malu,dan menyakitkan harga diri seorang JoNa model terkenal dihadapan publik.Namun,sekarang dunia pasti akan menertawakan kebodohan dan kenaifannya.
Dia tertawa sambil mengeluarkan air matanya.Satu tangan memegang botol alkohol sesekali meneguk dengan kasar.Cairan alkohol itu tertumpah baju hingga terlihat dengan jelas warna merah pekat baju warna putih yang wanita itu kenakan dan area mulutnya.
"Apa kekuranganku,hingga kau lebih memilih perempuan kampungan itu..?"Jona bertanya pada cermin seolah itu adalah Zhou Yu Sheng sambil menunjuk dengan jari telunjuknya berjalan dengan sempoyong kedepan cermin itu.
"Astaga,Jona apa yang kau lakukan?kenapa kamarmu seperti kapal pecah,hah..!"wanita paruh baya itu sangat terkejut melihat keadaan kamar putri semata wayangnya terlihat sangat mengenaskan.Wanita paruh baya itu berpikir putrinya masih tertidur saat ketuk pintu kamar Jona tidak ada sahutan berniat mengajak sang putri makan malam namun saat melihat pemandangan didepannya sangat membuat dirinya terkejut kepalang.
Jona sama sekali tidak ada respon pertanyaan sang,ibu.Dia hanya sibuk meneguk alkohol ditangannya hingga habis dan kembali siap membuka tutup botol alkohol yang masih tersegel.
"Oh,astaga.."Wanita paruh baya itu memegang kepalanya yang terasa pening dengan kelakuan sang putri.
__ADS_1
"Berhenti,Jona..!"seru wanita paruh baya itu sambil merebut botol alkohol yang belum berhasil Jona buka,tenaganya terasa makin menghilang dengan reaksi alkohol yang sudah bekerja matanya makin terasa berat
Hiks..Hiks...Hiks..!"tangis Jona pecah.
"Aku tidak rela,bu.Kenapa Yu Sheng tega lakukan ini padaku,apa kekuranganku,bu..!"seru Jona saat botol yang alkoholnya berhasil sang Ibu rebut.Tubuh Jona lunglai dilantai,tangannya kembali meraih botol alkohol dan ingin meneguknya namun sayang botol alkohol yang dia raih telah kosong hanya setetes alkohol yang menyentuh ujung lidah.
Amarah Jona kembali tersulur.
"Kau juga mengkhianatiku..!"marahnya pada botol alkohol yang dia pegang dengan gerakan sempoyong.
PLANG...
Botol itu pecah disudut lantai berserakan.
"Astaga,Nak..!tolong jangan menyiksa dirimu seperti ini,didunia ini pria bukan hanya Yu Sheng seorang.Kalau kau mau besok juga Ibu buatkan kencan untukmu.."Ungkap wanita paruh baya itu memeluk putrinya sambil mengelus punggung sang anak penuh kasih sayang.
"Tidak..!aku tidak mau yang lain,aku tidak bisa hidup tanpa Yu Sheng,Bu!"teriak Jona bersikeras dengan pendiriannya wajah dan matanya memerah padam seperti baru saja keluar dari oven,dengan air mata yang masih berderai.
Wanita paruh baya itu meneliti tampilan putrinya yang tampak sangat kacau.Dia sangat paham dengan kepribadian anaknya.Rasa menyesal tergurat jelas wajah cantik wanita setengah abad itu.
Semua kesalahannya yang telah mendidik Jona dengan menurut semua kemauan putrinya itu karena hanya miliki putri tunggal maka dia selalu memberikan yang terbaik baik kasih sayang maupun materi,hingga sang putri menjadi watak yang keras dengan semua menurut kehendaknya.
Wanita paruh baya itu menghela napas.
"Lupakan Yu Sheng,Nak.Ingat dia itu suami orang.Tidak baik merendah harga dirimu hanya menangisi dan terobsesi pria itu.Kau masih punya Ayah dan Ibu,Nak."Wanita paruh baya itu memberi pengertian pada sang putri dengan nada lembut.
Jona menghapus jejak air matanya lalu mengangkat kepalanya,menatap sang Ibu dengan tatapan kesal dan marah.Dia tidak habis pikir kenapa sang ibu bahkan tidak mendukungnya.
"Kenapa Ibu juga tidak mendukungku,apa Ibu tidak senang dengan kebahagiaanku..!"Jona menjauh dari pelukan dari sang Ibu.Ibu yang biasa sangat memanjakannya dan mendukung setiap keputusannya kini menyuruhnya melupakan Yu Sheng.Dia sungguh tidak percaya dengan pendengarannya.
__ADS_1
"Tidak,Ibu tidak bermaksud seperti itu,Nak."Lirih wanita paruh baya itu,dia sungguh tidak tahu harus bagaimana memberi pengertian pada sang putri lagi.Tampaknya cinta bisa membuat orang tuli dan buta.Termasuk putrinya diperbudak oleh cinta.
Jona kembali berdiri dengan susah payah dengan gerakan sempoyong dan bersiap ingin keluar kamarnya.
Tiba-tiba.
BRUK..!
"Jona..!"Wanita paruh baya itu sangat terkejut melihat sang putri limbung dan tidak sadarkan diri.
Dengan suara lantang wanita patuh baya itu pun memanggil pembantunya.Dia sangat takut,dia tidak mau terjadi apa-apa pada anaknya.Seorang wanita umur empat puluhan lari tergopoh-gopoh membantu sang majikan untuk menaikan tubuh Jona keatas kasur king Size berwarna merah muda yang ada diruangan kamar itu.Lalu menghubungi seorang dokter untuk memeriksa kondisi sang anak.
"Bibi,tolong bersihkan kamar ini..!"perintah wanita paruh baya itu sambil pandangannya teralih memandang wajah sang putri dengan sendu.
"Baik,nyonya."
********
"Apa yang kau lakukan?disini terlalu dingin.."
🧚♂️🧚♂️🧚♂️🧚♂️
Hei,readers maaf baru up.
Makasih bagi yang masih menunggu cerita dari author walaupun agak lama baru up.
Jangan lupa like dan komen kritikan jika berkenan cetakan vote makasih.
HAPPY READING..
__ADS_1
Salaman kangen dari author.