
Setelah acara pernikahan itu selesai, kini semua orang sednag berkumpul diruangan ballroom tempat acar nmakan bersam dengan keluarga.
Sedari acara pernikahan Prince dan Almaira, Alzana semakin tidak nyaman saat melihat tatapan mata sendu cintanya itu.
Alzana merasakan sesak yang tiada tara saat melihat mata Prince abang sepupunya itu sembab karena terus menerus menangis.
Menangisi dirinya yang sudah menikah dengan orang lain dan dirinya terpaksa menikah dengan saudara sepupunya sendiri yaitu Almaira.
Alzana sekuat tenaga menahan rasa sesak di dadanya. Azka memegang erat tangan istrinya yang tiba-tiba dingin itu.
Alzana tersenyum lirih melihatnya. "Sabar.." bisik Azka di telinga Alzana dan itu tidak luput dari perhatian Prince yang sedari ia menikahi Maira terus saja menatap Alzana dengan datar.
Andai kamu tahu seberapa dalam cintaku padamu.. Pastilah kamu tidak akan mau menikah dengannya. Kenapa Na.. Kenapa?? Kenapa kamu lebih memilihnya dibanding Abang? Bukankah Abang sudah mengatakannya padamu, jika hanya kamu yang Abang mau?? Batin Prince menatap datar dan sendu pada Alzana yang kini menunduk tidak ingin melihatnya.
Alzana tahu jika dirinya saat ini sedang di tatap oleh Prince. Bukannya ia tidak tahu, hanya saja ia sengaja membatasi jaraknya dengan Prince saat ini.
__ADS_1
Karena hubungan keduanya sudah renggang saat Prince sendiri memberi jarak pada nya. Padahal tidak seperti itu.
Prince sengaja menghindarinya agar Maira tidak cemburu. Prince serba salah menangani kedua gadis kembar berwajah mirip tetapi sikap dan sifat keduanya sangat bertolak belakang.
Jika Alzana lemah lembut maka Almaira tempramen. Mudah sekali marah. Emosi nya sering kali meletup-letup jika sesuatu yang ia lihat itu tidak suka. Maka Maira akan secara terang terangan akan mencecarnya.
Maka dari itu Prince selalu menjauhi Alzana agar terhindar dari amarah kakak kembarnya sendiri. Inilah satu hal yang tidak Alzana tahu.
Prince sebenarnya sengaja menghindarinya demi melindunginya dari amarah Almaira yang memiliki sifat meletup-letup saat apa yang ia lihat tidak sesuai dengan kenyataan.
Karena kejadian yang tidak menyenangkan dari Almaira tadi, kini semuanya mendadak diam.
Prince meringis menahan sakit di perutnya. Ia meraba sekilas.
"Basah??" gumamnya yang terdengar oleh Ummi Ira dan mami Annisa yang kini duduk mengapit dirinya dan Almaira yang kini sedang berbicara dengan sepupunya yang lain.
__ADS_1
"Kenapa Nak? Sakit lagi perutnya kah?" tanya Mami Annisa pada Prince yang kini mengangguk lirih.
Wajahnya semakin pucat saat merasakan aliran darah mengalir di perutnya.
"Da-darah?!" pekik Ummi Ira saat melihat perut Prince yang sudah basah dan merah dengan darah yang terus berkeluaran dari bekas operasi usus buntunya dua bulan yang lalu.
Saking kuatnya tendangan Almaira, bekas luka sayatan operasi itu kembali terluka.
Prince semakin tidak sadarkan diri saat merasakan perutnya yang semakin sakit. Alzana yang melihat itu spontan saja berlari ke arah Prince yang membuat Almaira terpaku di tempat melihat tangan Alzana begitu cekatan membuka baju Prince di depan matanya.
Mata Prince semakin mengabur. Sesaat sebelum mata itu terpejam, prince melihat wajah wanita yang cintai.
Ia tersenyum lembut melihatnya sebelum semuanya menggelap dan tidak terlihat lagi seperti keadaan mereka semua saat ini.
Almaira mematung di tempat saat melihat Alzana yang rela membuka lapisan hijabnya demi membalut luka Prince.
__ADS_1
Setelah itu, ia meminta tolong Azka dan Abi Raga untuk membawa Prince ke rumah sakit. Karena dirinya yang sedang terluka saat ini.