
Sinar matahari yang menusuk mata membuat Mu Qing Yi harus mengerjap beberapa kali karena silau.Mu Qing Yi membuka matanya perlahan dan mengangkat kepala,melihat jam yang di atas nakas yang sudah menunjukkan 7.30.
"Huh baru jam tujuh."
Dengan mata yang masih menahan kantuk dia berniat menarik selimut tebalnya untuk melanjutkan tidur.Tiba-tiba dia teringat lalu membuka matanya kembali.
"Eh,sebentar.Tadi jam berapa?"gumamnya bertanya pada diri-sendiri dengan mata membulat sempurna.
"Astaga,lagi-lagi aku terlambat bangun.Belum lagi aku harus menyiapkan sarapan pagi jika tidak,aku juga tidak bisa membayangkan kemarahan pria itu."Gumamnya kesal pada diri-sendiri.
Dengan terburu-buru,Mu Qing Yi mengibaskan selimut yang menutupi tubuhnya,segera turun dari ranjang dan mengambil handuk dan masuk kedalam kamar mandi.Secepat kilat menyesuaikan acara mandinya dan beralih mengambil sepasang pakaian secara asal yang akan dia kenakan.Pagi ini dirinya benar-benar berantakan.Bahkan memakai bahkan memakai bedak tabur saja tidak sempat.Maka dirinya memutuskan hanya memakai pelembab bibir.Lalu mengambil tas jinjing yang ada di meja belajar yang biasa dia memakai untuk berangkat ke kampus.
Mu Qing Yi menghela napas panjang sebelum membuka pintu kamarnya.Dengan ragu dia keluar dari kamarnya.Sebenarnya dia takut keluar dari kamar ini.Mengingat kejadian semalam.Dia tidak suka itu.Namun,memangnya ia bisa buat apa?
Setelah Mu Qing Yi keluar dari kamar dia berjalan menuju ruang tamu dan dapur namun dia tidak menemukan Pria itu berada kedua ruangan itu.
Seketika Mu Qing Yi menghela napas lega ,akhirnya dia bisa menyiapkan sarapan dengan tenang.Jam hampir menunjukkan pukul 8 pagi.Dia terburu-buru menyiapkan sarapan.
Mu Qing Yi menyeka keringat di kening sambil menatap karya sederhanya.Telur mata sapi,roti selai strawberry dan segelas susu.Yang sudah tersusun rapi di atas meja.
Ia mengambil satu lembar roti yang ada di atas meja lalu menggigitnya,setelah itu Mu Qing Yi terburu-buru mengambil tas jinjingnya yang ada di kursi meja makan.Dia ingin cepat-cepat berangkat.Hari semakin siang Mu Qing Yi juga harus mengejar bus yang akan di tumpangi.Karena saking terburu-burunya, Mu Qing Yi tidak menyadari keberadaan seseorang yang entah kapan sudah berdiri tepat di sampingnya,hingga begitu dia membalikkan tubuhnya untuk melanjutkan melangkahkan kaki membuatnya menabrak seseorang yang di depannya.Karena benturan yang cukup keras dan tidak terduga Mu Qing Yi kehilangan keseimbangan tubuhnya.
Refleks sebuah lengan kokoh melingkar di pinggangnya untuk berada di pelukannya.
Menit berlalu dengan cepat Mu Qing Yi berada dalam pelukan dengan Zhou Yu Sheng.Tatap mereka bertemu.
Manik pria itu warna hitam pekat terlihat sangat tampan dan begitu menyejukkan hingga membuatnya terbuai,hingga dia tidak menyadari keadaannya yang masih di dalam pelukan pria itu.
"Apa kau akan terus dengan gaya seperti ini?"tanyanya menggoda.
Deg..!
Saat terdengar suara bas Zhou Yu Sheng yang terdengar serak khas orang bangun tidur.Jantung Mu Qing Yi berdengup kencang.Hawa dingin di tubuh mulai menjalar hingga ke otaknya,berarti bahaya telah mulai menghampirnya,hingga mulai membuat Mu Qing Yi merasakan bulu kuduknya sudah berdiri semua.Yang benar saja.Saat dia otaknya berjalan semula,dia menyadari keadaannya yang sekarang beradaan di dalam pelukan iblis itu.Membuatnya bergelidik ngeri.
"Lepaskan aku."Ucap Mu Qing Yi refleks mendorong tubuh Zhou Yu Sheng menjauh.
Saat dia ingin berontak.Seketika tubuhnya jatuh kelantai.
"Sshh!"gadis itu mendesis saat merasakan tubuhnya yang sakit luar biasa.
__ADS_1
Mu Qing Yi menyesali apa yang dia perbuat tadi,seharusnya dia tidak melakukan tindakan tadi.Ya,begitulah jadinya.
"Dasar pria kejam!memang ku akui dia tampan dan buat aku terbuai sesaat.Namun itu jenis tampan yang tidak akan pernah membuat aku jatuh cinta."Batinnya
Sedangkan Zhou Yu Sheng memang sengaja melepaskan tubuh Mu Qing Yi yang tadinya berontak.Saat gadis itu terjatuh,dia tersenyum bak iblis.
Saat Mu Qing Yi mencoba ingin berdiri sambil mengulurkan tangannya berharap pria yang di depannya itu menerima tangannya untuk menariknya berdiri.Namun hasilnya nihil.dia tidak peduli.
Zhou Yu Sheng malah mengambil sebuah gelas kosong yang ada di atas meja lantas menuang air putih gelas yang kosong itu,dan meminumnya.Mu Qing Yi yang masih pada posisinya,dirinya tampak sedikit bodoh.Tidak,lebih tepatnya terlihat tampak sangat bodoh.
Dengan menahan kesal.Mu Qing Yi pun berdiri sendiri sambil mengelus-elus bagian tubuhnya yang sakit.
Mu Qing Yi tadinya berpikir setelah menyiapkan sarapan bisa secepatnya berangkat ke kampus,tanpa ketemu pria sangat ingin dia hindari .Namun sialnya.Orang ingin dia hindari malah muncul tiba-tiba di dapur dengan wajah bantal dan kini malah membuatnya terjatuh.Sepertinya nasib tidak berpihak padanya.
"Apa yang kau lakukan di sini?"tanyanya dengan nada kesal.
"Ini rumahku apa aku tidak boleh disini?"tanya sambil melangkah mendekati Mu Qing Yi.Hingga membuat gadis mundur beberapa langkah.
"A..pa ingin kau lakukan?aku sudah terlambat."Ucapnya tergagap sambil menunduk.
"Kau kenapa terlihat gugup?aku ini suamimu apa,aku terlihat menyeramkan?apa wajahku terlihat menakutkan?"tanya dingin sambil menatap Mu Qing Yi dengan intens.
Mu Qing Yi terus melangkah mundur saat melihat Zhou Yu Sheng terus melangkah semakin dekat dengannya terus menatap dirinya dengan tatapan tayang tajam,hingga tubuhnya yang bergetar tertahan meja.
"Sekarang cepat siapkan air mandi terus sediakan juga pakaian satu set kantorku.Jika tidak jangan harap bisa melangkah keluar dari ruangan ini."Bisik Zhou Yu Sheng mendekatkan bibirnya di samping telinga kiri gadis itu sambil menyeringai mengerikan menatap wajah Mu Qing Yi memerah padam menahan amarah.
"Ta..pi..."
"Sekarang..!!"sela Zhou Yu Sheng sebelum Mu Qing Yi menyelesaikan kalimatnya.
Karena takut,Mu Qing Yi hanya mengangguk saja dengan permintaan Zhou Yu Sheng.Lantas Mu Qing Yi pun segera berlari kecil masuk kedalam kamar mandi menyediakan air untuk Zhou Yu Sheng.Sedari tadi jantungnya berdetak kencang,bahkan telapak tangannya mengeluarkan keringat.Pria itu memang sangat menyeramkan.
"Kak,airnya sudah aku siapkan."Ucapnya setelah keluar dari kamar mandi dengan napas memburu.
"Lama."Ketusnya.
"Ma..af."Jawab Mu Qing Yi gugup.
"Aku akan mandi.Sekarang siapkan pakaianku."Perintah Zhou Yu Sheng.
__ADS_1
"Ikut denganku."
"Ikut dengannya?apa dia sudah gila,masak mandi suruh aku ikut."Batin Mu Qing Yi sambil bersedekap bergelidik ngeri.
"I...kut ke..mana?aku rasa tidak perlu."Ucap Mu Qing Yi menolak sambil saliva dengan susah payah.
"Kau pikir apa bodoh?! cepat!"seru Zhou Yu Sheng tidak terbantahkan sambil tersenyum miring lantas menjitak kepala Mu Qing Yi.Dia sepertinya mengerti kekahwatiran gadis ingusan itu.
"Tidak!aku tidak mau masuk.Bagaimana dia macam-macam padaku?"batinnya sekujur tubuh merinding.
Tidak ada cara lain.Mu Qing Yi harus nekat keluar dari apartemen.Mu Qing Yi tidak peduli pria itu marah pada dirinya.Yang jelas dia bisa keluar dari apartemen ini dan pergi kekampus karena dirinya sudah terlambat.
"Kak,maaf aku pergi dulu."Ucap Mu Qing Yi ketakutan lantas dengan cepat kilat dia meleset berlari keluar terburu-buru menuju pintu utama.
"Gadis ingusan kau mau lari kemana!"seru Zhou Tu Sheng geram.
"Tunggu saja,hukumanku.Bisa-bisanya gadis kecil berani membantahku."Ucap Zhou Yu Sheng.Bermandi emosi.
*****
Dengan napas terengah dengan keringat bercucuran di dahi.Di cegatnya sebuah taxi lantas terburu-buru menaikinya.
Mu Qing Yi kini duduk di kursi kemudian bernapas lega.Syukurlah,akhir dia bisa lari.
"Tapi,nanti malam bagaimana?"gumam Mu Qing Yi bingung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Astaga,kenapa tadi aku bisa begitu bodoh.Aku bahkan sesaat terpesona mata iblis itu."Gumamnya sambil menepuk jidat karena kesal.
ππππ
HAI GUYS KETEMU LAGI.
MAAF JIKA TULISAN AUTHOR BANYAK TYPO.TAPI GIMANA PUN JIGA.AUTHOR HARAP KALIAN MENYUKAINYA.
JANGAN LUPA KOMEN SARAN KRITIKAN,LIKE VOTE.
KARENA KOMEN KALIAN BERARTI BANGET BUAR AUTHOR UNTUK TERUS BERKARY DAN BISA JADI PENYEMANGAT JUGA.LOVE YOU ALLππ
HAPPY READING...
__ADS_1