Terpaksa Menikahi Sepupu

Terpaksa Menikahi Sepupu
Kamu, Jodohku!


__ADS_3

"Kenapa aku sangat mencintaimu Bang Prince.." lirih Alzana pelan sekali.


Tetapi pemuda yang saat ini berada di hadapannya mendengarkan apa yang ia ucapkan.


"Karena kamulah jodohku. Jodoh kita sedang tertukar saat ini. Ketika waktu yang sudah di tentukan, maka kamu yang merupakan tulang rusukku akan kembali kepadaku, Hunny.."


Deg!


Deg!


Alzana terkejut mendengar suara Prince. Ia mendongak, "A-abang!"


"Ya, ini aku. Kenapa belum makan?" tanya Prince sambil mendudukkan dirinya di sebelah Alzana.


Prince mengambil nasi dan lauk pauknya. Ia beralih pada Alzana yang kini menunduk tidak ingin melihatnya.


"Hadap kesini Na!" titah Prince yang diaptuhi oleh Alzana dnegan mata mengembun lagi.


Prince menyuapakn sesuap nasi ke mulut Alzana sesudah ia membaca doa amkan untuknya.


"Buka mulutnya!"


Alzana membuka mulutnya dan menerima suapan dari Prince. Ia menagis lagi. Prince mengusap air mata itu.


"Jangan menangis kalau lagi makan. Nanti tersedak makanan!" ucap Prince lagi yang semakin membuar Alzana tersedu.

__ADS_1


Prince terus menyuapi Alzana denagn nasi ke mulutnya. Gadis cantik mirip Papi Tama dan Maira itu tidak menolak.


Ia terus menerima suapan dari tangan Prince. Sampai makan itu habis, barulah Prince berhenti. Shan yang berada tidak jauh dari mereka berdua tertegun melihat itu. Ia yang berniat ingin bergabung dengan mereka, jadi terhenti kala melihat perlakuan Prince begitu lembut terhadap Alzana sama seperti pada Maira tadi.


Tetapi tidak menyuapinya.


Sedalam apa kamu mencintainya Prince? Sampai-sampai kamu rela menghabiskan semua uangmu untuk memenuhi kebutuhannya? Sedalam mana cintamu untuknya sampai kamu rela banting tulang untuk bisa membuatnya bahagia? Aku salut padamu Prince! Semoga kalian berdua memang berjodoh.. Amiinn..


Batin Shan terharu melihat sikap Prince pada wanita yang ia cintai. Prince bisa membagi rata kasih sayang antara istri dan juga cintanya.


Tetapi untuk saat ini posisi itu salah. Prince salah jika amsih mengharapakan wanita lain sementara dirnya sudah meniakh. Walau pernikahan keduanya tidak sehat, tetap saja itu salah.


Jika itu lelaki lain, pastilah mereka tidak bisa. Tetapi ini Prince.


Alzana masih saja terisak kala Prince memberikan air putih padanya setelah tadi ia mencuci tangannya.


"Minum yang banyak. Setelah ini sholat dan istirahat. Abang akan pulang. Tetapi akan datang kesini lagi tanpa kamu tahu.." lirih Prince dengan suara pelan sekali.


Alzana melihat pada Prince dengan wajah sembabnya. "Kenapa? Hiks.. Kenapa hati ini sulit sekali untuk berpaling darimu? Kenapa hati ini selalu tertuju padamu? Sementara hubungan kita sudah tidak bisa dipersatukan lagi? Ada apa dengan ku? Kenapa aku malah mencintai sepupu ku sendiri? Sementara sepupu kini sudah menikah dengan saudara kembarku? Hiks.. Kenapa cinta ini hadir untukmu Bang Prince? Kenapa sulit sekali melupakan mu? Kenapa? Kenapa Bang? Huh?" tanya Alzana pada Prince yang kini sedang menatapnya dengan sendu.


"Karena kamulah jodohku. Kamu tulang rusukku yang tertukar dengan Azka. Kamu tulang rusuk yang diciptakan dari tulang rusukku. Sejauh mana kamu pergi dan kamu melangkah menghindariku, maka kamu pasti akan kembali lagi padaku. Jiwamu dan jiwaku satu. Kita sudah terikat sedari kita belum dilahirkan.


Kamu jodohku. Jodoh dunia dan akhiratku. Mungkin saat ini belum waktunya untuk kita bersatu. Karena Allah sengaja memberikan pelajaran ini untuk kita, agar kita kuat dan bisa belajar untuk kedepannya seperti apa. Ini ujian untuk diri kita. Salah satunya ujian di dalam pernikahan kita ini yang bersifat sementara ini.


Jika kamu sudah selesai dengan ujian yang bersifat sementara, maka Abang masih lama. Abang masih butuh waktu untuk bisa memantapkan diri ini agar layak dan pantas untuk menjadi imam mu kelak. Abang tahu jika diri salah karen masih mengharapakan mu. Tetapi Abang yakin sekali.

__ADS_1


Bahwa seorang Alzana memanglah diciptakan untukku. Kamu tulang rusukku yang di pinjam Azka. Kamu tidak usah takut untuk itu.


Untuk sekarang.. Mari kita hidup berdampingan. Selama kamu disini, maka kamu tanggung jawabku. Biar suami kamu melepasmu, tetapi tidak dengan ku.


Selamanya kamu tanggung jawabku, Alzana.. Mungkin posisi kamu dihati Abang akan berbeda dengan Maira. Untuk saat ini Maira istri Abang karena dia masih butuh Abang untuk menyembuhkan dirinya.


Maira sudah lumayan membaik. Hanya saja sifat keras kepala dan juga egoisnya itu masih saja ada. Maafkan kesalahannya Na. Abang tahu dia terlalu banyak melakukan kesalahan padamu.


Abang harap, kamu bisa untuk memaklumi. Kalian berdua saat ini tanggung jawab abang. Jangan pernah takut meminta apapun sama Abang. Segala kebutuhan kamu akan Abang penuhi.


Jangan takut jika uang Abang habis. Uang habis bisa dicari. Tetapi jika cintaku pergi karena tidak ku beri, maka apa gunanya diri ini lagi sebagai seorang lelaki sejati.


Untuk itu, kamu harus selalu di dekat Abang. Katakan apa mau mu. Maka akan Abang penuhi apapun yang kamu butuhkan selagi Abang mampu. Paham?" tuturnya dengan lembut dan panjang kali lebar.


Membuat Shan yang mendengarnya terkekeh-kekeh.


Alzana tidak menjawab. Ia terus menatap lekat pada Prince yang kini tersenyum padanya.


"Abang sangat baik padaku. Semoga Allah melancarkan setiap urusan mu, diberikan kesehatan, rizki yang melimpah dan juga selalu menjadi seorang lelaki mukmin yang terbaik. Terimakasih Bang. Karena mu aku jadi paham untuk apa kita diciptakan, kemudian dipertemukan dengan mu. Tak lama setelahnya di pisahkan semua itu demi mendidik diri ini yang masih sangat labil. Terimakasih kamu masih mau mengingatkan ku Bang Prince.. Terimakasih Banyak!" Balas Alzana yang dibalas dnegan anggukan dan senyum manis oleh Prince.


Alzana baru sadar, kenapa ia dipertemukn dengan Prince walau ia sudah menikah dan berpisah dari Azka.


Tujuannya hanya satu.


Prince merupakan jalan untuk ia pergi dan pulang kembali. Prince ditugaskan untuk menjaganya sampai keduanya nanti mendapatkan keputusan dari Allah SWT tentang hidup keduanya.

__ADS_1


__ADS_2