Terpaksa Menikahi Pria Arogan

Terpaksa Menikahi Pria Arogan
Di lecehkan


__ADS_3

Setelah beberapa saat berpacu dengan jalanan akhirnya mobil yang di kendarai Michell sampai di depan apartemen Zhou Yu Sheng.Michell segera turun lebih dulu membukakan pintu mobil untuk Tuannya.


"Michell jangan menghubungi aku untuk masalah pekerjaan atau apa pun malam ini."Pesan Zhou Yu Sheng sambil melangkah turun mobil.


"Baiklah,Tuan.Kalau begitu aku pamit dulu."Pamit Michell sambil menutup pintu mobil.


"Hem."


Setelah Michell pergi,Zhou Yu Sheng langsung berjalan dengan langkah lebar menuju lift yang akan membawanya ke apartemen yang dia tinggal.Karena Zhou Yu Sheng sudah tidak sabar untuk mengetahui keberadaan gadis ingusan itu.Apakah sudah pulang?atau masih bermain diluar?setelah beberapa menit begitu pintu lift terbuka Zhou Yu Sheng segera berjalan menuju pintu apartemennya dan menekan passwort apartemen begitu pintu terbuka Zhou Yu Sheng segera masuk ke dalam.Hal yang pertama Zhou Yu Sheng lihat adalah ruangan yang gelap.Yang benar saja apa seperti dugaannya gadis itu benar-benar belum pulang?!


"Mu Qing Yi!"panggilnya dengan suara memenuhi isi ruangan dan membuka lampu lalu berjalan menuju dapur hingga mencari seisi ruangan masih tidak menemukan gadis itu dimana-mana.


Zhou Yu Sheng mengalihkan pandangan kearah kamar Mu Qing Yi.Lampunya terlihat menyala dari luar namun saat dia memanggil nama gadis itu,dia tidak menyahut.


"Apa gadis ingusan itu sudah tidur?"gumamnya.


Zhou Yu Sheng memberanikan diri membuka pintu kamar Mu Qing Yi .Dan lagi-lagi,meringis saat mendapati di dalam kamar masih belum ada penghuni di dalam sana.


Tidak mendapati Mu Qing Yi di dalam sana,Zhou Yu Sheng membanting pintu tertutup penuh dengan emosi.Dia melangkah kedepan,merogoh jas dan mengambil ponselnya.Menghubungi seseorang.


"Kirimkan nomor gadis ingusan itu!"


"Maksud Tuan gadis ingusan mana?"


"Michell sialan!apa kamu mau gaji tahunanmu harus aku potong habis.Baru kamu ingat,hem!"decak Zhou Yu Sheng dengan emosi.


"M-maaf ,Tuan.Tadi aku hanya bingung.Sekarang aku baru teringat."


"Cepat kirimkan nomornya!"ucap Zhou Yu Sheng,Setelahnya langsung mematikan sambungan teleponnya.


Tanpa di tunggu lama bisa bunyi nontifikasi pesan masuk menandakan Michell sudah mengirim nomor Mu Qing Yi .Zhou Yu Sheng segera membuka pesan dari Michell.Dan mendail nomor Mu Qing Yi.Namun hanya terdengar suara operator yang menyapanya.


"Bodoh!gadis itu benar-benar ceroboh.Ponselnya bahkan tidak dapat di hubungi.Bagaimana jika terjadi apa-apa padanya."Gumam Zhou Yu Sheng mulai berpikir negatif.Zhou Yu Sheng kembali coba mendail nomor gadis itu hingga berulang kali berakhir sia-sia.Menandakan ponsel gadis gadis itu sedang tidak aktif.


"****!"umpat Zhou Yu Sheng frustasi hampir membanting ponselnya yang dia pegang.Untung dia masih bisa berfikir jernih kalau tidak,ponselnyalah yang akan menjadi bahan pelampiasan.

__ADS_1


Tidak kehabisan cara,Zhou Yu Sheng akhirnya mendail nomor lain yang seharusnya tahu benar di mana posisi gadis itu.


"Dimana gadis itu?"ucapnya tanpa basa basi saat telepon tersambung.


"Di helta,Tuan."Jawab di seberang sana.


"Dia bersama siapa?"


"Sendirian,Tuan."


Setelah Zhou Yu Sheng mengakhiri sambungan teleponnya sepihak,dia segera masuk ke kamarnya meraih mantelnya dari lemari dan kunci mobil sebelum keluar dari apartemen mengingat cuaca sudah mulai dingin.


Zhou Yu Sheng berjalan cepat menuju lift.


"Gadis yang nyusahkan.Jika terjadi apa-apa padanya.Kakek pasti akan menyalahkanku."Gumamnya setelah keluar dari lift dan masuki kedalam mobilnya.Raut cemas tercetak di wajah tampan pria itu.Dia memacu kendaraan dengan laju dengan kecepatan atas rata-rata.


********


Terduduk helta bus sendirian,sebenarnya Mu Qing Yi agak takut dan gugup.Takut ada orang jahat yang lewat atau pun hantu gentangan berjalan misalnya.Jika di pikirkan memang bikin merinding sendiri.Di tambah tubuhnya dingin bagaikan es yang siap membeku kapan saja sedari tadi hidung sialan bersin-bersin hingga perih entah kapan akan henti.Sudah sejam Mu Qing Yi menunggu bus datang namun masih saja sama.


Mu Qing Yi mengeluarkan ponselnya di dalam tas,untuk memeriksa kembali ponselnya.Berharap bisa menyala karena ada keajaiban.Telepon Anna sahabatnya ataupun memesan kendaraan melalui aplikasi online.Bus yang dia tunggu sepertinya sudah lewat.Namun apa yang terjadi,mustahil.Ponselnya ketika di hidupkan berkedip dan kembali mati.


"Astaga,apa yang harus aku lakukan sekarang.Apa aku sebaiknya jalan kaki pulang?"Gumamnya berpikir untuk berjalan kaki pulang saja.


Namun saat ingin beranjak dari duduknya,dua pria dewasa berjalan kearahnya,Mu Qing Yi menoleh kekanan dan kekiri tidak ada orang lain selain mereka bertiga di sana serta kendaraan yang tampak berlalu lalang di jalanan.


Pikirannya di penuhi hal-hal negatif dan ketakutan mulai menyelimuti dirinya.Kedua pria itu berjalan mendekatinya dengan tangan memegang sebotol alkohol di tangannya dengan senyum penuh makna.Dia bergeming karena tubuhnya yang lemah serta kaki bergetar antara takut dan dingin tidak memungkinkan untuk berlari.Benar dugaannya kini benar-benar ada penjahat.


ketika kedua pria itu mulai menghalangi jalannya.Bau alkohol menyeruak indra penciuman Mu Qing Yi.


Membuat Mu Qing Yi sontak berjalan mundur ketakutan,melihat itu kedua pria itu tertawa secara bersamaan.


"Nona kenapa berdiri sendirian disini?apa kamu butuh bantuan dari kami?"tanya salah satu dari mereka.Dia memiliki tato di sebagian lehernya.


"Ti-tidak perlu."Lirih Mu Qing Yi dengan suara bergetar.

__ADS_1


"Tidak perlu takut,kami orang yang baik.Kenapa kau bersikap seolah-olah kami adalah penjahat?"tanya pria yang memiliki dua tindik di telinganya wajahnya tampak menyeramkan.Dengan lancang mengelus punggungnya.Tubuhnya menegang matanya berkaca-kaca,dia berdoa dalam hati berharap ada orang yang menolongnya.


"Jangan pegang-pegang!"pekik Mu Qing Yi menepiskan tangan pria dengan lancang melecahkannya.


Merasa tidak terima tangannya di tepiskan,pria itu dengan penuh amarah mencengkram tangan Mu Qing Yi dengan erat.Dan satunya pria bertato sebagian leher mencengkram dagunya.


"Lepaskan aku!"berontak Mu Qing Yi sambil meronta agar cengkreman preman itu pada tangan dan dagunya bisa terlepas.


"Hei gadis manis kenapa kami harus melepaskamu?sungguh sayang jika kami tidak mencicipmu."Ucap preman itu.


Para preman itu menyeret Mu Qing Yi agar ikut dengan mereka,dan walaupun gadis itu sudah meronta-ronta namun tenaganya yang lemah tidak sebanding dengan tenaga kedua preman yang bertubuh besar itu.Mu Qing Yi Mulai merasakan sakit di pergelangan tangannya yang membiru bercampur dengan rasa takut dan khawatir semakin mendominasi.


"Sa-sakit.Lepaskan!kalau tidak aku akan berteriak."Ancam Mu Qing Yi dengan suara serak air matanya bercucuran membasahi pipinya yang putih.Kepalanya semakin berdenyut sakit akibat flu yang menyerangnya.Tenaganya semakin melemah.


"Teriak saja.Aku mau lihat siapa yang berani yang menolongmu."Tantang permen yang bertato itu lalu tertawa keras.


"Siapapun saja tolong!tolong!"pekik Mu Qing Yidengan suara lemah,berusaha meminta tolong tidak peduli apakah ada orang mendengar teriakannya ataupun tidak.


"Diam!dasar gadis berisik!"ucap preman itu lalu membengkam mulut Mu Qing Yi.Dengan kesal Mu Qing Yi menggigit tangan preman itu dan berusaha lari.


"Awww!gadis sialan!"pekik preman itu kesakitan dan berlari mengejar dengan Mu Qing Yi.


"Tolong!"pekik Mu Qing Yi terus berlari sambil meminta tolong dengan napas tersegal-segal.Kaki sudah sangat lemah untuk ajak berlari,dengan tenaga yang tidak seberapa itu.Tampaknya kedua preman itu,tidak akan melepaskanya begitu saja dan malah mengejarnya tanpa lelah.Tinggal dua derap langkah lagi kedua preman itu akan mencapai tangan gadis itu.


🌹🌹🌹🌹🌹


Hay readers menurut kalian gimana part ini.


Jangan lupa komen kritikan,like dan vote.


Author tunggu ya.😀


Maaf jika banyak typo


Happy reading...

__ADS_1


__ADS_2