
Alzana segera bangkit dari kursinya dan ingin pergi, tetapi tangannya di cekal oleh Prince. Alzana melepaskannya.
"Selesaikan hubungan mu dengannya Bang Prince. hubungan ku dengannya sudah selesai! Dan saat ini aku akan pulang dan mengambil semua barangku untuk pergi dari apartemennya. Bukankah apatemen itu dia yang membayarnya?"
Deg!
Raut wajah Maira pucat seketika. Kali ini ia akan habis. Prince yang mendengar ucapan Alzana mengernyit bingung.
"Siapa bilang jika apartemen itu Azka yang membayarnya?'
"Azka!" jawab Alzana pada Azka yang kini juga menatapnya
Prince melihat pada Azka yang kini menoleh pada Maira. Prince tertawa melihat itu.
"Mana ada Azka yang membayarnya Hunny!"
Deg!
__ADS_1
Alzana, Maira dan Azka terkejut mendengar panggiln Prince untuk Alzana.
"Terus, kalau bukan dia siapa lagi? Abang gitu?"
Prince mengangguk. "Ya, abang yang membayar apartemen itu dan mengisi semua perabotannya khusus untukmu. Bukan untuknya!" unjuk Prince pada Azka yang kini menatapnya dengan datar.
Alzana tertawa sumbang. "Sama saja itu bang. Kamu memberikan apartemen itu untukku dan suamiku bukan?"
Prince mengangguk, "sudah jelas sekarang! Kalau apartemen itu miliknya! Bukan milikku. Sudah, aku ingin pulang dan segera mencari kosan terdekat untuk aku tinggal dan melanjutkan sekolahku yang tersisa dua tahun enam bulan lagi. Sementara aku belum pulang ke Indonesia dan melanjutkan hidupku. Lagi pun, Aku tidak ada guna nya lagi tinggal disana. Aku bukanlah istrinya lagi saat kata pisah terucap darinya."
Deg!
"Kamu lihat Azka? Wanita seperti apa yang kamu nikahi dan kamu sia-siakan saat ini? Kata talak kamu sudah terucap untuknya. Walau baru talak satu, kamu bukanlah suaminya lagi terkecuali kamu rujuk dengannya. Ingat Azka. Talak akan jatuh jika kamu yang mengatakannya. Tapi berbeda jika Alzana yang memintanya padamu. Maka sampai kapanpun talak itu tidak sah."
"Tapi yang aku dengar tadi itu benar adanya. Kamu akan berpisah darinya yang artinya talak satu sudah jatuh padanya. Bukan hanya ucapan yang seperti itu. Mengatakan diri kita masih lajang saja kepada wanita lain itu sudah jatuh talak untuk istri kita! Dan aku tidak pernah mengatakan hal itu kepada siapapun termasuk kepada Alzana. Kamu akan menyesal Azka! Hukum tabur tuai itu ada. Nikmati hidupmu saat ini dan petik hasil dari perbuatan mu di kemudian hari. Pulang Maira!" Ucap Prince pada Azka yang kini mematung di tempat mendengar ucapan Prince baru saja.
Maira yang merasa dirinya masih istri Prince segera bangkit dan meninggalkan Azka tanpa sepatah katapun.
__ADS_1
Kini tinggallah Azka dalam penyesalan yang tidak akan ada kesudahannya.
"Za.." lirihnya saat mengingat Alzana.
Ia pun segera berlari megejar Alzana, Almaira dan Prince yang sudah lebih dulu pergi ke apartemen mereka.
Azka masuk ke apartemen itu dengan tergesa. Ia membuka pintu kamar Alzana dan melihat istrinya sedang membereskan semua barang-barangnya.
Azka melangkah masuk, "Za.."
"Maaf Tuan Azka! Saya bukan istri anda lagi! Jadi, lebih baik anda keluar dan jangan dekati saya! karena akan menimbulkan fitnah nantinya!" Tegas Alzana yang dibalas gelengan kepala oleh Azka.
"Enggak Za. Dengar dulu penjelasanku!" ucapnya sembari menggamit tangan Alzana yang ditepis oleh mantan istrinya itu.
"Maaf! Kita bukan suami istri lagi. Pantang bagiku untuk bersentuhan yang bukan mahram! Yang terjadi dulu disaat pernikahan kakak ku, itu kesalahanku. Aku tau diriku tidak sesuci kalian. Maka dari itu, tolong hargai keputusan ku!"
Tangan Azka yang menggantung kini luruh ke sisi tubuhnya dengan hati dan wajah yang sangat bersalah pada Alzana.
__ADS_1