
"Bukan hanya mulutnya yang tajam sifatnya memang menyebalkan.Bicara dengannya tidak lain bicara dengan tembok."Umpat Mu Qing Yi kesal.Sebelum turun dari mobil dia menetralkan menetralkan emosinya.Lalu turun dari mobil berlari kecil untuk mengikuti langkah Zhou Yu Sheng yang menuju mansion megah Kakek Zhou.
🍀🍀🍀🍀
Di ruang mansion utama
Begitu Zhou Yu Sheng dan Mu Qing Yi dalam mansion terlihat seorang wanita empat puluh tahun anggun berdiri menyambut kedatangan mereka berdua.Mu Qing Yi juga tidak tahu siapa wanita itu karena Zhou Yu Sheng tidak pernah menyebut sedikit pun informasi mengenai keluarganya bahkan dihari pernikahannya tidak pernah melihat wanita nan anggun itu meski kelihatannya sudah berkepala empat.
"Yu Sheng,kau sudah pulang."Ucap Wanita anggun itu menyambut Zhou Yu Sheng Dengn senyuman kemudian memeluk Zhou Yu Sheng dengan hangat.Bahkan pria itu menyambut pelukan dan seulas sedikit senyum juga.Sedangkan Mu Qing Yi hanya berdiri tidak terkutik menyaksikan momen langka dihadapannya.
"Bibi,kapan kau pulang kenapa tidak kasih kabar?"tanya Zhou Yu Sheng sambil melepaskan pelukan bibinya ( Zhou An Yu).
"Maaf,bibi hanya ingin memberi kalian kejutan."
"Aku dengar kau sudah menikah,apa ini istrimu?"tanya An Yu sambil menatap kearah Mu Qing Yi yang berdiri disamping Zhou Yu Sheng.
"Iya."Jawab Zhou Yu Sheng singkat.
"Oh,selamat ya.Maaf waktu kalian menikah bibi ada urusan jadi tidak sempat pulang."Ucap An Yu menyesal.
"Bibi tidak menyangka akhirnya kau menikah juga akhirnya.Kemarin-marin kakekmu telepon padaku,beliau bilang mengkhawatirkan pernikahanmu dan bahkan memintaku mencarikan calon istri untukmu."Ucap An Yu terkekeh sambil menatap wajah keponakannya yang menahan malu didepan istrinya.
"Bibi dan kakek bicara seolah-olah aku tidak laku saja."
"Kemari sayang."Ucap An Yu lalu meraih tangan Mu Qing Yi dan menarik tangan Mu Qing Yi ikut dia duduk di sebelahnya,di sofa panjang ruang tengah.Mu Qing Yi hanya terdiam tanpa suara.
"Istrimu sangat cantik.Kau memang pandai memilih istri."Puji An Yu yang tidak henti-henti menatap Mu Qing Yi sambil tersenyum sumringah.Hingga membuat wajah Mu Qing Yi memerah seperti kepiting rebus.
"Kakek yang jodohkan bukan aku yang pilih."Ucap Zhou Yu Sheng datar.
Hati Mu Qing Yi mencelos seketika,setelah mendengar penuturan suaminya itu.Tadinya seperti gelembung yang naik keatas awan kini seperti terjun didasar jurang.Mu Qing Yi menatap kesal pria dihadapannya berkata tanpa disaring dulu ucapannya.Memang dasarnya mulut kejam.Meski tidak suka dengan pernikahan itu tidak seharusnya pria itu mengatakan langsung seperti itu depan bibinya.
"Tidak perlu malu untuk mengaku.Meski kakekmu yang menjodohkan kalian,itu juga harus ada persetujuanmu baru bisa nikahkan?."
An Yu terkekeh berusaha mencairkan suasana lalu menatap keponakannya dengan tatapan tajam.Lalu kembali menatap kearah Mu Qing Yi yang tampak menunduk,An Yu tahu gadis itu pasti merasa kecewa dengan ucapan suaminya.
__ADS_1
Zhou Yu Sheng terdiam tanpa menanggapi ucapan sang bibi lagi.Dia merasa sedikit Bersalah mengatakan didepan sang bibi namun dia segera tepis perasaaan bersalah itu.
"Jangan masukkan kedalam hati, ucapan anak nakal itu.Dia memang suka melantur."Ucap An Yu tersenyum lembut sambil mengusap tangan pelan tangan Mu Qing Yi.
"Iya tidak apa-apa bibi."Jawab Mu Qing Yi.Memaksakan senyum.
Zhou Yu Sheng tampak kesal sang bibi nenyebutnya sebagai anak nakal.
"Oh ya,bibi mau ingatkan lusa ulang tahun kakekmu.Kau tidak lupakan,Yu Sheng?kali ini bibi pulang mau ikut merayakannya."Ucap An Yu.
Ekspresi Zhou Yu Sheng berubah,dia terlihat berpikir sejak.
"Ulang tahun?astaga bagaimana aku bisa lupa."Batinnya merutuk dalam hati.Bisa-bisanya dia lupa momen penting karena sibuk dengan dunianya.
Cari kota ulang tahun buat kakek adalah salah satu hal yang buat dirinya pusing dalam setahun.Sang kakek sebenarnya tidak pernah minta kado apa-apa hanya saja kakek adalah satu-satu orang yang paling penting dalam hidupnya maka Zhou Yu Sheng tidak mau ketinggalan momen penting ini.Dia terbiasa kasih sang kakek tiap kali ulang tahun sejak dulu entah dari umur berapa dia juga sudah lupa.
Tahun lalu dirinya membawa hadiah kado ulang tahun untuk sang kakek.Lalu kata sang kakek apa?beliau bilang tidak butuh apapun hanya butuh cucu menantu.Lalu tahun ini apa lagi.Jangan-jangan nanti kakek bilang ingin cicit?inilah yang buat dirinya frustasi.
"Aku tidak lupa,hanya saja tidak mengingatnya saja."Ucap Zhou Yu Sheng menyanggah.
"Baiklah."
"Apa yang kalian bicarakan?"tanya kakek Zhou melangkah menghampiri kearah sofa ikut bergabung mereka bertiga duduk dengan tongkat di tangannya tidak lupa sebuah senyuman bahagia menghiasi wajahnya masih terlihat gagah diusia senjanya.
"Kami membahas pesta ulang tahun Ayah."Jawab An Yu.
"Bagaimana kabarmu,kek?"tanya Mu Qing Yi setelah melihat kakek Zhou duduk disofa.
"Seperti yang terlihat,aku baik-baik saja."Ucap beliau sambil tertawa.
"Bagaimana kabarmu,Nak?apa kau sudah benar-benar sehat?Yu Sheng menjagamu dengan baikkan?"tanya beliau sambil menatap kearah sang cucu yang memasang wajah datar.
Mu Qing Yi merasa terharu dengan perhatian kakek Zhou.Meski sang kakeknya sudah lama meninggal dan sudah lama tidak merasakan kasih sayang dari sosok kakek.Namun sekarang dia kembali merasakannya berkat kakek Zhou.
"Aku sudah tidak apa-apa,kek."Jawab Mu Qing Yi tersenyum haru.
__ADS_1
"Baguslah kalau begitu."Ucap Kakek Zhou bernafas lega.
"Kakek dari tadi terus menanyakan kabar cucu menantumu baik atau tidak.Kenapa kakek tidak pernah menanyakan kabarku ada makan atau tidak di perlakukan baik atau tidak.Sebenarnya siapa cucu kakek dia atau aku?"tanya Zhou Yu Sheng kesal.Seperti anak lima tahun yang saling berebut kasih sayang.
"Sepertinya ada yang cemburu dengan istrinya sendiri."Ledek An Yu terkekeh geli.
"Siapa yang cemburu?aku hanya mengeluarkan pendapatku."
Mu Qing Yi ternganga seketika melihat tingkah suaminya yang datar dan dingin itu bertingkah kekanakan seperti itu memang pemandangan sulit di percaya.
Mu Qing Yi awalnya memang kesal dengan ucapan suaminya itu namun sekarang melihat tingkahnya yang cemburu dengan perlakuan sang kakek,Mu Qing Yi ingin rasanya tertawa,namun dia menahannya sekuat tenaga agar tawanya tidak pecah.
"Kakek percaya istrimu bisa menjagamu dengan baik.Jadi tidak perlu dipertanyakan lagi,lagi pula siapa yang bisa menindasmu? yang ada kau yang selalu menindas cucu menantuku.Dan satu lagi jangan pekerjaan yang kamu terus pikirkan.Istri malah dinomor duakan. "
"Kakek tega sekali menuduh cucunya sendiri seperti itu."Ucapnya kesal.
"Aku mengatakan ini berdasarkan logika."
"Benar apa yang katakan kakekmu.Yu Sheng kau harus jadi romantis sedikit,jangan selalu kaku seperti tembok kaca kantormu.Kalau aku jadi Qing Yi sudah aku tendang kau keluar dari kamar "Cibir An Yu.
Mu Qing Yi hanya tertawa.Tidak perlu ngusir pria itu juga pasti pergi.Bahkan mereka berdua tidak tidur sekamar. lalu,siapa yang harus dia usir.
Zhou Yu Sheng menatap tajam kearah Mu Qing Yi yang tampak tertawa.Sedangkan Mu Qing Yi yang sadar mata elang menatapnya tajam dia segera bengkap mulutnya dengan tangan.
"Dasar gadis ingusan sepertinya dia senang aku sudutkan semua orang."Batin Zhou Yi Sheng mendengus kesal.
"Kenapa kau melihat cucu menantuku seperti itu,apa kau tidak senang kakek bicara seperti itu.Sepertinya kau harus mengoreksi diri.Jangan hanya tahu mengoreksi perusahaan saja."Cibir sang kakek,lagi-lagi membuat Zhou Yu Sheng menahan amarahnya.
🍀🍀🍀🍀
Hai Readersku sayang maaf banget selalu telat up..
Jangan lupa komen saran kritikan like,vote jika berkenan.
Maaf juga karya author masih banyak kekurangan.
__ADS_1
HAPPY READING...