Terpaksa Menikahi Pria Arogan

Terpaksa Menikahi Pria Arogan
Menguji kesabaran


__ADS_3

"Sayang kau ada didalam?"


Suara itu muncul bersamaan dengan dorongan pintu terbuka.


🍓🍓🍓🍓


"Kau?"


"Apa yang kau lakukan disini?"tanya Jona memandang datar pada Mu Qing Yi sambil melipat kedua tangannya didepan dada.Dengan gaya anggun dan angkuh dengan high heel berwarna hitam yang senada rok mini yang dia pakai.


"Dimana Yu sheng?"tanyanya lagi.


"Dasar wanita gatal?seharusnya aku yang Bertanya apa yang kau lakukan dikantor suamiku."Batin Mu Qing Yi benar-benar muak lihat seribu gaya yang ditunjukkan Jona.


"Tuan sedang meeting."Jawab Jessika.


Alis hitam Jona terangkat,menatap sangsi pada Jessika yang tengah berdiri disamping tempat duduk Mu Qing Yi.


"Jangan mencoba mengelabuiku!"


"Aku tidak bohong,Nona.Buktinya Nona ini datang bersama tuan Yu masih berada disini."Jawab Jessika itu dengan ekspresi gugup walaupun sejujurnya dia tidak suka dengan Jona yang sombong itu.


"Nona kalau tidak ada hal yang lain aku permisi dulu."Ucap Jessika bergegas memilih keluar dari ruangan itu daripada harus bersitegang dengan kekasih bosnya itu.Bisa-bisa perkerjaan yang dia pertahankan mati-matian dipertaruhkan.Siapa yang tidak tahu jika Jona dan Zhou Yu Sheng menjadi sepasang kekasih. Para karyawan yang ada di perusahaan ini tidak terlalu menyukai Jona,sifatnya yang sombong dan suka mengatur-ngatur membuat mereka semua hilang hormat pada wanita itu.Jika mengatur dan memerintah mereka adalah Zhou Yu Sheng maka dengan senang hati mereka melakukannya karena Zhou Yu Sheng adalah Tuannya mereka.Sedangkan Jona?hanya terkenal sebagai seorang artis dan berkerja sama dengan perusahaan atasannya,tapi gayanya minta ampun berlagak seperti istri bos,membentak dan memerintah sesuka hati.


Setelah kepergian Jessika,Mu Qing Yi beralih menatap Jona dengan malas,bertahan hingga beberapa detik kemudian memilih beranjak dari duduknya karena muak.


"Mau pergi kemana kau?apa aku ada menyuruhmu untuk pergi!"


Mu Qing Yi berhenti,mengernyit.

__ADS_1


"Siapa kau berhak memerintahku?"


Jona berdecih menatap sinis ketika mendapat pertanyaan yang menurutnya bodoh.


"Hei,gadis kampungan!apa kau tidak tahu?bahkan seluruh dunia pun tahu.Apa kau mau aku perkenalkan diri sekali lagi?aku ini kekasih pemilik perusahaan ini.Dasar kampungan."


Mu Qing Yi mendecak.Dia terkekeh lucu lalu mengembus napas kasar.Dia benar-benar sangat lelah dan malas berdebat saat ini,ditambah ngantuk lagi.Dia hanya ingin tidur.Tapi pernyataan jenaka Jona membuat ngantuk Mu Qing Yi hilang terusir begitu saja.


"Jika kau kekasihnya maka aku adalah istrinya jika kau lupa."Balas Mu Qing Yi menantang,benar-benar wanita punya harga diri mengaku-ngaku kekasih dari pria beristri dengan begitu percaya diri.


Pernyataan yang Mu Qing Yi katakan beberapa detik mampu membuat Jona terbungkam cukup lama,wanita berpenampilan seksi dan angkuh itu menatap Mu Qing Yi dengan guratan sinis menatapnya.Satu kata untuk Jona.Dia tengah melakoni akting persis seperti peran wanita protagis yang tersakiti dalam film india.


"Cih,stri?kau hanya gadis kampung yang di jodoh Tuan Zhou."Sembur Jona tidak terima.


Kali ini Mu Qing Yi yang terdiam,jantungnya kala berdetak kala yang apa diucapkan dirinya.Tidak bisa dia percaya bahwa tadi dirinya menklaim diri-sebdiri sebagai istri dari Zhou Yu Sheng manusia berwujud iblis itu.Namun itulah memang kenyataannya yang tidak bisa diubah.


"Tuan...apa yang anda lakukan disini?"tanya Michell bingung yang baru saja datang dengan tangan memegang satu File ditangannya.


Zhou Yu Sheng yang menoleh pada Michell,dia sedikit terkejut dengan kehadiran Michell disampingnya.


"Shutt...diam!"Ucap Zhou Yu Sheng melotot tajam.


Michell langsung terdiam.Dia Makin bingung dengan sikap tuannya yang berdiri didepan ruangannya sendiri sambil memasang telinganya didekat pintu itu.Dia pun ikut memasang telinga di pintu itu,karena penasaran.


"Ternyata nona Jona ada disini pantas tuan berada diluar.Sepertinya didalam akan terjadi perang dunia.Tapi,kenapaTuan malah santai nguping diluar?Tapi sejak kapan Tuan jadi kepo begini"Batin Michell.


Michell tersenyum menahan tawanya saat melihat Tuanya tampak serius menguping pembicaraan istrinya dan Jona.Zhou Yu Sheng mengerut keningnya melihat ekspresinya Michell yang menahan tawanya.


"Apa yang lucu?"tanya Zhou Yu Sheng sambil menatap tajam sang seketarisnya.

__ADS_1


"Ini pertama kalinya aku lihat Tuan kepo mendengar pembicaraan orang lain."Ucap Michell menahan tawanya lagi.Jika orang lain Michell pasti akan tertawa tapi mengingat ini tuannya maka dia harus menahan tawanya mati-matian.


"Dia istriku bukan orang lain.Perhatikan ejaannya.Apa perlu aku siapkan surat pengunduran dirimu agar bisa kembali kesekolah dasar."


"Maaf Tuan."


"Sepertinya gajimu harus ditundai dulu.Tunggu ada tanggal tiga puluh dua tertera dikalendar baru aku kasih gajimu."


"Tuan,jangan terlalu kejam."


"Aku memang selalu seperti itu."


Ya,Michell sudah lupa jika dari dulu tuannya memang kejam dan keras kepala.Keputusan tuannya memang selalu mutlak tidak bisa digugat seperti sifat presiden Zhou mungkin ini pengaruh didikan keras dari sang kakek sedari kecil.Jika sudah seperti ini Michell sudah tidak berani berdebat lagi dengan tuannya itu.Kalau tidak bonus tahunan pun bisa-bisa lenyap ditangan tuannya.


Kembali lagi pada Mungkin dan Jona.


Jona tersenyum sinis melihat kediaman Mu Qing Yi,terlebih wajah gadis itu pias didepannya itu tampak begitu ketara.


"Kenapa?apa kau merasa malu dengan ucapan sendiri?seharusnya kau berpikir sebelum mengatakan itu?apa kau pantas bersanding dengan Yu Sheng tidak?kalau Yu Sheng sudah bosan dengan gadis kampungan sepertimu,kau pasti akan dibuang seperti tisu ini."Ucap Jona dengan perumpamaan sambil mengeluarkan selembar tisu dari tasnya,lalu di biarkan tisu itu terjatuh dengan sendirinya diri lantai.Di sertai senyum sinis terbit dibibir merahnya.


Mu Qing Yi menguap setelah sekian lama mendengar Jona melantur tidak jelas.Dia merasa jengah.Tentu saja hal itu membuat Jona naik pitam.


"Hei!gadis kampung apa kau mendengar apa yang aku katakan,hah?!"


"Dengar.Apa pedulimu dia membuangku atau tidak.Aku saja tidak ambil pusing tentang itu.Apa pusingmu."Ucap Mu Qing Yi semakin kesal.Dia sekarang seharusnya dikampus mendengar profesor mendapatkan pelajaran.Namun sekarang dirinya malah terjebak diruangan sialan ini,dan mendengar Jona terus melantur tidak ada ujungnya memang menguji stok kesabarannya yang semakin menipis.


"Qing Yi sabar -sabar orang sabar itu di sayang tuhan dan tambah cantik."Batin Mu Qing Yi sambil mengembus dan membuang napas berkali-kali.


🧚🧚🧚🧚

__ADS_1


__ADS_2