
"Anna,aku rasa sebaiknya kita pulang saja."Bisik Mu Qing Yi sambil mengendarkan pandangan di ruangan kantin melihat banyak sepandangan mata dengan tatapan horor tertuju pada kearah tempat di mana mereka duduk.
"Memangnya ada apa?"Tanya Anna.
"Apa kamu tidak lihat,banyak orang menatap kita dengan pandangan aneh."Ucap Mu Qing Yi dengan perasaan tidak nyaman saat para gadis menatapnya dengan tatapan tajam bahkan saling berbisik.Entah apa yang mereka bisikkan,tapi yang pasti Mu Qing Yi yakin para gadis yang ada di sekeliling jiwa kepo mereka sudah meronta-ronta.
"Itu urusan mereka,biarkan saja."Ucap Anna enteng lalu melanjutkan makanannya.
"Kalau kamu tidak mau pergi,biar aku saja yang pergi."Ucap Mu Qing Yi lalu hendak berdiri dari kursi yang dia duduki itu.
"Hei,tunggu dulu buat apa terburu-buru ."Cegah Anna sambil menahan pergelangan Mu Qing Yi untuk duduk kembali.
"Apa kamu tidak merasa tidak enak,ada pria tampan yang ajak kita makan kamu malah pergi."Ucap Anna setengah berbisik.
Mendengar Ucap Anna Mu Qing Yi akhirnya mengalah lalu kembali duduk.Dia hanya bisa menarik nafas pasrah lalu meminum es yang ada dihadapannya.
ShiZhen yang duduk di tepat menghadap Mu Qing Yi dan Anna,dia tahu jika Mu Qing Yi berasa tidak nyaman jika duduk makan dengan dirinya,karena dia bisa mendengar mengingat betapa kerasnya kedua gadis itu saling berbisik.
"Apa kamu tidak nyaman duduk semeja denganku?"tanya ShiZhen membuka pembicaraan sambil menatap kearah Mu Qing Yi.Saat dia melihat kedua gadis itu tampak berdebat.
Mu Qing Yi dan Anna tampak terkejut mendengar suara ShiZhen tiba-tiba.
"Tentu saja tida..."
Sebelum Anna menyelesaikan ucapannya Mu Qing Yi memotong pembicaraannya cepat.
"Apa kamu menyadarinya?"tanya Mu Qing Yi the poin.
"Tentu saja.Kalian berbisik terlalu keras."Ucap ShiZhen lalu tersenyum.
Mu Qing Yi sempat ragu mengatakannya tapi dari pada merasa tidak nyaman kan?
"Kalau begitu bisakah kami permisi dulu,karena kami masih ada tugas lain."Ucap Mu Qi Yi bohong sambil tersenyum kikuk.
"Qi Yi..!!"protes Anna sambil menyiku pelan pinggang Mu Qing Yi.
"Oh,baiklah kalau begitu."Ucap ShiZhen mengangguk paham.
__ADS_1
"Maaf ya,kami permisi dulu."Ucap Anna merasa tidak enak,lalu mengikuti langkah Mu Qing Yi keluar dari kantin itu.
"Qing Yi.Kenapa kamu terburu-buru untuk pergi?kau tahu itu tidak sopan dan aku bahkan belum meminta nomor teleponnya."Ucap Anna cemberut.
"Kalau mau nomornya silakan kembali.Tapi jika kamu ingin di telan hidup-hidup para penggemar ShiZhen jangan minta pertolonganku."
"Astaga,apa kamu perlu bicara separah itu?"ucap Anna tertawa.
*******
Sesampai dirumah Mu Qing Yi segera masuk kedalam kamar menuju kamar mandi karena dia merasa hari ini sangat panas di tambah lagi saat naik bus harus berdesakkan pada penumpang lain.
Tidak butuh waktu lama Mu Qing Yi untuk mandi,sekitar 10 menit sudah berpakaian santai keluar dari kamar mandi.Dia menghempaskan tubuhny di atas ranjang king size sambil menutup matanya dengan pemikirannya menerawang entah kemana.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.Membuat Mu Qing Yi mengumpat kesal karena,dia benar-benar butuh istrilahat saat ini,tapi sepertinya seseorang di balik itu tidak mengijinkannya.
"Astaga,apa pria itu lupa bawa kunci pintu atau bagaimana?apa perlu mengetuk pintu seperti ini."Umpat Mu Qing Yi kesal.
Semakin lama suara ketukan semakin keras dan membuat Mu Qing Yi mau tidak mau bangkit dari tidurnya dan berjalan kearah menuju pintu kamar dengan malas.Setelah itu ia menuju ruang tamu
"Kenapa lama buka."Makian itulah yang dia dengar saat Mu Qing Yi membukakan pintu utama.
Wanita itu tidak menjawab pertanyaan Mu Qing Yi.Tanpa di persilakan,Wanita berambut pirang itu langsung masuk kedalam dengan pakaian mewah Tas keluaran baru.Berpakaian desainer terkenal.Heels edisi khusus.Serta jam tangan mahal.Langkahnya yang anggun membuatnya terkesan tegas.Tangannya berlipat di depan dada.Wanita lalu langsung mendaratkan pantat di sofa yang empuk.
"Apa kau pelayan baru disini?"tanyanya sengaja sambil mengamati Mu Qing Yi dari kepala sampai kaki.Senyum menghina dan merendahkan hadir dalam ekspresi jona.
"Cih pakaian apa itu,gadis modal seperti ini yang di nikahi Yu Sheng.Sepertinya seleranya menurun drastin."Batinnya.
Mu Qing Yi tidak menjawab pertanyaan wanita itu,ia merasa tidak perlu jawab dengan wanita asing angkuh itu.
"Anda siapa,kenapa kau asal masuk rumah orang?"tanya Mu Qing Yi lagi dengan nada kesal.
"Hahahaa...kau lucu sekali."Ucapnya sambil tertawa mengejek.
"Perkenalkan namaku Jona.Apa sekarang kau mengenalku."Ucapnya dengan bangga.
"Tidak."Jawab Mu Qing Yi seadanya.
__ADS_1
"Sepertinya Yu Sheng memungut seorang pelayan desa yang bahkan tidak kenal padaku.Tidak apa-apa.Bukan masalah.Asal kau cukup ingat wajahku ini sudah cukup."Cibirnya dengan nada sombong sambil kembali tertawa mengejek.
"Memangnya anda siapa kenapa aku harus mengingat wajahmu."Ucap Mu Qing Yi dengan nada kesal.
"Kalau kau tidak tahu siapa diriku,silakan cek di internet."
"Apa yang kau lakukan disini?"
Suara bass khas Zhou Yu Sheng terdengar dingin dari arah belakang Mu Qing Yi dan Jona refleks menoleh kebelakang.Terlihat Zhou Yi Sheng berdiri di belakang tidak jauh dari sofa,dengan tangan masih memegang tas kerjanya.Dengan tatapan tajam.
"Kau sudah pulang?"tanya Jona tersenyum sambil beranjak dari sofa lalu berlari kecil kearah Zhou Yu Sheng sambil bergelayut manja memeluk erat lengan pria itu dengan yang masih belum menyambutnya.
"Jona...!"bentak Zhou Yu Sheng lalu segera tepis tangan Jona yang masih setia memegang lengannya itu.
"Apa yang kau lakukan dirumahku?!"tanya Zhou Yu Sheng dingin.
"Tentu saja menemuimu."Ucap Jona tanpa malu.
"Apa wanita gila itu,kekasih pria psikopat itu?astaga,sangat menggelikan dengan kelakuan tidak malu itu."batin Mu Qing Yi lalu berbalik melangkah menuju kamarnya.
"Sayang kau mau kemana?"
Dengan sedikit Mu Qing Yi tersentak.Lalu segera menghentikan langkahnya setelah mendengar suara Zhou Yu Sheng memanggil dirinya.Mu Qing Yi merasa kikuk saat Zhou Yu Sheng memanggil dirinya dengan panggilan sayang.Apalagi dia seorang lelaki dewasa ya,walaupun hanya dia adalah suaminya.
"Aku mau kekamar.Kalian lanjutkan saja."Ucap Mu Qing Yi berniat mengambil ancang-ancang untuk kabur dari ruangan menyesakkan itu.Namun setelah melihat sorot mata pria itu ,dia mengurungkan niatnya itu.
"Kenapa dia tidak membuatku masuk kekamar?apa dia berniat membiarkanku melihat dia bermesraan dengan wanita lain?apa dia tidak tahu,itu tindakan sangat tidak tahu malu."Batin Mu Qing Yi berdecak.
HAI GUYS KETEMU LAGI...
MOGA KALIAN SUKA EPISODE KALI INI..
JANGAN LUPA KOMEN KRITIKAN,LIKE AND VOTE..
KARENA SATU KOMEN DARI KALIAN BERARTI BANGET BUAT AUTHOR LEBIH SEMANGAT DALAM BERKARYA LAGI...
MOGA JUGA KALIAN TIDAK BOSAN MENUNGGU EPISODE KELANJUTANNYA..
__ADS_1
HAPPY READING...BYE..😚