
Setelah mendengar penuturan bibi pelayan, kakek Zhou menatap tajam kearah Zhou Yu Sheng dengan penuh amarah.Beliau kesal dengan sang cucu.Lalu pandangan beliau beralih menatap lembut Mu Qing Yi.
Lagi-lagi Zhou Yu Sheng harus berusaha menahan emosinya yang luar biasa yang bisa meledak setiap saat.Setelah mendapat tatapan tajam dari sang kakek.Dia mengepalkankan tangannya erat hingga menyembulkan gurat otot dan pembuluh darahnya mengencang .Masa sang kakek terus-menerus memojokkanya di depan kedua mertuanya, dan gadis ingusan itu.Seumur-umur ini pertama kalinya seorang Zhou Yu Sheng di marah seperti ini.Sungguh memalukan!jika hal ini ketahui awak media kelak wajahnya akan taruh dimana?!
"Kenapa kau tidak makan,Nak?badanmu masih lemah harus makan yang banyak.Apa suamimu melarang kau makan?"cecar sang kakek tanpa ampun.
"Kenapa kakek berpikir aku sejahat itu?apa benar aku ini cucunya kakek."Jawab Zhou Yu Sheng tidak terima tuduhan sang kakeknya.
"Justru kamu itu cucuku.Maka aku lebih mengenalmu dari siapa pun."Ucapan sang kakek sampai mengetuk pangkal tongkat kayunya kelantai hingga membuat Zhou Yu Sheng bungkam.
Meski sudah berusia lanjut namun suara pria itu masih cukup kuat kalau sedang di landa emosi.Semangat celotehnya tetap menyala.
Zhou Yu Sheng memenjam matanya sejenak dia merasa risih dengan setiap ucapan sang kakek yang membuat telinganya gatal.
Ya benar!dirinya memang orang yang kejam tapi itu hanya berlaku untuk orang yang berani mengusik dirinya.Namun untuk gadis itu dia hanya menyuruhnya membersihkan apartemen yaitu tempat tinggal mereka serta memasak untuk dirinya.Namun apa itu juga di sebut kejam.Itu memang tugas seorang istrikan?tidak mungkinkan kalau nikah istri itu di jadikan pajangan?
"Benar apa kata Tuan Zhou,kamu harus makan banyak,Nak."Lanjut Mu Bo Wen ikut bersuara setelah lama terdiam.
"Iya.Ayah,kek."Jawab Mu Qing Yi tanpa berani mengangkat kepalanya.
"Ya sudah kamu makan dulu ya,Nak.Setelah itu istirahat.Soal kuliah Yu Sheng yang akan meminta Izin untukmu."Ucap beliau.
"Baiklah,kek."
"Soal pekerjaan dirumah biar bibi pelayan yang melakukannya,tugasmu sekarang adalah istrilahat kalau Yu Sheng berani menindasmu segera telepon beritahu kakek biar kakek yang menghukum anak nakal ini."Nasihat beliau membuat Mu Qing Yi terdiam tanpa berani menjawab bahkan sekedar mengangguk dan kedua orang tuanya merasa terharu dengan perhatikan di berikan Kakek Zhou.Namun berbeda dengan Zhou Yu Sheng yang seperti kutub es itu.Mendengus kesal dengan setiap ucapan sang kakek.
"Tuan Zhou disinikan masih ada Yu Sheng yang jaga.Yi er pasti akan baik-baik saja."Sahut Mu Bo Wen.
"Yu Sheng mulai sekarang kamu wajib memperhatikan keamanan dan kesehatan istrimu.Jangan kerja terus menerus hingga mengabaikan istrimu."
__ADS_1
"Yu Sheng kau ada dengar apa yang kakek ucapankan?"tanya sang kakek saat melihat sang cucu hanya terdiam tanpa bereaksi.
"Iya,kek.Aku dengar."
"Bagus."Ucap beliau.Kemudian Mata beliau memberi isyarat pada Zhou Yu Sheng dengan melebarkan matanya sambil menatap mapan yang berisi sepiring nasi di atas nakas.Zhou Yu Sheng paham apa yang sang kakek isyaratkan.
Zhou Yu Sheng masih harus menambah porsi kesabarannya untuk menghadapi sang kakek yang keras itu.
Tidak ada pilihan lain dengan terpaksa dia pun mengambil piring yang berisi nasi itu.Dia tidak menyangka biasa dirinya yang di layani oleh gadis itu,namun kali ini dia yang harus melayani gadis ingusan itu.
"Sayang.Buka mulutmu."Ucap Zhou Yu Sheng gunakan nada selembut mungkin agar tidak menimbulkan kecurigaan di hadapan sang kakek dan kedua mertuanya.
Degh
Mu Qing Yi mendongak dengan dada berdebar menatap Zhou Yu Sheng dengan tatapan tidak percaya saat suami psikopat memintanya membuka mulut.
"Apa dia salah makan obat?"
Degh
"Cih!aku tahu dia tidak sebaik itu dasar raja drama.Tukang ngacam."Batinnya kesal.
Mu Qing Yi tidak bisa katakan apa pun lagi dan hanya menggeleng lemah tanda dia tidak ingin mendapat hukuman seperti tadi itu sangat membuatnya merasa trauma dan takut.Bahkan wajah Zhou Yu Sheng saat mencium dirinya, wajahnya berubah sangat menakutkan seperti singa kelaparan yang sudah siap menelan dirinya hidup-hidup.
Zhou Yu Sheng menjauhkan wajahnya dan kembali menatap gadis di sampingnya itu dengan tatapan tajam.
Mu Qing Yi tidak mau pria psikopat itu kembali marah.Dia terpaksa membuka mulut menerima suapan itu meski kerongkongan tertutup oleh perasaan campur aduk antara takut dan malu karena sang kakek serta ayah dan ibunya berada di sana menatap mereka.
Mu Qing Yi berusaha mengunyah dengan pelan.Tanpa berani menatap wajah Zhou Yu Sheng,gadis itu dengan tertunduk malu.Bukan malu tersipu lebih tepatnya bingung dan takut.Takut saat kakek Zhou serta kedua orang tuanya pulang.Entah apa yang akan di lakukan pria kutub es kali ini.
__ADS_1
"Nak,kakek harus pulang sekarang.Kakek ada janji dengan teman lama.Jaga dirimu baik-baik."
"Ibu dan Ayah juga mau pulang.Kamu baik-baik sama suamimu."Ucap Su Li Ya sambil mengusap kepala putri semata wayangnya.
Setelah kakek Zhou pulang dan begitu pun kedua orang tua Mu Qing Yi.Zhou Yu Sheng segera melepaskan pelukan pada tubuh Mu Qing Yi.
"Makan sendiri.Tangan sama kaki utuh kenapa harus pakai acara suap pula."Ucap Zhou Yu Sheng sinis sambil menyerah piring berisi nasi di tangan Mu Qing Yi lalu pria itu berdiri.
"Astaga pria brengsek ini.Dia sendiri yang suap aku sekarang dia malah nyalahkanku.Seperti pria ini sakit jiwa kali,ya."
"Bisa tidak kamu sehari saja tidak membuat masalah?!"bentak Zhou Yu Sheng.
"Kau kan yang lapor pada kakek?"
"Maaf kak.Aku tidak bermaksud membuat masalah.Dan aku juga tidak lapor pada kakek."Jawab Mu Qing Yi bela diri.
"Aku tidak peduli apa pun alasan alasanmu.Tugasmu hanya melayani semua kebutuhanku.Bukan malah bermanja-manja.Mengerti?"
"Maaf."
Zhou Tu Sheng langsung mengatur bibir,sebenarnya dia tidak bermaksud mengatakan hal yang menyakiti hati gadis itu.Namun,di pikir-pikir akibat cerobohan dan kebodohan gadis ingusan itu membuat dirinya jadi sasaran murka sang kakek.Memang membuat hatinya menjadi panas.
"Lain kali dimana pun kamu berada,kau harus lapor padaku selama 24 jam.Mengerti!"ucap Zhou Yu Sheng tidak terbantahkan.
"Selama 24 jam? apa kekamar mandi dan toilet juga perlu di laporkan juga?"batin Mu Qing Yi tiba-tiba merasa pusing menyerang dengan perintah suami kulkasnya makin tidak masuk akal..
.
.
__ADS_1
.