Terpaksa Menikahi Pria Arogan

Terpaksa Menikahi Pria Arogan
Mencari Mu Qing Yi


__ADS_3

"Jangan pernah kesini lagi."peringat sambil Zhou Yu Sheng sibuk menutup pintu apartemennya tanpa mempeduli Jona dengan berdiri luar apartemen dengan kesal dan malu.


Hari ini Zhou Yu Sheng mempermalukan harga dirinya.Lihat saja nanti!


🌷🌷🌷🌷


"Jemput aku dalam sepuluh menit."Perintah Zhou Yu Sheng setelah ponselnya terhubung.


"Tuan aku tengah diruang meeting."Jawab Michell terdengar menghela napas.


"Tinggalkan."Ucap Zhou Yu Sheng tanpa mendengar jawaban Mihchell seberang langsung memutuskan panggilan sebelah pihak.


🌷🌷🌷


Meeting baru saja dimulai Michell dengan konsentrasi mendengar presentasi dari sebuah perusahaan menawarkan kerja sama SHINA grup.Karena meeting ini sangat penting.Karena tiba-tiba saja Tuannya izin tidak masuk kantor bahkan rela membiarkan meeting sepenting ini dipimpin olehnya,entah penyebabnya apa.


Bunyi ponselnya membuyarkan para peserta meeting,mau tidak mau dia hanya menjawabnya karena penelpon adalah Tuannya.Setelah telepon ditutup sebelah pihak oleh tuannya,Michell berdiri dari duduknya.Para peserta meeting menatap heran Michell.


"Apa terjadi sesuatu?"tanya salah satu peserta meeting.


Michell menghela napas dan berkata."Maaf semuanya ada masalah penting harus aku urus,sisa biar Leon Xu yang mengambil alih."Ucap Michell sambil berdiri dan keluar ruang meeting dengan langkah terburu-buru.Makin lama makin ajaib saja kelakuan Tuannya itu.Michell menjadi frustasi sendiri.


🌷🌷🌷🌷


Mu Qing Yi bertumpu dagu,menatap layar laptop dimana drakor Goblin,dimana salah satu drama favoritnya dari negeri ginseng tengah berputar.


Ada tiga hal yang sering dia lakukan saat bad mood atau disaat sedih.Jogga,menonton dan duduk didepan kaca mini market memperhatikan orang berlalu lalang.Sebenarnya dia jarang melakukan tiga hal sekali gus,kecuali tingkat stressnya berada dilevel tertinggi.Contoh saat ini,sudah ketiga hal yang dia lakukan sepanjang hari dalam bentuk pelampiasan.


Seharusnya saat ini dia berada kampus,mendengarkan para dosen berceramah sepanjang hari dan mengerjakan skripsi atau menemani Anna keluar belanja.Tapi,yang dia lakukan hanya mengurung diri didalam kamar Anna,marathon drama drakor sambil menangis bahkan ranjang berserakan tisu dimana-mana.Belum melakukan hal produktif.Entah menangisi mengingat kisah hidupnya yang miris atau menangisi jalan cerita drakor yang dia tonton yang membuatnya nangis bersedu-sedu.


Dia benar-benar kacau.


Tok tok tok


"Qing Yi.."Panggil Anna dari luar pintu.


"Iya.."Jawab Mu Qing Yi yang masih memperhatikan layar komputer.


"Boleh aku masuk?"tanya Anna.


"Iya masuk saja."

__ADS_1


Anna memutar knop pintu melangkahkan kaki menuju ranjang yang ditempati sahabatnyanya itu.


"Astaga,Qing Yi apa yang kau lakukan dengan kamarku?!"


Mu Qing Yi mendongak dengan mata yang sembab,melihat Anna sudah berdiri disampingnya entah berapa lama dia bahkan tidak menyadarinya.


"Apa kau tidak lihat aku sedang menonton."Ucap Mu Qing Yi sambil mengerucut bibirnya.


"Ck...apa perlu sampai seperti ini jika kau hanya menonton?lihatlah kamarku sudah kau jadikan kandang kuda."Ucap Anna tidak habis pikir .Bisa-bisanya kamarnya yang tadinya bersih dan rapi sudah macam kapal pecah,makanan ringan berserakan bahkan entah berapa kotak tisu yang Mu Qing Yi habiskan.


"Apa kau tidak bisa biarkan aku sendirian saja Anna,aku hanya ingin menenangkan diri seharian penuh ini?"


"Kau tau sekarang jam berapa?"


Mu Qing Yi melirik jam waker,di samping tempat tidur Anna mata terbelalak saat melihat sudah pukul 01.00 siang.Waktu benar-benar berlari jika kita melakukan hal yang sia-sia.


"Apa kau berencana tidak ingin masuk kuliah?"


"Apa melihat kondisiku mengijinkan aku masuk kuliah?"tanya Mu Qing Yi lirih kembali menatap layar laptopnya.


"Maaf aku lupa."Sesal Anna.


"Cepat bersihkan tempat tidurku,setelah itu keluar makan,aku sudah membelikan makanan untuk kita."


"Baiklah.Terserah kau saja."Jawab Anna mencoba memaklumi sahabatnya itu yang tengah bersedih.


"Oh iya,sebaiknya kamu cuci wajahmu sebelum makan."


"Memangnya kenapa dengan wajahku?aku rasa wajahku baik-baik saja."


"Apa kau yakin?coba kau ambil cerminku di laci samping tempat tidurku."Ucap Anna sambil menahan tawa.


Sesuai intruksi Anna Mu Qing Yi mengambil cermin yang ada di samping tidur Anna.Lalu mematutkan wajahnya didepan cermin berukuran sedang,dia terbelalak wajahnya berantakan pupil matanya memerah dan bengkak,jelas sekali dia sudah menangis selama berjam-jam.


"Ini semua gara-gara pria mesum brengsek itu."


"Itu suamimu Qing Yi."Cibir Anna.


Kali ini Anna tertawa keluar suara,hingga membuat mata Mu Qing Yi beralih melotot kearah Anna.


"Oh jadi sekarang kau membela dia ketimbang sahabatmu ini.Bukankah beberapa jam lalu kau sangat ingin menghajarnya.Ketawalah sepuasmu.Kau sangat menyebalkankan."Sembur Mu Qing Yi marah.

__ADS_1


Anna bungkam seketika.


"Maaf larat.Cuma bercanda."Ucap Anna sambil mengunci bibir


"Bercanda juga tidak boleh!ini bukan waktu yang tepat untuk bercanda!"protes Mu Qing Yi kesal.


"Iya maaf tuan putri.Ayo cepat cuci wajah,katanya tadi lapar."Ucap Anna.


Mu Qing Yi juga tidak mau berlarut dalam kesedihan hidup itu panjang,air matanya terlalu berharga untuk menangisi perlakuan kasar pria brengsek itu.Dia menghela napas panjang,mau tidak mau dia membawa langkah kakinya masuk kedalam kamar mandi meski terlihat enggan.


"Ini enak Anna,kau beli dimana?"


"Ya,dipinggir jalan,baguslah kalau kau suka,makan yang banyak,sepertinya kau kekurangan gizi ,badan kau kurus kering memang suamimu itu tidak kasih uang belanja apa,Qing Yi?sampai kelempeng begitu."


"Ini namanya badan seksi,semua artis korea juga seperti itu."


"Beda kosa katanya Qing Yi,seksy sama kurus kering."Anna tertawa lepas.


"Kamu iri kali."


"Tidak perlu iri,secara logika banyak pria berbaris dari sini sampai berbelahan bumi."


"Sudah ah,makan lama bicara sama kau nanti melebar kemana-mana."Ucap Mu Qing Yi menyuruh Anna diam,capek bercanda dengan Anna yang ceplas ceplos.


****


"Tuan kita sudah sampai."Ucap Michell menghentikan mesin mobilnya.


Zhou Yu Sheng membuka mata elangnya sambil menurunkan jendela kaca mobilnya menatap sebuah rumah yang terlihat sederhana dengan cat kayu terpampang didepan matanya terlihat sepi.


"Apa anda yakin ini rumahnya,tuan?"tanya Michell memastikan.


Zhou Yu Sheng segera turun dari mobilnya tanpa menanggapi pertanyaan Michell.Dia berjalan tergesa-gesa menuju pintu utama rumah Anna.Pria itu berkali-kali menekan bell dengan tidak perasaan sabar.Namun tetap hasilnya nihil dan belum ada tanda-tanda respon dari penghuni rumah.


"Shitt."Umpatnya kesal.Harusnya dia bisa mengendalikasi emosinya waktu itu.Sekarang jadinya kalang kabut sendiri.


Dia mengeluarkan ponsel dalam saku celananya dan mendail nomor tujuannya,untuk kembali memastikan alamat teman istrinya itu benar.Jika saja salah ,anak Buahnya akan mendapatkan ganjaran yang setimpal.


Cekklek


Suara decitan pintu terbuka membuat Zhou Yu Sheng menghentikan kegiatannya lalu beralih menatap kearah pintunya.

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷


__ADS_2