Terpaksa Menikahi Sepupu

Terpaksa Menikahi Sepupu
Selalu mengalah


__ADS_3

"Aku selalu mengalah padamu. Dari kita berumur lima tahun hingga saat ini, aku selalu mengalah. Tidakkah kamu mersa kasihan sedikit saja padaku? Aku ingin menghabiskan waktu ku dengan abang sepupu yang kau sayangi sedrai kecil sebelum dia utuh menjadi milikmu, saudara kembarku. Walau pernikahan kalian ini terpaksa, tetap saja kalian berdua itu sudah menikah. Untuk itu, berusahalah berubah. Jangan selalu ingin mendapatklan apa yang kamu mau. Terkadang di dalam hidup ini tidak semua yang kamu mau bisa kamu dapatkan kak Maira!"


Deg!


Deg!


Maira.


Lagi dan lagi istri Prince itu mematung mendengar ucapan saudara kembarnya. Ia menatap nanar pada Alzana yang kini sedang membuka rantang dan memberikannya pada Prince.


Alzana menatap dalam pada Prince, sedang Maira sudah ditarik Azka untuk duduk di sofa ruangan itu.


"Duduk, makan dulu. Bicara pun butuh tenaga! Hargai mami kamu yang udah buat makanan untuk kamu." Ucap Azka yang dibalas dengan tatapan lekat padanya.

__ADS_1


Azka tidak peduli. Ia segera membuka rantang itu dan memberikan isi rantang itu kepada Maira yang disambut dengan tatapan sendu nya.


"Andai kamu memilihku Bang Azka.. Aku pasti tidak akan menikah dengan abang sepupu ku. Kamu jahat Bang Azka! Lihat saja nanti! Aku akan merebutmu dari adikku. Aku tidak peduli hukum ataupun dosa! Bagiku hanya kamu, Bang Azka. Cinta dan hidupku!" Batin Maira tersenyum licik melihat Alzana dan Prince yang saat ini makan bersama dengan satu sendok dan rantang yang sama.


Kebiasaan yang tidak pernah mereka rubah walau keduanya sudah menikah. Azka tidak ingin menyiksa batinnya dengan melihat pemandangan itu.


Ia lebih fokus pada makanan yang saat ini ia makan terasa hambar dan tidak enak karena lirikan mata itu selalu tertuju pada Prince dan Alzana yang kini sedang makan dalam wadah yang sama.


Apapun yang Alzana katakan, ia harap merka cukup mendengarkan saja. Tanpa membantahnya.


"Baik, tujuan ku pagi ini datang kesini ingin berbicara dengan kalian semua. Terutama kamu Bang Prince. Seseorang yang selama aku besar selalu dekat dengan ku dan juga yang selalu sayang padaku. Aku ingin mengatakan sesuatu tapi jangan ada yang bisa membantahnya."


Ketiga orang disana diam membisu mendengar ucapan Alzana.

__ADS_1


"Aku tidak akan meminta yang macam-macam. Cukup satu macam saja. Terima pernikahan ini dengan hati kalian walau sulit. Untuk mu Bang Prince. Terima Maira menjadi istrimu. Begitu pun aku akan menerima Bang Azka menjadi suamiku. Mari lupakan masa lalu."


Prince menatap sendu pada Alzana.


"Aku tahu.. Akan sulit untuk melupakan cinta pertama. Begitu juga dengan ku. Tapi inilah jalan takdir kita. Kamu tidak dengan ku Bang Prince. Kita tidak berjodoh. Walau demikian aku masihlah adikmu. Terima Maira menjadi istrimu. Bimbing dia seperti yang kamu mau. Aku pun demikian. Mari kita bersama membangun rumah tangga ini menjadi lebih baik lagi. Bukankah dua hari lagi kita lkan berangkat ke Singapura?? Apatemen kita sebelahan kan Bang?" tanya Alzana pada Prince yang diangguki olehnya.


"Maka dari itu. Ayo kita berubah menjadi lebih baik lagi. Kita harus akur dan terlihat kompak sebagai saudara. Jangan saling bermusuhan lantaran salah satu dari kita tidak bisa bersama. Ikhlaskan. Itu lebih baik." Imbuh Alzana pada mereka semua yang ditanggapi dengan senyum paksa oleh dua lelaki yang kini bersanding nyata di hidup Alzana.


Jika Alzana mengalah, maka lain hal nya dengan Maira.


Aku tidak akan mengalah padamu Alzana. Bagiku Bang Azka. Maka aku akan mendapatkannya! Kamu lihat saja nanti! Aku tidak akan membiarkan mu memiliki keduanya! Aku akan menyingkir kan mu dari hidup keduanya. Tapi sebelum itu, aku harus mendapatkan Bang Azka terlebih dahulu!


Batin Maira menatap licik pada Alzana dan Prince saat ini.

__ADS_1


__ADS_2