Terpaksa Menikahi Sepupu

Terpaksa Menikahi Sepupu
Bernasib sama


__ADS_3

Keesokan paginya.


Prince dan Maira sudah bersiap untuk mendaftar di kampus pilihan nya. Jika Alzana memilih menjadi dokter seperti Prince, Maira memilih ingin menajdi seorang desaigner.


Dan tadi malam Prince sudah mendaftarkan Maira disana. Maira tidak peduli bagaimana Prince bangun dan seperti apa dirinya.


Ia sibuk memikirkan bagaimana caranya untuk merebut hati Azka. Karena Maira tahu dan sempat melihat Azka duduk di balkon kamarnya seorang diri.


Duduk merenung dan matanya begitu sembab. Maira sudah memiliki ide untuk bisa merebut hatinya kembali.


Berbeda dengan Alzana. Ia saat ini sednag keperluan Azka walau pemuda itu terus menolaknya. Azka menolaknya berulang kali tetapi alzana tetap memaksa hingga azka pergi meninggalkannya tanpa sepatah katapun.


Alzana menagis lagi. Ia meremat dadanya yang begitu sakit. "Hiks.. Abang.. Apa aku siap menjalani ini semua? Hiks.. Ini sungguh berat untukku. Aku pikir bang Azka bisa meneriam ku. Tetapi nyatanya? Ia kecewa karena diriku sampai saat ini masih mencintai mu Bang.. Hiks.. Apa salah ku? Kenapa hidup ini begitu tidak adil padaku? Hiks.. Aku harus apa untuk meluluhkannya? Sakiiit.. Ya allah.."


Deg!


Deg!


Seseorang berdiri di beloakng Alzana dengan tubuh bergetar hebat. Buliran bening itu kembali menetes di kedua matanya.

__ADS_1


Ia mengepalakn kedua tangan nya hingga buku-buku tangan itu memutih. Niat hati ingin menemui Alzana dan mengajaknya bersama karena ia melihat Azka yang sudah pergi terlebih dahulu, malah ia melihat cintanya menangis seperti itu.


Ya Allah.. Jika memang Alzana milikku. Maka kembalikan padaku seperti apapun caranya. Aku tahu jika jodoh kami sedang tertukar saat ini.


Batin Prince sembari mendekati Alzana dan bersimpuh di hadapannya. "Na.." lirihnya


Alzana mendongak saat mendengar suara yang begitu ia rindukan.


Lagi, mata itu berkaca-kaca saat melihat pujaan hatinya yang juga sama matanya sepertinya. Sembab dan sangat jelas terlihat baru saja habis menangis.


Grep!


Deg!


Prince hanya bisa terpaku di tempatnya bersimpuh. Ia tidak membalas pelukan Alzana karena tidak ingin membuat suami Alzana berserta istrinya salah paham pada mereka berdua.


Sedangkan Alzana semakin tersedu kala tidak mersakan pelukan Prince. Spontan saja ia melepaskan pelukannya dari tubuh Prince yang saat ini tidak bergerak sedikitpun.


"Hiks.. Ma-maf.. Abang. A-aku tidak bermaksud-,"

__ADS_1


"Kenapa? Kamu juga di abaikan oleh suami mu?" potong Prince pada ucapan Alzana.


Alzana tersenyum getir di sela isakan tangisnya. "Abang tahu sendiri tanpa aku mengatakannya." Jawabnya tanpa melihat mata Prince yang kini kembali mengembun.


Sesak sekali dadanya. Ia kira hanya dirinya dan Almaira saja. Tidak tahunya Alzana pun demikian.


"Sekarang, suami kamu kemana? Tadi Abang melihatnya keluar dengan tergesa-gesa. Apakah terjadi sesuatu di perusahaannya?" tanya Prince lagi menekan dadanya yang kembali sesak akan jawaban Alzana berikutnya.


Alzana hanya bisa menghela nafasnya. "Tunggu sebentar. Dek bersiap dulu," imbuhnya sambil berlalu tanpa menjawab pertanyaan Prince yang kini sedang menunggu jawabannya.


Prince tersenyum. Inilah yang disukai olehnya dari Alzana. Cintanya. Alzana tidak pernah mengatakan apapun permasalahannya. Baik itu bertengkar bersama Maira ataupun hal lainnya.


Alzana bukanlah tipe wanita pengadu. Ia lebih memilih diam dan menangis untuk meluapkan rasa sakit di hatinya.


Seperti saat ini.


Prince memandangi pintu kamar Alzana yang tertutup itu. "Abang sangat mengenalmu Hunny. Kamu gadis yang baik. Kamu tidak pernah mengatakan apapun yang menyangkut saudaramu ataupun hal lainnya. Kamu selalu memilih diam daripada berbicara. Abang tahu jika kamu itu sama seperti abang. Diabaikan dan juga tidak di inginkan. Jika abang saja tidak sanggup dengan kenyataan ini. bagiamana dengan mu? Pastilah kamu juga demikian.


Tapi apa yang harus kita lakukan? Karena seperti inilah roda kehidupan. Kita harus dihadapakan pada kenyataan yang pahit. Dimana kita berdua harus meminjam tulang rusuk orang lain menjadi milik kita sementara tulang rusuk kita bukanlah mereka. Abang harap kamu sanggup hunny. Karena dengan melihat kamu selalu tersenyum dan ceria, semangat ini tidak akan pernah pudar. Tetapi jika kamu bersedih, maka jiwa ini akan mati dengan sendirinya karena tidak bisa membantu mu dan juga menolong mu dalam setiap masalah yang kamu hadapi karena kita tidak bersama.

__ADS_1


Kita sama Hunny.. Kita berdua sama. Kita sama-sama terluak dengan ikatan takdir yang bersifat sementara ini. Semoga setelah ini akan ada jalan keluarnya untuk kita berdua. Karena Abang yakin kamu itu tulang rusukku yang di pinjam sementara oleh Azka. Begitu juga dengan Maira yang terpaksa aku ambil karena suatu hal. Tulang rusuk yang diciptakan bengkok. Jika dipaksa untuk diluruskan akan patah. Dan jika dibiarkan akan selamanya bengkok.


Maka dari itu, abang tetap akan disamping mu dan disampingnya. Sampai keputusan takdir untuk kita berdua di putuskan nantinya. Semoga kamu kuat Hunny.." lirih Prince menatap sendu pada pintu kamar yang tertutu dimana ada alzana yang sednag bersiap disana.


__ADS_2