
Ke enamnya puas bermain bersama setelah mereka saling bermaafan tadi yang di pinta oleh Papi Tama dan Abi Raga.
Sekarang, mereka sudah akur kembali. Begitu pun dengan Prince dan Azka. Keduanya sudah saling berbicara lagi.
Tidak seperti sebelumnya, mereka bermusuhan karena Alzana dan Almaira. Dua gadis kembar itu begitu mempengaruhi keduanya.
Kini mereka sudah berdamai. Tidak akan bertengkar lagi. Toh, apa yang mereka rebutkan? Sedang keduanya kini sudah berpisah?
Saat ini mereka sedang berada di apartemen Prince. Kedua saudara kembar itu sedang memasak saat ini.
Alzana sangat kesal melihat Maira yang saat menggoreng ayam selalu bersembunyi di belakangnya.
Hingga membuat adiknya itu kesal padanya. "Udahlah Ra! Kamu duduk saja sana! Pusing aku, kamunya gini!" keluh Alzana yang disabut cengiran kuda oleh Maira yang memang tidak bisa memasak sama sekali.
"Ya maaf Al. Kamu 'kan tahu sendiri jika aku nggak bisa masak? Yang sering masak itu Bang Prince! Iya kan bang?" tanya Maira pada Prince yang kini terkekeh dan mengangguk melihat wajah kesal Alzana.
__ADS_1
Alzana kesal bukan main. "Kamu duduk sana. Bang Prince! Bantu adek! Ck. Punya saudara nggak bisa masak! Saat kamu di Kalimantan nanti, kamu harus bisa masak! Ajari istri kamu Bang Azka!" ketus Alzana kesal pada Maira.
Azka terkekeh, begitu pun dengan Maira. "Tentu saudari ku. Kamu tenang saja. Aku akan belajar masak sebelum ke Kalimantan! Masih ada waktu tiga bulan lagi!" Ujar Maira yang dibalas cebikan bibir oleh Alzana.
"Sudahlah Ra. Sana duduk dengan suami kamu. Biar Abang yang bantu Alzana masak. Kamu butuh apa Hunny?"
"Bantu rajang sayur ini. Adek akan balik ikan yang hampir gosong gegara saudara ku itu!" ketus Alzana di akhir kalimatnya.
Prince terkekeh. Ia pun segera mendekati sayur yang sudah di sediakan Alzana untuk dimasak olehnya.
Maka jangan salahkan Prince, jika ia selalu menyukai masakan Alzana yang lebih enak dari kedua mami nya itu.
Mereka berdua sibuk memsaka. Sedang Maira membantunya dengan cara menyusun piring di ambal tebal yang sudah di bentangi oleh Azka.
Cukup satu jam saja. Masakan banyak itu siap sudah. Mereka berenam melakukan sholat maghrib dulu sebelum makan malam bersama kedua orang tuanya yang besok akan kembali ke Indonesia.
__ADS_1
Ke enamnya makan bersama setelah sholat Maghrib. Canda tawa membahana diruang apartemen Prince.
Shan yang baru saja tiba pun ikut bergabung dengan mereka semua. Sahabat Prince itu tidak pernah ingin jauh darinya. Walau apartemen keduanya saling berhadapan, akan tetapi Shan lebih sering menginap dan mengerjakan pekerjaan nya di apartemen Prince.
Dan Prince tidak masalah dengan itu. Ia bahkan sangat senang.
Mereka makan bersama untuk yang terakhir kalinya sebelum disibukkan dengan urusan kampus yang tersisa tiga bulan lagi.
Koas kedua saudara kembar itu sudah selesai. Pada saat Azka mendapatkan masalah itu, Alzana baru saja pulang dari tempat koasnya.
Begitu juga Maira yang baru saja pulang dari salah satu tempat designer ternama di kota Singapura untuk melakukan KKN.
Mereka tertawa, berbagi cerita dan juga cerita masa kecil kedua saudari kembar itu yang berhasil membuat Shan selalu menggoda Prince.
Karena Alzana masih kecil sudah di pinang olehnya untuk dijadikan istri. Prince tidak marah. Ia mengakui itu.
__ADS_1
Kebersamaan itu akan berakhir dalam waktu tiga bulan lagi. Mereka menghabiskan waktu sebelum kedua orang tua mereka ke esokan harinya akan kembali ke tanah air dan meninggalkan mereka semua.