Terpaksa Menikahi Pria Arogan

Terpaksa Menikahi Pria Arogan
Malam yang dingin


__ADS_3

Malam semakin malam bulan yang setia menyinari langit malam yang memang tampak sangat indah menyinari kota,menambah kesan cantik di kota Shanghai.Setelah bekerja paruh waktu Mu Qing Yi berjalan pelan berjalan di bawah sinar-sinar lampu, sesekali dia mengeratkan jaket tipis yang dia kenakan,akibat udara semakin dingin.Mungkin sebentar lagi akan turun salju pertama,musim gugur akan segera pergi di gantikan musim dingin.


Mu Qing Yi terus melanjutkan langkahnya menuju helta bus yang tidak jauh dari cafe.Sesampai di sana Mu Qing Yi duduk di kursi yang ada di helta.


Angin malam ini menghembus cukup kencang.Membawa hawa dingin menusuk ketulang dan sanggup membuat badan gigil karenanya.Sepertinya jaket yang ia kenakan sama sekali tidak membantu menghangatkan tubuhnya.


"Ah,sial ternyata ramalan cuaca hari ini ternyata benar.Aku lupa membawa jaket tebal dan syal yang ada di lemari akibat terlalu buru-buru keluar rumah."Gumamnya merutuki diri-sendiri.


Sesekali Mu Qing Yi menggosokkan kedua telapak tangannya untuk menghangat wajahnya yang terasa kaku kulit putihnya terlihat pucat.


Bodohnya dirinya mengabaikan ramalan cuaca negeri ini.Padahal tingkat keakuratannya mencapai hampir 95% setidaknya harus ada persiapankan?Namun tugasnya terlalu banyak baik di kampus maupun dirumah harus mengurus raja iblis yang terkenal menyebalkan itu.Hingga membuatku mengabaikan yang menurutnya hal kecil.


Mu Qing Yi beranjak dari duduknya.Memutuskan menghangatkan tubuhnya sejenak di minimarket.Di saat-saat seperti ini,minimarket memang menyetel suhu ke mode hangat.Dia mengitari rak-rak minimarket kemudian mengambil beberapa kotak susu vanila,sekaleng soft drink dan sekotak mie instan,saat dirinya lapar mie instan memang makanan cepat saji yang terbaik untuk mengisi perut.Mu Qing Yi memilih untuk duduk sebentar di kursi minimarket sambil habiskan mie instan yang sudah di rendam dengan air panas dan tentu saja menatap orang yang lalu lalang melalui jendela.Sesekali mengeluarkan ponsel yang ada di dalam tasnya dan menatap layar ponselnya yang dia menyalakan hingga berulang kali.Malam ini dia berniat pulang kerumah orang tuanya,maka Mu Qing Yi rasa dia perlu memberitahu suaminya dan terus menyakinkan diri-sendiri mengirimkan pesan pada suaminya.Suami?jika di pikirkan kata suami memang terkesan menggelikan.Namun abaikan itu.


Setelah beberapa detik menenangkan diri,dia rasa ketegangan mulai menghilang.Setelah dirinya menarik napas dalam dan mengembus secara perlahan.Mu Qing Yi memutuskan mengirim chat pada Zhou Yu Sheng,walaupun masih ragu.Namun saat dia ingin mulai mengetik,tiba-tiba Mu Qing Yi teringat,dirinya tidak punya nomor kontak Zhou Yu Sheng.


"Astaga!aku tidak punya kontak nomornya.Seharusnya aku minta nomor ponselnya.Aku bahkan sudah membuang satu jam yang tidak berguna hanya termenung disini."Gumamnya sambil menepuk jidatnya pelan lalu menutup layar ponselnya dan simpan di dalam tas andalannya.Tanpa sadar mie yang dia makan ternyata pun sudah habis di makan.Dia mengambil gelas plastik mie instan yang sudah kosong dan membuangnya ke tempat sampah.


Mu Qing Yi pun berangsur meninggalkan minimarket dan berjalan kembali menuju helta bus.Malam ini,dirinya seperti terjebak tanpa arah.Tidak ada satu alasan pun dirinya ingin kembali apartemen pria itu.Terlalu pengap rasa jika terus menerus tinggal satu ruangan dengan suami psikopatnya itu,yang hobi hanya menyiksa dirinya.Orang yang bekerja saja ada masa cuti.Namun kalau dirinya jangankan kata cuti,bisa di katakan robot yang selalu bekerja tanpa henti sepanjang tahun.Apa lagi di tambah menikah dan tinggal satu atap dengan pria yang seperti kulkas berjalan itu.Lengkap sudah penyiksaan hidup.Mu qing Yi juga tidak tahu kenapa orang kaya seperti Zhou Yu Sheng bisa perit itu,untuk memperkerjakan seorang pelayan.Memang orang kaya susah di mengerti dan seenak jidatnya.


Lampu di jalanan masih terlihat menyala menuruti langkah kakinya.

__ADS_1


Akhirnya Mu Qing Yi kini memutuskan ingin pulang kerumah tuanya karena ingin segera merebahkan tubuhnya yang terasa sudah sangat lelah di atas ranjang empuknya sudah dia rindu.Soal pria itu belakang saja di jelaskan.Yang pasti malam ini dirinya sangat butuh istrilahat.Sudah terlalu lama berada diluar,tubuhnya sudah tidak bisa menahan lebih lama lagi hawa dingin membuat kepala Mu Qing Yi terasa pusing dan flu berhasil bersarang di hidung karena jaket tipis yang dia kenakan tidak cukup hangat bahkan tubuhnya kini sudah menggigil, jika saja saat ini juga turun salju,dirinya pasti akan menjadi manusia salju yang paling pertama.Gatal di hidung akibat flu tidak bisa berhenti bersin-bersin,alhasil hidungnya semerah tomat.


Haaacciw


Mu Qing Yi hanya bisa menggosok hidungnya pasti sudah semakin memerah.Tisu yang selalu dia bawa di dalam tas dirinya simpan entah kemana,selalu seperti ini saat ada keperluan tiba-tiba benda yang ingin dia cari pasti hilang entah kemana.Mu Qing Yi yang tidak berdaya hanya berusaha menutup hidungnya dengan kedua telapak tangan untuk menghentikan bersin yang semakin menjadi seiringan dengan hembusan hawa dingin yang menerpa wajahnya.


*********


"Michell antar aku pulang sekarang."Perintah Zhou Yu Sheng setelah ponselnya tersambung.Lalu menutup sambungan ponsel setelah selesai berbicara.


Dia lalu merapikan file-file yang tergeletak penuh di atas meja kerjanya.Lalu menyambar jas hitam yang dia gantung di kepala kursi dan memakainya setelah selesai memakai jas Zhou Yu Sheng pun kini berjalan meninggalkan kantor,dia ingin secepatnya mungkin pulang untuk memeriksa gadis ingusan itu apakah sudah pulang atau bermesraan dengan pria lain sementara mempunyai ikatan pernikahan dengan dirinya.Zhou Yu Sheng sudah tidak sabar memberikan hukuman untuk gadis pembangkang itu.


Sepanjang perjalanan menuju apartemen.Zhou Yu Sheng tampak terus termenung.Pikirannya masih tertuju pada Mu Qing Yi mengenai kedekatan pada pria lain.Dia tidak habis pikir gadis ingusan itu wajah tampak polos,namun saat berada luar rumah bisa-bisanya menjadi gadis penggoda ulung.Zhou Yu Sheng ingin sekali memberikan kaca,agar gadis ingusan menyadari siapa dirinya.


"Michell percepat mobilnya."


"Baik,Tuan."Jawab Michell sekali-kali melirik Tuannya lewat kaca spion.


"Ada apa Michell,kenapa melihatku seperti itu?"tanya Zhou Yu Sheng sambil menatap tajam Michell saat menyadari tatapan aneh dari seketarisnya itu.


"Tuan apa anda baik-baik saja?"tanya Michell agak gugup.

__ADS_1


"Memangnya aku kenapa."


"Tuan,anda kenapa terus termenung sedari tadi.Apa anda masih memikirkan ucapanku tadi mengenai,Nona Mu?"tanya Michell yang merasa heran dengan kelakuan Tuannya yang tidak biasa termenung seperti sekarang ini.


"Kenapa aku merasa hari ini kamu sangat banyak bicara."


"Maaf Tuan.Aku hanya khawatir pada,Tuan."


"Tidak perlu khawatir padaku,lebih baik kamu fokus nyetir.Aku ingin cepat sampai di apartemen."Kesal Zhou Yu Sheng.


"Baik,Tuan."Ucap Michell mempercepat memacu mobilnya.Bagaimana pun juga dia harus cepat membawa Tuannya sampai di apartemen sebelum pria itu kembali memarahi dirinya.


Mood Tuannya yang buruk saat ini,membuat sisi menyeramkan pria itu bertambah berkali lipat.Michell tidak ingin menjadi bahan empuk menyalurkan emosi Tuannya.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai readers ketemu lagi.Maaf banyak typo.


Moga kalian suka setiap bab yang author sajikan.


jangan lupa like,komen kritikan dan vote.

__ADS_1


Happy reading...


__ADS_2