Terpaksa Menikahi Sepupu

Terpaksa Menikahi Sepupu
Menutupinya


__ADS_3

Sementara di dalam kamar, Alzana saat ini sedang tersedu seorang diri. Ia mmeluk kedua lututnya karena tidak atahn saat melihat tatapan sendu dari Prince.


Seseorang yang sangat ia sayangi sedari dulu hingga saat ini. Tetapi demi Almaira, ia rela menahan rasa sakit ini.


Walau ia tahu Azka mencintainya dengan tulus, tetap saja hatinya tidak bisa berpaling dari Prince hingga saat ini.


Cinta masa kecil yang sering di sebut dengan cinta monyet kini menjadi cinta sungguhan saat dirinya sudah beranjak dewasa. Semakin lama semakin menumpuk dan bertambah rasa cinta itu.


Tetapi kenyatan pahit harus ia dapatkan karena ia harus mendapati lagi dan lagi orang yang dicintainya berpaling darinya karena saudara kembarnya yang sangat egois.


Demi menjauhi cintanya itu ia mendekati seorang pemuda dewasa yang ternyata juga mencintainya saat pandangan pertama. Yang sayangnya hanya dijadikan pelarian olehnya.


Saat sang suami tahu bahwa dirinya hanya pelarian, ia kecewa. Berulang kali Alzana minta maaf. Tetap saja tidak di gubris oleh sang suami.


Lelaki dewasa yang terpaksa ia lamar demi menjaga hati dan kewarasannya agar tidak terus menerus disakiti oleh saudara sendiri.


Niat hati ingin melanjutkan hidup dengan orang lain dan melupakan Prince, yang terjadi malah dirinya yang di abaikan oleh sang suami karena rasa kecewanya kepada Alzana.

__ADS_1


Alzana menangis seorang diri di depan pintu kamarnya. Sedang Prince masih menunggu.


Aku terpaksa menjalani pernikahan ini karena kamu Maira! Jika bukan karena mu, mungkin saat ini aku sudah bersama nya. Demi kamu, lagi dan lagi aku terluka. Tidak puaskan sekali saja kamu menyakiti ku dengan cara kamu menghasut cintaku untuk menjauh dariku dan dia mengabulkan permintaan mu?


Dan sekarang? Kamu ingin mengambil Azka juga dariku? Mau kamu apa sih Maira? Kenapa kamu begitu suka merebut apa yang menjadi milikku! Aku sudah berdamai dengan cara menikahi orang lain agar Prince bisa kamu miliki. Tetapi apa yang kamu perbuat lagi?


Kamu juga ingin mengambil kembali apa yang sudah menjadi milikku?? Kenapa? Kenapa Maira? Kenapa harus aku yang selalu terluka karena mu? Apa salahku padamu Maira? Huh?


Batin Alzana semakin merasakan sakit yang tiada tara mengingat jika dirinya tidak lah diberlakukan adil oleh saudaranya sendiri.


Ingin marah pada takdir, untuk apa? Toh, takdir mereka saat ini sudah seperti ini. Baru saja Alzana mendapatkan pesan dari Almaira.


Ketika tadi dirumah, Azka menolak untuk di urus olehnya. Tetapi ketika di luar, ia malah menerima segala perlakuan Maira padanya.


Sebenarnya apa yang kamu inginkan Maira? Bang Azka! Apakah ini tujuan mu berdua?? Menyakiti kami sesuka hati kalian? Huh?


Teriak hati Alzana semakin terluka saat Maira mengirimi pesan gambar bertubi-tubi di ponselnya.

__ADS_1


Gambar yang menunjukkan kebersamaan keduanya yang saat ini sedang tertawa bersama. Ingin sekali Alzana memaki suaminya itu.


Tetapi itu tidak mungkin.


Azka suaminya, sedang Almaira saudara kembarnya.


"Hiks.. Sesakit inikah yang aku rasa? Apakah ini jalan Mu ya Robb? Agar aku dan Prince bisa lebih kuat lagi menghadapi semuanya? Tapi kenapa?" ucap Alzana mengeluh sambil berdiri menuju ke kamar mandi dan akan bersiap menemui Prince.


Karena dirinya sudah terlalu lama di dalam kamar dan meninggalkan Prince seorang diri diluar.


Cukup lima belas menit saja Alzana sudah selesai bersiap. Tetapi sebelum ia mengikuti Prince yang lebih dulu sudah menunggunya di lobi, ia mengambil es dan sapu tangan miliknya yang merupakan pemberian Prince untuk mengompres kedua matanya yang saat ini sangat sembab.


Alzana melakuakn itu sambil berjalan hingga menuju lobi dimanaPrince kini juga sedang mengompres matanya dengan es batu berbungkus kan sapu tangan yang sama.


Alzana tertegun melihat itu. Ia berhenti di depan pintu lobi dimana Prince saat ini juga sedang mengompres matanya yang terlihat sembab sepertinya.


"Ya Allah.. Kami berdua memiliki nasib dan kisah yang sama. Kami berdua harus menutupi luka hati kami dari semua orang dengan cara seperti ini. Semoga kami berdua sanggup dalam mengahdapi ujian rumah tangga ini. Kami bisa menutupinya dari semua orang, tetapi tidak dengan mu ya Allah.. Hanya Engkau lah yang lebih tahu sedalam dan seluka apa hati kami berdua. Semoga kami kuat ya allah.. Innallaha M'anaa. Prince yang kini masih mengompres kedua matanya yang terlihat sudah lebih membaik.

__ADS_1


Alzana menyapanya yang membuat Prince tersenyum lembut padanya dengan mata yang sudah tidak lagi sembab. Alzana pun demikian. Keduanya segera menuju ke rumah sakit dan juga kampus tempat di mana Alzana dan Prince akan terus bersama nantinya saat mereka mengikuti kelasnya.


__ADS_2