
"Abang melakukan semua ini untukmu hunny.. Tapi apa yang kamu perbuat? Kamu tega melepaskan abang begitu saja. Tanpa kamu tahu jika hidup abang hancur karena mu. Pergilah. Urus rumah tangga mu bersama nya. Tapi ingat? Pernikahan mu dan Azka bersifat sementara. Kami jodoh Abang. Bukan jodohnya. Jodohnya itu saudara kamu!"
Ddduuuaarr!!
Tersentak kaget Alzana mendengarnya. Bibirnya memucat seketika.
"Jodoh kita sedang tertukar saat ini. Saat ini kita sedang dilatih dan di didik untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Kamu boleh tidak percaya dengan ucapan Abang. Tapi inilah kenyataan nya. Kamu bisa melihatnya sendiri nanti. Maira sakit Hunny.. Dia butuh obat. Dan obatnya itu suami kamu. Jaga suami kamu baik-baik darinya. Jangan sampai tertukar lagi seperti dulu. Sama kayak Abang dulunya yang hampir salah dalam mengenal kalian berdua. Dan kamu harus ingat, kalau Maira itu cerdik. Dia bisa meniru semua kelakuan termasuk cara bicaramu. Hanya Abang yang tahu dan bisa membedakan kalian berdua."
"Bahkan Mami dan Papi pun tidak bisa mengenali kalian berdua!"
Lagi, Alzana terkesiap mendengarnya.
Benar yang Prince katakan. Maira sangat cerdik dalam berperilaku sama sepertinya. Dulu saja pernah ketika Alzana tidak bisa datang ke acara sekolahnya, Maira lah yang menggantikannya.
__ADS_1
Dan untuk sekarang, bukankah Almaira sangat mencintai Azka suami Alzana? Sampai-sampai ia depresi karena tidak terima cintanya lebih memilih sang adik daripada dirinya.
Dan seperti perkataan Prince tadi. Tidak menutup kemungkinan bukan jika Maira akan berbuat nekad lagi??
Alzana mematung mendengar kata demi kata yang Prince ucapkan.
"Abang tenang aja. Aku akan berusaha membuat Bang Azka lebih mengenali diriku daripada saudara kembarku!"
Prince tertawa mendengar ucapan Alzana. "Yakin? Jika suami kamu bisa membedakan Kamu dan Maira?"
"Baiklah. Kita lihat saja nanti saat kita tinggal di Singapura. Jika sampai hal ini terjadi, jangan salah kan Abang jika kamu yang paling terluka nantinya! Maira bisa merubah dirinya menjadi lebih baik darimu demi mendapatkan cintanya. Abang sangat kenal siapa Maira, hunny. Jika sampai itu terbukti, maka Abang orang pertama yang akan menjatuhkan talak tiga padanya tanpa berpikir panjang. Karena Abang sangat mengenal jiwa sepertinya yang penuh dengan obsesi!"
Dddduuuuaarr!!
__ADS_1
Lagi, Alzana terkesiap mendengar ucapan yang memang sangat benar adanya. Masih teringat jelas di ingatannya bagaimana Maira sangat mrnginginkan barang yang sama sepertinya.
Ia rela melakukan apapun demi memdapatkan keinginan nya. Alzana sempat menangis karena di fitnah olehnya.
Beruntungnya saat itu ada Prince yang menyelamatkan nya. Jika tidak, pastilah Alzana jadi bulan-bulanan di sekolahnya.
"Ingat Hunny! Abang yang lebih mengenal kalian berdua. Maira bisa menipu semua orang. Tetapi tidak dengan Abang. Keluarlah. Biarkan Maira masuk. Tugas Abang sudah selesai mengingatkan mu. Ingat Hunny! Inilah takdir kita. Kamu dan aku belum seharusnya bersatu. Pernikahan ini sebagai penguat untuk diri kita berdua. Keluarlah!" Usir Prince yang membuat Alzana tergugu saat melihat wajah pemuda yang sangat ia cintai kini menatap datar dan dingin padanya.
Alzana mengangguk, tapi sebelum pergi ia menatap lekat lagi pada Prince yang kini memejamkan kedua matanya.
"Maafkan adek, Bang.. Adek terpaksa melakukannya.."
"Abang tahu Hunny! Pergilah! Sebelum Maira masuk kesini dan semakin memusuhi mu. Keluarlah. Dan katakan padanya, kalau Abang membutuhkan nya saat ini."
__ADS_1
Alzana mengangguk dengan air mata yang sudah beruraian.