
Sedangkan dari bebelangkah tidak jauh dari tempat Zhou Yu Sheng dan Jona berdiri,Mung Qing Yi berdiri sambil mengepalkan tangannya erat saat melihat lengan sang suami dirangkul wanita lain didepan matanya hatinya begitu perih dan sakit tak dapat diungkapkan,matanya terasa memanas mungkin ini yang dinamakan arti cemburu.Bagi Mu Qing Yi yang baru pertama kali merasakan perasaan arti cinta sudah terasa begitu menyakitkan.
Ingin ditepiskan rasa itu,namun sekuat apapun dia lakukan rasa sakit merasa dikhianati tetap saja dirasakan meski dia tahu pernikahannya tanpa didasari cinta hatinya pasti akan terluka memang dari awal dia sudah siapkan mental untuk ini.Karena dia tahu pria yang berstatus sebagai suaminya terkenal tampan dan kaya pasti menjadi incaran para wanita diluar sana.Tidak!dia tidak boleh sakit hati tidak seharusnya dia cemburu.Dia harus tahu diri mengingat dirinya hanya gadis miskin yang dijodohkan.Mu Qing Yi menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskan perlahan.Dia mencoba menguatkan hati dan pikirannya.Dia tidak ingin terlalu larut dengan rasa cemburu dan kekecewaannya.
"Kau sangat menjijikkan,Zhou Yu Sheng..!"batin Mu Qing Yi kesal dan merasa frustasi.
Bukankah dari awal pernikahan pria itu sudah memperingatkanya,bahwa pria itu tak suka dengan gadis dibawah umur.Lalu kenapa dengan mudahnya mengambil hal yang paling berharganya?pria itu benar-benar telah menjilat ludahnya sendiri.Rasa dia benar-benar ingin tenggelamkan pria itu dikolam buaya untuk bersama teman-temannya.
Mu Qing Yi ingin menertertawakan dirinya dengan hatinya yang mulai bergerak dengan perlakuan Zhou Yu Sheng beberapa menit yang lalu.Namun rasa itu kembali terjatuh jurang tanpa dasar.Dirinya terlihat menyedihkan saat ini.Bahkan kini suaminya itu dirangkul oleh wanita lain,ingin marah kini pada siapa.Untuk merasa marah saja Mu Qing Yi merasa tidak berhak walaupun dia sebagai istri pria itu.Mu Qing Yi menghirup napas dalam-dalam guna untuk mengisi rongga dada yang terasa kosong dan sesak.
"Yi Er..apa kamu tidak apa-apa..?"tanya Zhou An Yu sang bibi yang sudah beberapa kali dia memanggil Mu Qing Yi namun tak bergeming.Seolah masih sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Yi Er.."Zhou An Yu menyentuh lembut pundak Zhou Qing Yi.
"Eh..iya bibi.."Mu Qing Yi tersentak.
"Apa kamu tidak sehat..?kalau tidak sehat kamu bisa pulang dulu.."Ucap Zhou An Yu merasa khawatir sambil menatap Mu Qing Yi seperti orang linglung.
"Oh,tidak apa-apa, bibi.Aku hanya kurang tidur dan merasa sedikit tidak enak badan.."
Zhou Yu An tersenyum penuh arti menatap Mu Qing Yi.
"Dasar anak nakal.Apakah Yu Sheng selalu membuatmu lembur..?tanya Zhou Yu An tersenyum malu-malu mengira sang ponakan melewati malam yang sangat panjang sebagai suami istri yang lainnya dengan romantis.
__ADS_1
Mu Qing Yi tidak mengerti dan mengernyit bingung dimana arah pembicaraan yang lontarkan sang bibi.
"Iya bi.Suamiku selalu menambah pekerjaanku,bahkan hanya untuk mengejar mata kuliahku saja tidak kebagian waktu.."Mu Qing Yi menjawab seadanya dengan polos dengan kilatan kesal mengingat kejadian depan tadi makin membuat dirinya semakin tambah kesal .Karena nyatanya suamunya itu terlalu semema-mena terhadap dirinya dan begitu kurang ajar .Entah otak itu sudah kemasukan air atau bergeser.
"Oh,baik-baiklah yang sabar ya,sayang.Sepertinya Yu Sheng sangat bekerja keras untuk memberi cicit untuk kakekmu."Ucap Zhou Yu An tersenyum.
"Hah..."Mu Qing Yi semakin tidak mengerti arah pembicaraan sang bibi yang terdengar aneh.Karena dirinya mengatakan yang sebenarnya sang suami yang super menyebalkan bahkan memberinya tugas memberikan seluruh apartemen tanpa jeda.Kenapa sang bibi mengatakan tentang cicit pula..Sepertinya dia harus setting ulang kinerja otaknya bekerja lebih keras untuk hal-hal diluar nalarnya.
"Oh,bibi hampir saja lupa.Kakek memanggilmu baik atas panggung bersamanya."
"Aku..?"Mu Qing Yi menunjukkan diri sendiri dengan tatapan tidak percaya.Dia bingung sebenar kenapa kakek menyruruh naik keatas panggung bersamanya.Padahal dia demam panggung.
"Ta..tapi,bi.."
"Perhatian semuanya tuan-tuan, nyonya dan gadis-gadis,Tuan pemimpinan Zhou akan mberikan kata sambutan pada acara kebahagian hari ulang tahun beliau pada malam ini.."Ucap pembawa acara dengan gerakan gemulai diatas panggung mengalihkan perhatian para tamu undangan yang tadinya sempat menonton kelusuhan yang diciptakan kedua wanita itu.Para tamu undangan kini serentak tepuk tangan menyambut Kakek Zhou yang kini sedang melangkah diatas panggung diiringi Mu Qing Yi dan sang bibi Zhou Yu An saat ini.
Para tamu undangan menatap heran gadis yang berdiri disamping Zhou Yu An.Semua menduga mereka ada hubungan darah hubungan seingat mereka Zhou Yu Sheng hanya pewaris tunggul,lalu siapa gadis itu,semua masih menerka-nerka tentang hubungan gadis itu,jawaban tak mungkin mereka tanyakan secara langsung.
Tidak berbeda jauh dengan Zhou Yu Sheng dibawah panggung sana.Zhou Yu Sheng menatap lekat Mu Qing Yi yang kini berdiri bersama keluarganya diseberang sana.Mu Qing Yi pun sama namun seperdekian detik Mu Qing Yi membuang pandangan kearah lain karena dia tak sudi kembali terlena dengan manik hitam nan tajam itu.
"Gadis kampung itu.."Gumam Jona tak bisa menahan perasaannya yang bercampur aduk.Ada rasa panik dan takut,juga marah dan iri karena melihat Mu Qing Yi berdiri disamping orang paling berpengaruh negeri ini.Perempuan yang menjadi penghalang besar untuk memiliki pria yang dicintainya.
"Hei,Jona,kenapa kau tidak bersama dengan tuan Zhou?Bukankah katamu kau adalah tunangan Tuan Yu seharusnya sebentar lagi Tuan Zhou Akan mengenalkanmu didepan publikkan..?"Ru Yi berucap dengan sinis.
__ADS_1
"Urus saja urusanmu.."Jawab Jona kemudian tidak menghiraukan perempuan yang bernama Ru Yi itu,karena kini fokusnya pada Mu Qing Yi yang berdiri diatas panggung itu.
"Kurang ajar kau Gadis kampung.!"umpatnya panas menjalar seluruh tubuhnya.
"Singkirkan tanganmu itu..."Ucap Zhou Yu Sheng dengan tegas dan tajam.Mata elangnya menghunus tajam menatap tangan Jona yang masih setia memegang lengannya dengan erat bak pasangan romantis.
Mau tak mau Jona melepaskan tangannya daru lengan Zhou You Sheng dengan wajah memerah smbil menatap tiga prempuan tampak tersenyum mengejeknya.
"Selamat malam semuanya.." Suara bariton tegas Kakek Zhou menyapa para tetamu undangan.
"Pada malam yang berbahagia ini, pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih untuk para saudara dan rekan bisnis yang bersedia meluangkan waktu pada acara malam ini.."
"Yang kedua saya ingin mengucapkan memperkenalkan cucu menantuku pada hadirin sekalian.."Ucap kakek Zhou tersenyum tampak raut kebanggaan dari wajah pria tua itu.
waaaa
Semua para tamu undangan tampak terkejut akan ucapan yang kakek Zhou yang memenuhi ruangan itu
🌷🌷🌷🌷
Happy reading readersku yang tercinta..
ya walaupun author selalu lelet up cerita yang satu ini.tapi author akan usahakan menyelesaikan cerita ini..
__ADS_1
bagi yang udah membaca jgan lupa kasih semangat untuk author berupa like komen