
Zhou Yu Sheng tidak mengubriskan pertanyaan Mu Qing Yi.Pria itu hanya diam,Pandangnya terlihat sedang fokus nyetir didepan.Mu Qing Yi akhirnya terdiam. Dia mengalihkan pandangannya kearah jalan dan ini bukan arahnya pulang kerumah.Gadis itu menoleh dan menatap Zhou Yu Sheng penuh tanda tanya.Dia ingin bertanya namun di urung karena sepertinya percuma,pria itu tidak akan menjawabnya.
*****
Di kantor lantai dasar.
Zhou Yu Sheng memasukkan kedua tangan dalam saku dan berjalan dengan angkuh.Para karyawan yang berpapasan dengan Zhou Yu Sheng seketika menyapa sambil menunduk memberi hormat pada atasannya yang seperti kutub es itu.Seperti biasa,pria itu mengacuhkan sapaan mereka karena itu hal yang lazim bagi para karyawan jadi mereka tidak merasa heran lagi.Namun satu hal yang buat mereka heran adalah kini ada seorang gadis berjalan sejajar dengan bos mereka yang super dingin,dan hampir tidak pernah ada seorang wanita yang dekat dengan atasan mereka kecuali Jona model itu.
Jiwa kepo para karyawan kini meronta-ronta.Ingin bertanya,siapa yang berani?bisa-bisa yang orang bertanya detik ini juga mengepak barang angkat kaki keluar dari perusahaan.Jika di pikir-pikir kembali bulu kuduk mereka meremang,bahkan kemarin ada seorang petugas kebersihan bergosip namun tanpa sengaja di dengar atasan mereka tanpa segan-segan di pecat oleh atasan mereka pada saat itu juga.
Itu hanya petugas kebersihan pikirkan saja!
Bagaimana jika kalau mereka posisi itu?!
Kejam?memang harus kejam biar para karyawan tidak berbuat semena-mena dan mengabaikan tugas mereka.Itulah Zhou Yu Sheng sebagai atasan memecat seseorang tanpa memandang bulu.Dia hanya memandang kinerja pekerjaan seseorang dalam berkerja di perusahaannya dalam bersikap.
Sedangkan Mu Qing Yi yang kini berjalan di samping Zhou Yu Sheng tampak canggung dan malas.Bagaimana tidak canggung?sedangkan banyak pasang mata karyawan kantor Zhou Yu Sheng tertuju padanya.Pada dirinya yang memakai baju santai dan berjalan berdampingan pada tepat Zhou Yu Sheng,atasan mereka.Gadis yang remaja serba biasa tidak canggung sama sekali berada di samping pria berpengaruh.
Apa lagi ini pertama kalinya dirinya menapakkan kaki diperusahaan ini sejak menikah dengan pria itu.Tentu saja menimbulkan seribu pertanyaan dan ada menatapnya dengan penuh tidak suka.Rasanya sungguh tidak nyaman.
Mu Qing Yi tidak suka dengan tatapan itu.Namun dia berusaha tenang dan mengabaikan semua tatapan itu.Memang Mu Qing Yi akui Zhou Yu Sheng adalah salah satu pria yang patut menjadi idaman setiap wanita ya,termasuk para karyawan di kantor ini,karena selain memiliki wajah tampan,pria itu juga memiliki gedung perusahaan yang sangat besar kalau soal prestasi dan kesuksesannya Mu Qing Yi tidak tahu tentang itu,karena memang tidak minat mau tahu dan tidak penting.
Namun,Mu Qing Yi bukanlah salah satu gadis yang menjadikan Zhou Yu Sheng pria idaman,karena sikapnya yang suka pemaksa suka semena-mena membuat Mu Qing Yi selalu naik pitam.Buktinya seperti sekarang ini,bukannya biarkan dirinya berkuliah.eh,ini malah memaksanya kekantor pria itu.
Rasanya Mu Qing Yi ingin menjungkar balikkan dan mengeluarkan jurus andalannya seperti difilm-film Wong fei hung untuk menghajar Zhou Yu Sheng biar k.o sekalian.Dia benar-benar geram akan tingkah laku suaminya.
"Maksudnya apa coba?apa dia tidak jadi biarkan aku kuliah dan sekarang dia menyeretku bekerja?Aargh!pria itu selalu saja buat aku pusing tujuh keliling!"Batin Mu Qing Yi kesal dan frustasi.
Zhou Yu Sheng yang menyadari bahwa Mu Qing Yi yang ketinggalan jauh dari belakangnya yang tampak melamun dia pun menghentikan langkahnya dan menoleh menatap gadis itu.
"Berhenti melamun dan ikuti aku!"ucap Zhou Yu Sheng dingin dengan tatapan tajam lalu melangkah pergi.
Mu Qing Yi yang terbuyar dari lamunannya seketika itu pula,mengepalkan tangannya keudara dan bergerak seakan ingin memukul seseorang sambil gertakkan gigi kesal.
"Astaga,kenapa jalannya cepat sekali.Dasar,tidak punya rasa kemanusiaan setelah menculikku dia malah meninggalkanku berjalan sendiri."Gumam Mu Qing Yi mendengus kesal,dan bibir mengerucut.Saat itu pula dia tersadar,dia masih berada di depan umum dan masih banyak pasang mata menatapnya.
__ADS_1
Mu Qing Yi hendak mengendap pergi dari gedung kantor ini,namun diurungkannya.Mengingat bagaimana murkanya Zhou Yu Sheng menghukum dirinya belum lagi kejadian tadi.Gadis itu tidak mau kembali mengambil resiko itu.
Setelah menimbang-nimbang,akhirnya Mu Qing Yi dengan terpaksa memutuskan berjalan mengikuti langkah lebar Zhou Yu Sheng yang menuntunnya entah kelantai berapa.Mu Qing Yi menundukkan kepalanya, sambil menutup wajah yang memerah menahan malu dengan kedua telapak tangannya.
Pintu lift terbuka,Mu Qing Yi dan Zhou Yu Sheng telah sampai lantai sepuluh,ya,lantai yang menuju di mana ruangan Zhou Yu Sheng berada.
"Tuan,Nona."Sapa Michell setelah langkahnya mendekat dia tampak terkejut dengan kehadiran Mu Qing Yi disana.
Sedangkan Mu Qing Yi membalas sapaan Michell mengangguk sambil tersenyum manis.Hal itu tentu saja tidak luput dari pandangan mata elang Zhou Yu Sheng.
"Jangan panggil sebutan nona,dia istriku."
Ucapan Zhou Yu Sheng membuat Michell dan Mu Qing Yi terkejut seketika.
"Siapa istrimu?aku bahkan belum ngaku kau suamiku."Batin Mu Qing Yi sambil memutar bola matanya malas.
"Baik Tuan."Jawab Michell menggaruk tekuknya yang tidak gatal.
"Tuan,katanya tidak suka dengan gadis ingusan?ini malah menyuruhku ganti panggilan dan bahkan susah bawa kekantor.Kalau ini bukan cinta itu apa lagi.Sepertinya tuan terjerat dengan ucapannya sendiri."Batin Michell.
Michell menatap arloji yang melekat pergelangan tangan kirinya.
"Sekitar sepuluh menit lagi,Tuan."
"Ini berkasnya Tuan."Ucap Michell sambil menyerahkan berkas berwarna hitam pada atasannya.
"Suruh Jessika antar gadis ini keruanganku."
"Baik,Tuan."Ucap Michell lalu berbalik pergi.
"Ingat! tunggu aku sampai selesai diruanganku.Jangan coba-coba kabur."Peringat Zhou Yu Sheng lalu melangkah pergi.
Setelah Zhou Yu Sheng pergi keruang meeting,Mu Qing Yi pun menuju ruangan kantor Zhou Yu Sheng ditunjukkin oleh jessika.
"Silakan duduk nona."Ucap Jessika mempersilakan Mu Qing Yi duduk di sofa.
__ADS_1
Mu Qing Yi mengangguk lalu duduk disofa berwarna hitam yang ditunjukan Jessika.Sambil memperhatikan seluruh interior ruang ruangan Zhou Yu Sheng dengan tatapan kagum.
"No..nona bisakah aku bertanya pada anda?"tanya Jessika tampak ragu.
Pertanyaan Jessika mengalihkan pandangan Mu Qing Yi menatap kearah Jessika.Mu Qing Yi mengernyit.Dan tentu saja dia tahu apa yang akan ditanyakan oleh Jessika.
"Boleh silakan."
"Kalau boleh tahu.Apa hubungan anda dengan Tuan Yu?apa mungkin anda adik tuan Yu,tapi setahu aku tuan Yu tidak memiliki adik."Ucap Jessika menerka-nerka.
Mu Qing Yi mengangkat sebelah alis.Ternyata tebakannya benar.
"Kamu suka Tuan Yu?"Mu Qing Yi balik bertanya.
"Hah?tidak,nona!"jawab Jessika salah tingkah dan tampak terkejut mendengar pertanyaan Mu Qing Yi.
"A..aku mana berani menyukai tuan Yu.Aku hanya penasaran saja."Ucapnya tersenyum dipaksakan dengan ekspresi canggung.
Tok..tok tok
Terdengar suara ketukan pintu dari luar sana secara berulang kali membuat kedua perempuan itu mengalihkan pandangan dan memusatkan perhatian kearah pintu.
"Sayang kau ada didalam?"
Suara itu muncul bersamaan dengan dorongan pintu terbuka.
πππππ
HAI READERKU YANG TERCINTA.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN KRITIKANNYA YAH.JIKA BERKENAN VOTE JUGA BOLEH.SEBAGAI BENTUK DUKUNGAN KALIAN PADA AUTHOR.MAKASIHπ
AUTHOR AKAN SANGAT SENANGπ.DAN AUTHOR TIDAK AKAN PERNAH BOSAN BACA KOMEN KALIAN.
HAPPY READING...SEMOGA SUKA.
__ADS_1