
Pagi harinya Mu Qing Yi terbangun dari tidurnya setelah tadi malam sangat kelelahan akibat pernikahannya yang berdiri sepanjang hari.Dirinya tetap tidak menemukan jejak batang hidung pria dingin itu.Bukan hanya dingin bisa di katakan psikopat.Dia tidak tahu pria yang yang berstatus suaminya entah kemana sedari tapi malam tidak pulang-pulang apa karena jijik pada dia,atau pria itu menemui pacarnya di malam pernikahannya.Entalah.Jika memikirkan itu membuat hati terasa sedikit sakit.Ya,biarpun dari awal pernikahan ini bukan atas keinginannya,namun bagaimana pun juga pria itu sudah menjadi suaminya.
Tak mau memikirkan hal itu lebih lama,dengan wajah bantal Mu Qing Yi memilih turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.Setelah menghapus makeup super duper ribet itu dan ritual mandinya Mu Qing Yi menghabiskan satu jam di dalam kamar mandi.Biasanya saat dirinya mandi hanya perlu lima belas menit.Ini perlu satu jam hanya untuk menghapus makeup dan menurun ritsleting gaun pengantin dengan susah payah, yang dia kenakan tidur sampai pagi,itu tentu saja mengkuras energinya,apalagi menyuruhnya makeup setiap hari tentu dirinya tidak akan mau.
Sangat membuang waktu'kan?
Tidak butuh waktu lama kini Mu Qing Yi sudah berpakaian rapi dengan celana panjang kaus merah muda berbalut di tubuh mungilnya walaupun sedikit lusuh dan kebesaran itu membuat tubuhnya nyaman apa salahnya.Dirinya beli pakaian hanya merasa perlu saja jika tidak,Mu Qing Yi lebih memilih menyimpan uangnya untuk biaya kuliah serta membantu keluarga saja.Lagi pula mencari uang bukan hal yang mudah,lebih baik menghemat untuk sesuatu lebih bermanfaat dari pada membeli pakaian bagus tapi buat kantong bocor.
Mu Qing Yi melirik jam ada di nakas,terbelalak ternyata,sudah jam sebelas.Waktu benar-benar berputar terlalu cepat tanpa di kira saat kita melakukan hal yang tidak berguna.
Cacing di perutnya pun sudah meronta-ronta.Saat Mu Qing Yi ingin meraih knop pintu.Tiba-tiba terdengar suara ketokan dari arah luar.
"Nona,anda sudah bangun Tuan Zhou menyuruh anda keluar sarapan bersama."Ucap seorang wanita di balik pintu.
Mu Qing Yi pun lantas membukakan pun mengecek siapa yang mengetok pintu kamarnya tersebut.Setelah pintu terbuka Mu Qing Yi melihat seorang pelayan tua berdiri di ambang pintu mungkin umurnya sekitar enam puluhan.
"Silakan nona ,Tuan sudah menunggu anda di ruang makan."Ucap pelayan tua.
Mu Qing Yi mengangguk lalu segera ikut pelayan tua itu dari belakang menuju keruang makan.
Disana kakek Zhou sudah terduduk di salah satu kursi di ruang makan begitu pun pria dingin itu.Entah kapan dia pulang setahu Mu Qing Yi saat dia tidur dan bangun tidak melihat pria itu.Kalau dia ada pulang lalu kenapa dia tidak tidur dikamar?mungkin pria itu membencinya.Mu Qing Yi menatap pria itu dengan tatapan penuh pertanyaan.
"Silakan duduk nona."Ucap pelayan tua itu.
Mu Qing Yi mengangguk lalu melangkah di samping pria yang berstatus suaminya itu.
"Pagi kek."Sapa Mu Qing Yi lalu melirik Zhou Yu Sheng yang tampak tidak peduli pada dirinya,ia pun mengurungkan niat menyapanya.
"Pagi menantu cucuku."Beliau sapa kembali sambil tersenyum.
__ADS_1
Mu Qing Yi melirik kursi yang ada di samping Zhou Yu Sheng ada sedikit takut untuk duduk di samping pria itu.Namun jika tidak disana entah apa pandangan kakek Zhou terhadap dirinya.Dia menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya,Lalu meraih kursi dekat pria itu.Namun sebelum dirinya sempat duduk,Zhou Yu Sheng melemparkan tatapan sinis.Mu Qing Yi dengan gugup dan kikuk pun terpaksa menarik kursi kembali ketempatnya dan memilih duduk di salah satu kursi lainnya.
Apa yang terjadi selanjutnya makin membuat dirinya makin gugup dengan tatapan tajam yang susah diartikan.Zhou Yu Sheng menatap dirinya dengan seksama seperti pertama kali bertemu.Kemudian,perlahan matanya menatapnya naik turun.Kali ini Mu Qing Yi bisa menebaknya pikiran pria itu setelah mengikuti arah pandangan dia.Yaitu pakaian yang dikenakan dirinya.
"Pakaian apa yang kau kenakan?"tanyanya.
"A..ku."
"Pagi-pagi kau sudah menyakiti mataku,dengan pakaian seperti itu."Ucapnya dengan penuh tidak suka.
Sedang Mu Qing Yi hanya menunduk dengan jemari bertautan sambil mencengkram ujung kaus yang dia kenakan.
Jujur,Mu Qing Yi sangat kesal dengan ucapan pria psikopat itu dengan seenaknya menghina dirinya.Andai saja jika bukan orang tuanya memaksa dan wasiat sang kakek dia tidak akan mau menikah dengan pria tengik itu,yang hanya tahu menghina dirinya.
"Ehem."
Kakek Zhou mendeham mengisyaratkan sang cucu untuk segera diam.Sedang Zhou Tu Sheng tampak tidak peduli.
"Bagaimana tidurmu semalam,Nak?"tanya kakek Zhou mengalihkan pembicaraan agar Mu Qing Yi tidak terlalu sedih,lalu beliau menatap sang cucu yang tengah mengambil roti kering yang telah di sajikan para pelayan dengan tatapan tajam.Zhou Yu Sheng menyadari tatapan sang kakek hanya bersikap datar saja.
Mu Qing yi mengangguk hanya menyungging senyum kecil yang di paksakan.
Setelah sarapan bersama,Zhou Yu Sheng meminta izin pada sang kakek.Pada awalnya beliau tidak menyetujuinya namun di pikir-pikir lagi itu adalah solusi yang baik untuk pengantin baru tanpa ganggu ucap beliau,karena dia sudah tidak sabar lagi untuk meminang cicit.Sedangkan Mu Qing Yi hanya tersenyum kecut setelah mendengar penuturan beliau.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Apartemen.
Setelah keluar dari mobil Mu Qing Yi mengikuti langkah Zhou Yu Sheng tanpa mengeluarkan suara ataupun bertanya.Mereka kini memasuki area gedung apartemen mewah.Mereka langsung menuju lift pria itu menekan tombol angka12,yang menandakan apartemen pria itu ada di lantai 12.
__ADS_1
Setelah beberapa menit lift pun terbuka Zhou Yu Sheng melangkah keluar dan di ikuti Mu Qing sambil menatap sekiling dan tampak kagum sampai tidak menyadari bahwa langkah Zhou Yu Sheng sudah berhenti hingga dahinya terbentur punggung lebar itu membuat dia terkejut sendiri.
"Apa kau berjalan sambil tertidur."Ucap Zhou Yu Sheng sambil menoleh kebelakang menatapnya kesal.
"Maaf."Ucap Mu Qing Yi sambil memegang dahinya yang terasa sakit.
Tanpa mempedulikan Mu Qing Yi, Zhou Yu Sheng kembali fokus menekan angka sandi membuka pintu apartemen.
Pintu terbuka.Apartemen Zhou Yu Sheng tampak bersih tanpa ada sedikit pun debu yang melekat di sana.Mu Qing Yi lagi-lagi terkagum melihat kemegahan dalam apartemen itu.Kemarin pria psikopat itu menyuruhnya membersihkan apartemen.Mu Qing Yi bingung,jadi untuk apa pria itu menyuruh dia membersihkan apartemen?
"Hei..!!!"Seru Zhou Yu Sheng berteriak di wajah Mu Qing Yi hingga membuyar lamunannya.
"Kenapa kau melamun di depan pintu."
"Ah,tidak apa-apa."Jawab Mu Qing sambil menatap wajah kesal Zhou Yu Sheng.
"Ayo,cepat masuk."
Mereka berdua pun berjalan memasuki apartemen.
"Sekarang bersihkan seluruh apartemen sampai kinclong.Kalau tidak, aku akan pecat kamu sebagai istriku."Ucapnya sambil merebahkan tubuhnya di sofa empuk di depannya.
"Omaigat,ini pertama kalinya aku dengar status istri itu bisa pecat.Dasar psikopat.Enak saja main mau pecat-pecatan.Kau kira aku ini apa?kau tidak mau menjaga baik keluargamu,aku masih mau menjaga nama baik keluargaku."Batin Mu Qing.
Tentu saja Mu Qing Yi tidak bisa membiarkan pria itu menceraikannya.Karena pernikahan ini baru berumur dua hari,jika dia di ceraikan apa kata orang-orang atau pun penilai orang terhadap dirinya.Memang bisa dia abaikan. Tapi dia tidak bisa mengabaikan nama baik keluarga.Maka mau tidak mau dia harus melakukan perintah pria itu tanpa membantah.
"Setelah membersihkan seluruh ruangan.Jangan lupa siapkan air mandi untukku."Perintahnya sambil memenjamkan mata.
🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Hai guys bagi yang sudah baca jangan lupa tinggalkan komen kritikan ya,makasih🙏
Happy Reading....