
Zhou Yu Sheng bangun dari tidurnya.Dia mengerjakan matanya karena silau matahari,Dia melirik kearah jam besar ternyata sudah pukul 07.00 dia bangun kesiangan.Dia segera bangkit dari ranjang dan membersihkan diri tidak sampai 20 menit Zhou Yu Sheng sudah rapi dengan setelan pakaian kerjanya setelah itu dia berjalan menuruni anak tangga.Terlihat bibi pelayan sibuk dengan aktivitasnya.Bibi pelayan beberapa hari lalu datang dari mansion sejak kejadian hari itu menimpa Mu Qing Yi atas perintah dari kakek Zhou untuk menjaga cucu menantunya.Beserta dua Bodyguard untuk menjaga Mu Qing Yi atas perintah kakek Zhou.
"Selamat pagi,Tuan muda."Sapa bibi pelayan.
Zhou Yu Sheng menoleh.
"Pagi."Balasnya singkat dan mengedarkan pandangannya segala arah sudut apartemen.Bibi pelayan mengerutkan kening,sepertinya Tuannya mencari nyonya.
"Apa kau mencari nyonya,Tuan?"
"Tidak."Bantahnya.
Bibi Pelayan mengangguk paham.Lalu dia pun berbalik melangkah kembali dapur melanjutkan pekerjaannya.
"Ehem,bibi apa dia sudah bangun?"pertanyaan Zhou Yu Sheng menghentikan langkah bibi pelayan.
"Maksudnya,Nyonya?belum Tuan."Jawab bibi pelayan.
"Apa mau aku panggilkan Nyonya,Tuan?"tanya bibi pelayan.Karena sedari tadi dia melihatnya Tuannya mengedarkan pandangan setiap sudut ruangan.Pasti Tuan'nya mencari nyonya hanya saja mungkin Tuannya itu malu mau mengakuinya.
"Iya.Panggilkan dia."
"Baik Tuan."Jawab bibi pelayan lalu naik keatas.
Tok
Tok
Tok
Sedang Mu Qing Yi yang masih tertidur di dalam gulungan selimut tebal,dia perlahan lahan mengusap matanya dengan lembut dan meregangkan otot-ototnya.
"Masuk."Jawab Mu Qing Yi.
Pintu kamar terbuka.Bibi pelayan melangkah masuk.
"Selamat pagi Nyonya...,sarapan sudah disiapkan.Tuan muda sudah menunggu anda meja makan."Ucap Bibi pelayan.
__ADS_1
"M-menunggu?"tanya Mu Qing Yi dengan matanya terbelalak.
"Iya,Nyonya.
Mu Qing Yi yang belum mengumpulkan kesadaran penuh,dia langsung denga sigap menyikap selimut tebal yang bertengger diatas tubuhnya.Setelahnya dia segera turun dari ranjangnya berlari kecil menuju kamar mandi dengan panik untuk cuci wajah dan gosok gigi.
"Kenapa dia tiba tiba menungguku diruang makan?"gumamnya Mu Qing Yi bingung.
Setelah keluar dari kamar mandi.Mu Qing Yi dengan cepat kilat dia bersiap dengan setelan seperti biasa,kaus polos berwarna coklat susu dan jaket hitam bermotif bunga bunga di pandukan jeans putih dan snakers berwarna senada juga rambut bergerai tidak lupa lips gloss berwarna pink dan pelembab.Merasa sudah rapi.Mu Qing Yi segera bergegas turun menuju meja makan sambil menatap jam melingkar pergelangan tangannya ternyata sudah pukul 07.15.
"Astaga,bagaimana kalau dia marah ."
Gumam Mu Qing Yi bergidik ngeri,saat membayangkan wajah suami psikopat yang marah.
Ketika menuju meja makan,melihat Zhou Yu Sheng tengah menyantap sarapan dengan tenang sambil membaca sesuatu di ipad-nya.
Sebelum melangkah menghampirinya dia menarik napas panjang lalu menghembuskan.Setelah merasa tenang Mu Qing pun segera melangkah menghampiri suaminya itu.
Sesekali menatap Suaminya dengan secara diam diam,Khawatir suaminya sadar diam- diam di pandangi.
"Mau sampai kapan kau menatapku,gadis kecil."Ucap Zhou Yu Sheng yang tidak mengalihkan pandangannya ke ipad-nya.
Mu Qing Yi langsung membuang wajahnya kearah lain.Dia tertangkap basah karena telah mandangi suaminya pria yang tidak lain adalah suaminya sendiri.
"Huh dasar manusia kulkas!Tuhan kasih mata ya buat lihat."Batin Mu Qing Yi kesal.
"Maaf,lama ya,kak?"tanya Mu Qing Yi dengan nada selembut mungkin setelah duduk di hadapan Zhou Yu Sheng.
Setelah bertatapan dengan Zhou Yu Sheng,nyali Mu Qing Yi kembali mencuit karena pria itu terlihat kesal.
"Kau tahu sekarang sudah jam berapa?"
"Cepat makan hari ini aku akan mengantarmu kuliah."Ucap Zhou Yu Sheng datar tanpa menjawab pertanyaan Mu Qing Yi.
Sontak Mu Qing Yi mengerutkan kening setelah mendengar penuturan Zhou Yu Sheng.
"Apa pendengaranku baru-baru ini bermasalah,ya?kenapa pula dia mau mengantarku?bukankah dia sudah mempekerjakan seorang supir seperti usulan kakek?"batin Mu Qing Yi bingung.
__ADS_1
"Kakak ingin mengantarku?"tanya Mu Qing Yi memastikan kalau tekinganya benar berfungsi atau bagaimana.Karena dia merasa ini benar-benar di luar dugaan.Kalau suami kulkasnya berinsiatif mengantarnya kuliah.
"Jangan terlalu percaya diri.Aku hanya menjalankan perintah kakek."Ucapannya
Mu Qing Yi menggeleng cepat.Satu rumah saja rasanya seperti tercekik,apa lagi sekarang pria itu mengatakan ingin mengantarnya ke kuliah.Tidak tidak!
"Tidak perlu.Kak aku bisa berangkat sendiri."
"Aku tidak terima penolakan."Ucapnya tegas.
"Tap..."
"Apa kau ingin kakek kembali menyalahkanku."Ucap Zhou Yu Sheng mengintrubsi ucapan Mu Qing Yi dengan tatapan sinis.
"Em maaf kak."Ucapnya sambil menghela napas.
Sepertinya dirinya lupa jika berbicara dengan pria berwajah besi ini.Setiap kata penolakan keluar dari bibirnya menjadi kata-kata angin yang hanya di dengar dirinya.Sudah angkuh,suka memerintah di tambah enyebalkan!dia merasa sangat bodoh.
*****
"Cepatan!Jangan seperti anjing yang ingin buang kotoran."Ucap Zhou Yu Sheng kesal melihat naik anak tangga istri ingusannya.Dari tadi bolak balik kesana kemari.Entah merapikan alat makan.Sudah bilang bibi pelayan yang akan membersihkan namun masih bersikeras.Setelah itu mencari tas yang ketinggalan di kamarnya lagi.Hal itu memang membuat Zhou Yu Sheng kesal setengah mati.Beginilah jadinya sang kakek bersikeras menyuruhnya mengantar gadis itu kekuliah.Mana supir yang di pekerjakan di ganti bekerja dengan sang kakek.Supir yang bekerja dengan sang kakek tiba-tiba cuti pulang kampung halamannya katanya, istrinya lagi sakit.
Dia tidak menyangka jika dalam dua hari berturut-turut dia harus berurusan dengan sang kakek semua tentang gadis itu.Entah waktu meeting kakeknya video call bahkan waktu malam sang kakek tidak membiarkan dirinya istirahat dengan tenang.Hal itu membuat Zhou Yu Sheng kesal bukan main.Entah mau sampai kapan kakeknya terus menerus meneror dirinya.
"Dasar gadis tengil kerjaannya hanya bisa menyusahkan orang!"gumamnya sambil melirik arloji mahal yang melingkar di pergelangan tangannya.
Suara yang kecil hampir menghembus angin,tapi sempat di tangkap oleh telinga Mu Qing Yi yang baru saja turun dari anak tangga..Dia refleks menghentikan langkahnya.Umpatan suami kulkasnya menembus telinganya,menusuk tepat kehati.Mu Qing Yi menghela napas kasar dan tetap menyakini diri sendiri kalau ini hanyalah ujian agar dirinya tetap sabar untuk menghadapi suami kulkasnya.
Dia menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan.Dia melanjutkan langkahnya lagi untuk turun anak tangga.
"Kak aku sudah selesai."Ucap Mu Qing Yi setelah turun dari tangga dan berdiri di samping Zhou Yu Sheng yang tengah bicara dengan seseorang diponselnya.Entah siapa itu Mu Qing Yi tidak tahu pasti.Mungkin tentang pekerjaan.
.
.
.
__ADS_1
Hai Readers apa kalian suka bab ini?jika suka jangan lupa tinggalkan jejak saran kritikan ya,like dan vote jika berkenan.Supaya author semangat nulisnya.Arigato🙏
happy reading....