Terpaksa Menikahi Sepupu

Terpaksa Menikahi Sepupu
Hidup masing-masing


__ADS_3

Sore harinya.


Alzana dan Prince masuk bersama ke dalam apartemen mereka diaman azka dan almaira juga baru amsuk ke dalam lobi.


Keduanya yang sednag tertawa bersama sambil berjalan terdiam seketika saat melihat suami dan istr mereka ada disana sednag menatap mereka dengan datar.


"Kamu udah pulang Za?" tanya azka segera mendekati Alzana yang kini menatap datar pada Maira.


Begitu pun dengan Prince. Tanpa berkata sepatah katapun Alzana dan Prince segera berlalu meninggalkan keduanya yang terdiam dan mematung di tempat karena di abaikan oleh mereka berdua.


Wajah Azka mendadak muram lagi. Almaira yang melihat itu mengepalkan tangannya. Ia berusaha tertawa dan tersenyum dihadapan azka.


Padahal saat ini ingin sekali memarahi Alzana yang sudah membuatnya kesal. Susah payah Almaira membuat Azka tersenyum, tetapi dalam sekejab Alzana merubahnya menjadi suram kembali.


"Ayo bang. Kita masuk dn istirahat. Besok kita jalan-jalan lagi deh! Ishh... Abang lihat nih sepatu ku! Ck. Ck. Koyak mulutnya gegara tersungkur tadi nih!" ucap Maira sambil berlalu dan berhasil membuat azka kembali terkekeh.

__ADS_1


Maira tersenyum.


Ia sudah berhasil membuat pujaan hatinya itu tersenyum kembali.


Tiba di apartemen keduanya langsung amsuk ke ruangan masing-masing. Azka amsuk ke dalam apartemen dengan senyum terus tersungging di bibirnya dan menuju ke kamarnya.


Alzana menatap sendu padanya. Ia tertawa hambar. "Ternyata.. Maira sudah berhasil merebut mu ya bang, dariku?? Dulu bang Prince. Dan sekarang kamu. Lantas jika keduanya Maira yang memiliki, aku dengan siapa?" lirihnya seperti berbisik di balik pintu kamarnya.


Ia menatap nanar pada pintu kamar Azka yang tertutup rapat.


Ia menuju kamar mandi dan mulai membersihkan diri untuk melaksanakan sholat maghrib waktu Singapura.


Ke empat manusia itu larut dalam kehidupan masing-masing. Tidak ada yang keluar dari kamar mereka walau hanya untuk mengisi perut.


Ke empatnya memilih berdiam diri di dalam kamar hingga keesokan harinya.

__ADS_1


Keesokan harinya pun tidak berubah. Azka selalu tidak ingin makan makanan Alzana karena menurutnya masakan itu kesukaan Prince semuanya.


Sedangkan Prince memilih masak sendiri untuk sarapannya seperti biasanya. Prince tidak memberikan uang sepeserpun pada Maira. Karena dia tahu jika Maira memiliki cukup uang selama berada di Singapura.


Alzana sudah mengatakannya. Ia pun demikian. Azka juga tidak memberikan nafkah lahir untuknya.


Ia pasrah. Tetapi ia tidak memberitahukannya kepada Prince tentang hal itu.


Walau dirinya tidak memiliki uang sepeser pun, ia masih bisa makan itu saja sudah cukup untuknya.


Papi Tama dan Mami Annisa hanya memberikan Maira saja. Sedang Alzana tidak. Seolah kedua orang tua itu melupakan Alzana lagi yang kini sudah menikah dengan Azka dan menjadi tanggung jawab Azka.


Tetapi tanpa mereka tahu jika Azka belum lagi memberikan nafkah untuk Alzana sekalipun. Alzana tidak ingin menuntutnya.


Ia lebih memilih diam. Walau ahnya sekedar untuk makan, Alzana masih bisa. Karena stok makanan di apartemen nya sudah di isi oleh Prince sebelum mereka kesana.

__ADS_1


Ia menyuruh orangnya untuk melakukan itu. Dan kini, semua itu snagat berguan untuk Alzana.


__ADS_2