Terpaksa Menikahi Pria Arogan

Terpaksa Menikahi Pria Arogan
Masalah yang tidak berujung


__ADS_3

"Sayang,bukankah sebelum aku berangkat kerja menyuruhmu istirahat,dan minum obat.Kalau ada apa-apa yang sakit telepon aku.Kenapa kau malah telepon kakek dan orang tuamu?"ucap Zhou Yu Sheng penuh penekanan dengan lembut pada Mu Qing Yi .Mu Qing Yi memenjam mata sebentar sambil menelan saliva dengan susah payah lalu menguras senyum yang terlihat begitu terpaksa.


Sang kakek dan kedua orang tua saling menatap berganti melihat interaksi keduanya.


Melihat Zhou Yu Sheng melotot padanya,Mu Qing Yi menangkap kode tersebut.


Mu Qing Yi menggeleng-geleng keras."A..aku tida.."


"Bukan istrimu yang telepon kakek ataupun orang tuanya.Kakek yang datang sendiri ke apartemenmu mengingat sudah lama kau tidak membawa cucu menantuku untuk menemuiku."Sela kakek Zhou dengan cepat.


"Kau ini bagaimana,Yu Sheng?hal sebesar ini kamu tidak memberitahu kakek ataupun mertuamu?apa kau berniat rahasia ini semua pada kami.Kau sungguh keterlaluan."Lanjut beliau dengan murka .


"I...itu bukan salah kakak,kek.Aku sendiri yang tidak hati-hati."Bela Mu Qing Yi berniat menjelaskan dan merasa serba salah dengan wajah menunduk.


"Bagaimana itu bisa salahmu,Nak."Ucap beliau dengan nada lembut.


Mendengar penuturan sang cucu.Beliau makin murka!


"Apa kau dengar?istrimu ini masih saja menutup kesalahanmu.Saat istrimu hampir di lecehkan kau kemana saja,hah?buat apa saja?"


"Tentu saja bekerja,kek.Kalau misalnya aku tidak cari uang siapa yang akan menghidupi istriku dan anakku nanti?Lagi pula istriku juga pergi kuliah.Aku mana tahu dia akan di lecehkan."Jawab Zhou Yu Sheng dengan tenang.Dia memang sengaja menekan kata anak supaya sang kakek bisa berhenti terus menerus introgasinya.Dia merasa dirinya seperti penjahat saja di mata sang kakek.


"Kau gaji karyawan untuk apa?kerjaan bisa kau lakukan besok atau lusa,perusahaan tidak akan bangkrut hanya karena kau tidak masuk satu atau dua hari.Hal pertama yang seharusnya kau lakukan adalah jaga istrimu.Bukan pekerjaanmu.Kalau misalnya semalam kau datang tidak tepat waktu menantu cucu kesayangan kakek di apa-apakan bagaimana?memang kau mau tanggung jawab.Jadi pria harus selalu protektif siap siaga" ucap beliau menatap tajam sang cucu kemudian Kakek Zhou memukul betis Zhou Yu Sheng mengunakan tongkatnya.

__ADS_1


"Kenapa pakai pukul segala,kek.Ini kaki bukan besi."Ucap Zhou Yu Sheng meringis karena tiba-tiba mendapat serangan tongkat sang kakek membuat Mu Qing Yi menatap ngeri.


"Ini hukuman untuk anak nakal sepertimu."Ucap beliau seperti mengajari anak SD yang sedang berbuat nakal.


"Ini semua salahmu."Bisik Zhou Yu Sheng kembali tepat di telinga Mu Qing Yi, membuat gadis itu bergidik.Tangan Zhou Yu Sheng yang masih setia memegang bahunya meremasnya sedikit lebih kuat.Hingga membuat Mu Qing Yi meringis.


Raut mata Zhou Yu Sheng hitam pekat dan dingin,seluruh dirinya seperti di lapisi es!Mu Qing Yi yang tahu hal itu.Gadis itu tidak berani berkata-kata bahkan sekedar benapas, jantungnya berpacu sangat cepat karena takut akan emosi suami kulkasnya itu.Dia hanya berharap kakek Zhou,bisa segera berhenti memberi kuliah pada suami kulkasnya itu.Yang ada nanti dirinyalah yang menjadi samsak empuk pada sang cucu beliau.Di ruangan itu memang sangat menegangkan.Mata Mu Qing Yi perlahan bergantian menatap kedua orang tuanya yang tampak mematung tanpa berani mengeluarkan suara,saat melihat emosi kakek Zhou naik turun tanpa ada nada jeda saat marahi sang cucu.Mu Qing Yi makin merasa bersalah.Di sisi lain dia merasa senang akhirnya pria psikopat dan arogan seperti singa baru saja keluar kandangnya,akhirnya jinak di depan sang kakek.


"Kamu itu sebagai seorang pemimpin perusahaan besar.Bisa membuat perusahaan kita makin berkembang pesat dan menang tender super besar.Tapi kau tidak mampu mempekerjakan seorang supir untuk istrimu antar jemput kuliah.Sehingga membiarkan istrimu berangkat dan pulang naik bus.Apa kata dunia nanti.Seorang pewaris tunggal keluarga Zhou tidak mampu memperkerjakan seorang supir.Apa kau mau kakek memberitahukan semua ini pada para awak media."Ancam Kakek Zhou benar geram dengan kelakuan Zhou Yu Sheng.


Sedang Zhou Yu Sheng hanya mengedus napas frustasi.


Zhou Yu Sheng tidak tahu siapa yang membeberkan informasi mengenai tentang istri ingusan itu kepada sang kakek.Dia menebaknya pasti gadis menyusahkan itu.Dia memang berniat untuk merahsiakan masalah ini baik sang kakek maupun mertuanya agar reaksi mereka tidak berlebihan seperti ini,terutama sang kakek yang memiliki riwayat sakit jantung.


"Kakek."Panggilan Mu Qing Yi mengalih pandangan beliau yang masih menatap tajam suami kulkasnya.


"Kakak tidak salah.Semalam kakak yang menolongku."


"Benar Tuan Zhou jangan terus salah,Nak Yu Sheng.Biar bagaimana pun juga itu kecerobohan putriku juga."Ungkap Mu Bo Wen akhir bersuara.


"Salah tetap salah.Kalian tidak perlu terus menerus membelanya."


"Mulai hari ini Yi er pergi dan berangkat kuliah akan di antar oleh supir.Kakek yang bayar."

__ADS_1


Zhou Yu Sheng terdiam tampak berpikir keras.Dahulu alasannya sederhana.Dia memang sengaja tidak memperkerjakan supir dan asisten rumah tangga,karena pikirannya untuk apa?lagi pula semua pekerjaan rumah tangga bisa di lakukan semua oleh gadis itukan?gadis itu bisa kuliah dan sekolah juga atas bantuan sang kakek.Jadi tidak perlu heran gadis itu perlu bekerja keras untung membayar hutang.Para pengawal yang di pekerjakan pun hanya untuk mengawasi gadis itu agar tidak berulah,bukan untuk melindungi.Kalau gadis itu berulah maka itu adalah alasannya tepat untuk bercerai.Untuk apa dia mempermudah hidup gadis itu? yang nantinya malah akan jadi besar kepala.Begitu pikir Zhou Yu Sheng dulu.Namun,justru saat ini dia hendak menambah personel untuk menjadi jaga gadis itu baik supir untuk mengantarnya maupun pengawal bukan hanya sekedar mengawasi tapi juga untuk melindungi.


"Aku melakukan ini hanya untuk keamanan dan kenyamanan sendiri tidak lebih.Aku tidak mau jadi pria pedofil.Tadi pagi aku pasti sesat sesaat hingga tergoda dengan gadis ingusan itu."Batinnya menyakini diri sendiri.Lebih tepatnya mencoba menyangkal apa yang di rasakannya.


"Tidak perlu,kek.Aku yang akan mempekerjakan supir baru untuk mengantar istriku kuliah."Ucap Zhou Yu Sheng dengan nada datar.


"Kamu yakin sanggup.Kalau memang tidak sanggup tidak usah terlalu di paksakan."Sidir beliau.


"Sekarang cepat bawa istrimu kedokter!"perintah sang kakek.


"Tidak perlu,kek.Aku sudah agak baikan.Sekarang aku juga masih lagi infus dan udah minum obat."Tolak Mu Qing Yi halus.


"Benarkah,Nak?"tanya beliau sambil menyelidik.


Tok Tok


Suara ketukan pintu menghentikan tatapan menyelidik kakek Zhou.


"Masuk."Seru Zhou Yu Sheng.


"Maaf ganggu,Tuan."Ucap bibi pelayan melangkah masuk membawa mapan berisi nasi dan air putih di tangannya.


"Ini,Tuan.Nasi Untuk Nyonya.Dari tadi pagi Nona sama sekali belum sentuh sebutir nasi."Ucap bibi pelayan tampak ragu mengatakannya.Kalau tidak mengatakan dia takut Nyonya'nya kelaparan.

__ADS_1


Zhou Yu Sheng yang mendengar penuturan bibi pelayan,matanya melotot kearah bibi pelayan yang masih memegang mapan di tangannya dengan menunduk ketakutan.


"Dasar mulut ini,bisa-bisa aku di pecat sama Tuan muda."Batin Bibi pelayan dengan takut.


__ADS_2