Terpaksa Menikahi Sepupu

Terpaksa Menikahi Sepupu
Menerima keputusan


__ADS_3

Maira, Alzana, Prince dan Azka pasrah saat menerima keputusan Papi Tama yang sudah terucap.


Mereka tidak ingin membantahnya. Karena semua itu sudah menjadi ketetapan dan juga perjanjian mereka berempat sebelum berangkat ke Singapura.


"Sebelum kalian berangkat besok pagi, Papi ingin meminta sesuatu kepada kalian berempat. Bisa?" Ucap Papi Tama pada ke empat anaknya yang kini menatapnya dengan serius.


"Sekiranya bisa pasti akan abang lakukan, Pi. Katakan saja apa yang menjadi keinginan papi dan Abi!" jawab Prince dengan mantap.


Papi Tama menoleh pada dua wanita yang kini mengangguk padanya. Begitu pun dengan Abi Raga yang menyetujuinya.


"Papi ingin meminta kalian berempat berjanji pada papi. Bahwa kalian berempat harus memegang janji ini. Jika kalian berempat melanggarnya maka kalian harus siap dengan konsekuensinya."


"Tentu, Pi. Katakan saja." Jawab Azka pula.


"Baik. Berarti kalian sudah setuju ya?"


Ke empatnya mengangguk patuh walau mereka belum tahu apa yang sebenarnya apa yang sang papi inginkan untuk membuat janji itu.


"Jika suatu saat salah satu dari kalian berempat melakukan kesalahan fatal, maka kalian berdua harus dihukum!"


Deg!


Mata ke empat nya membulat sempurna.

__ADS_1


Seakan Papi Tama tahu rasa terkejut keduanya, "Ya, satu yang melakukan kesalahan maka yang lainnya pun ikut di hukum! Karena papi tahu. Jika kesalahan itu bukan hanya dari satu orang saja. pasti ada andil orang lain disana!"


Ke empatnya menatap Papi Tama dengan mata nanar.


"Jika sampai hal itu terjadi. Maka kalian berempat harus kami hukum. Dengan cara kami buang ke tempat yang jauh tanpa fasilitas apapun dari kami semua. Keputusan ini sudah final. Dan tidak bisa di ganggu gugat lagi. Tak ada bantahan!" tegas Papi Tama pada Maira yang berusaha ingin protes dengan keputusannya,.


Alzana dan Prince mengangguk setuju. Azka dan Maira pun terpaksa mengangguk setuju.


"Baik, jika itu yang Papi inginkan. Kami siap menerima hukuman jika salah satu dari kami melakukan kesalahan nantinya." Jawab Alzana dan Prince begitu kompak.


Hingga membuat Almaira mendengkus. Papi Tama tersenyum. Begitu pun dengan ketiga orang itu.


"Oke. Kalian ingat janji ini baik-baik. Jika sampai terjadi, jangan ada yang berani menolak dan membantah apapun yang sudah kami putuskan!"


"Iya Pi.."


Sepintas ingatan itu menyelinap masuk ke ingatan ke empat anak cucu adam yang kini sedang duduk saling berjauhan.


Satu dengan papi Tama. Satu dengan abi Raga. Dan dua lagi duduk bersama karena sebentar lagi mereka akan dinikahkan.


Mereka saat ini sedang menunggu Shan sahabat Prince mencarikan orang-orang Indonesia yang bisa menikahkan dan menjadi saksi pernikahan kedua anak yang sudah melakukan kesalahan itu.


Pukul sebelas lewat tiga puluh waktu Singapura keduanya menikah.

__ADS_1


"Saya terima Nikah dan kawinnya Almaira Puteri Pratama dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan emas seberat dua puluh gram di bayar tunai!"


"Bagaimana saksi? Sah?"


"Sah!"


"Sah!"


"Alhamdulillahirobbil 'alamin.. Barakallahu 'alaikuma wabaroka 'alaikuma fi khair.."


"Sekarang, kalian berdua sudah sah menjadi suami istri. Berikan mahar yang sudah kamu berikan untuk nya tadi."


Azka mengangguk. Dengan tangan bergetar Azka memasangan mahar pemberiannya untuk Alzana, Alzana kembalikan ia pasangkan di jari dan leher Maira yang membuat Maira tertegun.


Ternyata mahar untuk Alzana merupakan milikku. Dan yang menjadi mahar ku akan segera menjadi milik Alzana. Ternyata benar kata Kak Tania. Apa yang menjadi milikku maka akan kembali kepadaku. Dan apa yang menjadi milik Alzana akan kembali lagi padanya.


Batin Maira menatap nanar pada cincin di jarinya kini yang dulu dikenakan oleh Alzana.


Kami sudah kembali pada pasangan masing-masing. Maira sudah kembali pada Azka. Akanakah kamu kembali padaku Hunny??


Batin Prince menatap sendu pada Alzana yang kini juga sedang menatap mahar yang Prince berikan pada Maira kini kembali lagi padanya.


Apakah jodoh kami saat ini tertukar? Hingga kami berdua harus merasakan hal seperti ini?

__ADS_1


Batin Azka dan Alzana yang bergumama sama.


__ADS_2