Terpaksa Menikahi Sepupu

Terpaksa Menikahi Sepupu
Jodoh yang tertukar


__ADS_3

Alzana dan Prince saling bertatapan dengan waktu yang lumayan lama. Keduanya tidak sadar jika acara pernikahan itu sudah selesai.


Papi Tama dan abi Raga menyentuh pundak keduanya membuat mereka terkejut dan kontak mata itu pun terputus.


Prince dan Alzana menatap kedua orang tua mereka bersamaan. "Papi nggak tahu maksud takdir itu apa. Yang jelas saat ini sudah terlihat jika kalian berdua mungkin memang berjodoh. Apa yang menjadi milikmu maka akan menjadi milikmu. Dan apa yang bukan milikmu, maka akan kembali pada pemilik aslinya. Papi tidak marah kepada kalian. Hanya saja kami sebagai orang tua merasa kecewa pada diri kami sendiri.


Yang sudah tidak berhasil membuat kalian menjadi anak yang baik. Hingga kalian berdua menangung semua ini. Akan tetapi, semua masalah ini bukan hanya salahnya dari kami.


Tetapi juga takdir hidup untuk kalian berempat. Jodoh kalian itu tertukar. Dan Allah sudah mengembalikan pada porsinya masing-masing. Jangan marah akan keputusan takdir.


Karena keputusan takdir bersifat mutlak yang tidak bisa diganggu gugat lagi. Contohnya seperti kalian ini." Ucap Papi Tama pada mereka berempat yang kini menunduk.


"Untuk kalian berdua, Alzana dan Prince. Apakah kalian berdua ingin kami nikahkan juga seperti mereka berdua?" tambah Abi Raga yang diangguki papi Tama.


Lagi, kedua orang itu saling bertatapan. Ingin sekali keduanya mengatakan, 'Ya, kami mau!'

__ADS_1


Tapi itu tidak mungkin. Karena keduanya akan dibuang dari sana dan akan menjalani hukuman selama dua tahun lamanya tanpa bantuan dari kedua orang tua mereka.


Alzana dan Prince kompak tersenyum pada Papi Tama dan Abi Raga. "Maaf Abi. Aku tidak memikirkan hal itu sekarang. Aku harus mengikuti keputusan kalian berdua yang mana aku harus di hukum dulu karena kesalahan ini. Untuk itu, aku belum bisa. Aku harus memenuhi janji kalian dulunya."


Baru setelahnya Menikah Bi. Papi." tambah Prince yang ditatap terkejut oleh Alzana.


Prince tersenyum kecil.


Papi Tama dan Abi Raga terkekeh, "Baiklah. Jika itu keputusan kalian berdua. Untuk sekarang, kalian istirahatlah. Kami pun harus istirahat. Kami cuma seminggu disini. Dan akan kembali lagi ke Indonesia. Setelah kuliah kalian bertiga selesai, maka kami akan kembali kesini bersama mami dan Ummi kalian."


Sementara pengantin baru itu terdiam merenung dengan tatapan kosong keduanya.


"Iya Pi." sahut Alzana dan Prince kompak.


Abi Raga terkekeh.

__ADS_1


Mereka berempat segera bangkit dan keluar dari apartemen pengantin baru itu setelah mereka berpamitan.


Azka menatap nanar dan sangat merasa bersalah pada Alzana yang kini sedang terkekeh bersama Abi Raga.


Begitu pun dengan Maira. Entah apa yang terjadi padanya. Yang jelas, hatinya saat ini sedang merasakan rasa yang tidak enak saat melihat tatapan mata Prince, Alzana, papi Tama dan Abi Raga begitu nelangsa ketika melihatnya.


Maira jatuh merosot ke lantai kala menyadari, jika hubungan nya dan Prince sudah selesai. Begitupun dengan Azka. Tetapi kenapa hatinya seperti tidak menerima kala melihat sepasang mata itu begitu sendu dan kecewa saat melihatnya?


Bukankah sedari awal inilah yang dia inginkan? Lantas kenapa sekarang hatinya berubah? Kenapa hatinya begitu sakit saat melihat mata empat orang itu begitu nelangsa?


Azka yang melihat Maira terjatuh dengan kedua tungkainya begitu lemah, segera mendekatinya dan memeluknya. Maira menangis tersedu.


Baru kali ini ia merasakan sakit dihati yang tiada tara ketika ia melihat tatapan ke empat orang itu menyorotnya dengan sendu dan juga sangat kecewa.


...****************...

__ADS_1


...Selamat Hari raya Idul Fitri. Minal Aidin walfaidzin. Mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏...


__ADS_2