Terpaksa Menikahi Pria Arogan

Terpaksa Menikahi Pria Arogan
Bertemu


__ADS_3

Mu Qing Yi merasa bersyukur memiliki sahabat seperti Anna,dia selalu membagikan suka dan duka bersamanya begitu pun sebaliknya.Ya,walaupun kadang Anna sangat menyebalkan dan keras kepala.Tapi Anna selalu ada untuk Mu Qing Yi.


"Qing Yi,mau aku temani jalan-jalan?sekalian merilekskan pikiran?"tawar Anna


"Mungkin lain kali Anna.Karena nanti aku mau menemui calon suamiku."Lirih Mu Qing Yi sambil tersenyum tipis.


"Apa perlu aku temani,kau menemuinya?"tawar Anna dengan ekspresi serius.


Mu Qing Yi menggeleng sambil terkekeh pelan.


"Tidak perlu Anna,itu akan terlihat aneh jika kau ikut menemui calon suamiku."Ucap Mu Qing Yi.


"Apa yang aneh?"tanya Anna mengernyit bingung.


"Karena tampangmu seperti preman yang mau ajak orang berkelahi."Ledek Mu Qing Yi sambil tertawa.


"Terima kasih saja tidak.Aku pulang saja.Dari pada nanti aku tertular depresi kamu."Ucap Anna.


"Sejak kapan aku depresi."Ucap Mu Qing lalu menjitak kepala Anna.


"Hei sakit!!kenapa jitak kepalaku?apa kau pikir kepalaku terbuat dari besi?"Ucap Anna Kesal sambil usap-usap kepalanya.


"Siapa suruh kamu asal bicara."Ucap Mu Qing Yi sambil berdiri beranjak dari duduknya.


"Mau kemana?"tanya Anna tampak bingung.


"Tentu saja pulanglah.Masak mau ke panti asuhan."


"Makanya jangan pikirkan pria terus,sampai-sampai tidak fokus apa yang tadi aku katakan."Ledek Mu Qing Yi meninggalkan Anna jauh di belakangnya dengan berlari kecil mengejar langkahnya,karena highheel yang dia kenakan di kaki jenjangnya membuat dirinya kesusahan saat mengejar langkah Mu Qing Yi.

__ADS_1


Seperti perintah sang Ibu yang tidak bisa ia bantah,Mu Qing hari ini harus pulang lebih awal.Maka hari ini mau tidak mau dia harus meminta izin untuk tidak masuk kerja sampingnya.Mu Qing Yi melangkah terburu-buru karena dia tidak mau pulang terlambat,jika terlambat semenit saja dua akan mendapat teguran sang Ibu yang tiada akhir bahkan bisa berjam-jam,jika dirinya sanggup mendengar teguran itu.Jika tidak,maka harus mendengar perintah sang Ibu.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Setelah menunggu bus setengah jam akhirnya Mu Qing Yi sampai di rumah pukul 2 sore.Sesampai dirumah sudah terlihat sang Ibu duduk di ruang tengah tentu saja menunggu dirinya pulang.Mereka berbicara sambil tertawa tentu saja tertawa karena putri satu-satunya akan menikah dengan orang kaya.Sampai mereka mendengar suara langkah kakinya yang terdengar berisik.


"Yi er kau sudah pulang?ayo cepat sana pergi bersiap-siap karena sebentar lagi calon suamimu akan datang."Ucap Su Li Ya yang sudah berpakaian rapi dan cantik lebih dari biasanya dengan gaun berwarna merah tanpa berlengan dengan makeup tipis yang sudah melekat di wajahnya walaupun sang Ibu sudah berusia kepala empat wajahnya tetap awet muda dan cantik.


"Hei,apa kamu dengar apa yang Ibu katakan?"


"Dengar,Bu."Ucap Mu Qing Yi sambil menghela napas panjang dengan kesal.


"Kalau dengar ya jalan.Jangan hanya berdiri termenung disini."Tegur Su Li Ya.


Karena tidak tahan mendengar teguran sang Ibu yang tidak akan berakhir.Mu Qing Yi segera bergegas dengan langkah lebar,sedikit mengentakkan kaki berjalan menuju ke kamarnya dan membersihkan diri.Setelah selesai ritual mandinya Mu Qing Yi kini sudah duduk di depan cermin dengan badan yang masih berbalut handuk.


Mu Qing Yi melihat dirinya di pantulan cermin meja riasnya.Tapi apakah itu bisa di sebut meja rias sedangkan dirinya tidak pernah merias dirinya di atas meja hanya ada pelembab bibir dan wajah,serta bedak tabur yang biasa dirinya pakai untuk sehari-hari.Dia hanya bisa menghela napas setelah melihat dirinya di pantulan cermin.Dia begitu mengasihani dirinya yang baru menginjak usia 18 tahun harus menikah.Namun anehnya,dia tidak tahu siapa gerangan yang akan dia nikahi.


"Yi er ayo cepat keluar!Calon suamimu sudah datang!"seru sang Ibu di balik pintu sambil mengetuknya pintu kamar beberapa kali.


"Jangan lupa pakai pakaian yang Ibu belikan untukmu!"


"Astaga baru saja habis mandi dan duduk,di panggil lagi."Gumam Mu Qing Yi dengan kesal.


"Iya,Bu!"Serunya sambil bergegas berdiri dari duduknya dan membuka pintu lemari mencari pakaian yang nanti dirinya akan pakai.Mu Qing Yi lalu dia meraih paperbag yang terletak didalam lemari berwarna coklat yang di berikan sang Ibu padanya,dia lalu membukanya dan mengeluarkan sebuah gaun selutut yang berwarna pink lembut dengan pundak sedikit terbuka,itu memang sebuah gaun yang indah.Namun Mu Qing Yi meletakkan kembali karena dia merasa tidak perlu memakai gaun indah itu hanya untuk calon suami yang dirinya tidak kenal.


Dia lebih memilih pakaian simple yang biasa pakai dirinya pakai.Dengan kaus berwarna orange di pandukan celana jens panjang berwarna navy tanpa polesan makeup dengan rambut di ikat kucir kuda dengan asal.


Mu Qing Yi tidak peduli jika pria yang di sebut calon suaminya itu akan berpikir dirinya seperti apa dengan pakaian seperti ini ketemu dengannya biarlah.Atau pun sang Ibu akan tegur dirinya habis-habisan, persetan dengan semua itu.Karena dirinya memang bukan seperti gadis kaya diluar sana,yang berpakaian elegan dan menarik.Karena memang kenyataan dirinya hanya seorang gadis miskin jadi buat apa berpakaian menarik hanya untuk menarik perhatiannya?karena dari dulu itu bukan gaya seorang Mu Qing Yi,berpakaian cantik hanya menarik perhatian pria.

__ADS_1


Lebih baik lagi, jika pria itu melihat penampilannya itu dan membatalkan perjodohan ini.Itu memang harapannya.So,dirinya tidak perlu repot-repot menikah dengan pria itu.


"Yi er,Calon suamimu sudah menunggu dari tadi.Apa kamu sudah selesai bersiap-siap?"tanya sang Ibu lagi di balik pintu yang tidak sabaran.


"Sudah,Bu."Seru Mu Qing Yi sambil memutar knop pintu.


Clek


Memperlihatkan Mu Qing Yi keluar hanya dengan atasan kaus dengan celana berbalut jens membuat sang Ibu naik pitam.


"Astaga,Yi er.Apa yang kamu lakukan dari tadi di kamar?kenapa kamu berpakaian seperti ini?pakaian yang Ibu belikan untuk kamu mana?!"tanya sang Ibu dengan tatapan kesal pada sang putrinya.


"Apa maksud Ibu?apa salah dengan penampilanku?lagi pula ini cuma ketemu calon suami,bukan kepesta."Jawab Mu Qing Yi tampak malas.


"Sekarang lekas ganti lagi pakaianmu itu!"Perintah sang Ibu marah.


"Sudahlah,Bu.Lagi pula tidak ada waktu lagi mereka sudah menunggu lama di sana.Kalau aku ganti pakaianku lagi akan lebih lama lagi."Jawab Mu Qing Yi menyakinkan sang Ibu.


Su Li Ya tampak menghela napas kasar.


"Ya sudah kita keluar sekarang."Ucap sang Ibu lalu berjalan beriringan keluar bersama putrinya dan menuju ruang tengah.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Maaf typo


Bagi yang udah bacanya jangan lupa komen saran kritikan,like,vote.ArigatoπŸ™


MOGA KALIAN SUKA.

__ADS_1


HAPPY READING...


__ADS_2